Berpuasa di Bulan Orang Lalai (Sya’ban)

2 Apr

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Berpuasa di Bulan Orang Lalai (Sya’ban)

Waktu demikian cepat berlalu. Rasa-rasanya baru kemaren kita lulus SMA. Rasa-rasanya baru kemaren kita menikah. Rasa-rasanya baru kemaren kita menimang putra-putri pertama kita. Suka atau tidak suka demikianlah waktu meninggalkan kita. Ketika waktu itu berlalu dan banyak kebaikan yang terluput dari kita maka penyesalan pun tak terbendungkan lagi.

Demikian pula, tak terasa kita akan bertemu kembali dengan Bulan Sya’ban. Bulan dimana Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam demikian memperbanyak puasa padanya. Ibunda kita, ‘Aisyah Rodhiyallahu ‘anha menuturkan,

وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ

“Aku tidak pernah melihat Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasa selama sebulan penuh selain pada Bulan Romadhon. Akupun tidak pernah melihat beliau demikian banyak berpuasa dalam satu bulan melainkan pada Bulan Sya’ban”[1].

Share

Bolehkah Berpuasa Seteleh Lewat Setengah Bulan Sya’ban

24 Jun

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Bolehkah Berpuasa Seteleh Lewat Setengah Bulan Sya’ban

Alhamdulillah kita telah sampai pada akhir Bulan Sya’ban yang berarti telah dekat pula Bulan Romadhon. Disamping itu telah kita bahaskan pula sedikit masalah seputar puasa nishfu Sya’ban. Pada kesempatan kali ini maka kita akan bahaskan pula seputar permasalahan bolehkah berpuasa seteleh lewat setengah Bulan Sya’ban.

Tidaklah diragukan bahwa Bulan Sya’ban adalah salah satu bulan yang Allah ‘Azza wa Jalla dan Rosullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam muliakan dengan melaksanakan banyak puasa pada bulan tersebut. Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan dari Ibunda kaum muslimin ‘Aisyah Rodhiyallahu ‘anha,

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَصُوْمُ حَتَّى نَقُوْلُ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُوْلُ لَا يَصُوْمُ فِمَا رَأَيْتُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهَ وَ سَلَّمَ اسْتِكمَلَ صِيَامَ شهرٍ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِيْ شَعْبَانَ

“Berpuasa merupakan sebuah kebiasaan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sampai-sampai dapat dikatakan beliau tidak berbuka namun terkadang juga beliau tidak berpuasa sampai-sampai dapat dikatakan beliau tidak pernah berpuasa. Tidaklah aku melihat Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyempurnakan puasanya (puasa satu bulan penuh) kecuali pada Bulan Romadhon dan tidaklah aku melihat beliau lebih banyak berpuasa melainkan pada Bulan Sya’ban”[1].

Share