Terjemah Al Qowa'idul Hissan Al Muta'aliqotul bi Tafsiril Qur'an

29 Sep

Share

Terjemah Al Qowa’idul Hissan Al Muta’alliqotu bi Tafsiril Qur’an[1]

Muqodimah Penulis

Segala puji hanya milik Allah. Hanya kepadaNya kita memuji, meminta tolong, memohon ampunan, bertaubat dan memohon perlindungan atas kejelekan – kejelekan diri dan amal-amal yang buruk. Barang siapa yang diberi Allah petunjuk maka tidak ada yang dapat menyesesatkannya dan barang siapa yang Allah sesatkan maka tidak ada yang dapat memberikannya hidayah taufik. Aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah dan tiada sekutu baginya. Aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa Sallam adalah hambaNya dan UtusanNya. Sholawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa Sallam , keluarganya dan para sahabatnya Rodhiyallahu ‘anhum.

Amma Ba’du…

Kitab ini adalah kitab yang memiliki kedudukan yang agung dan memiliki manfaat yang besar yang berisi dasar – dasar dan kaidah – kaidah dalam menafsirkan Al Qu’an yang Mulia yang dapat membantu untuk membaca dan merenungkan untuk memahamai terhadap Kalamulloh yakni Al Qur’an dan memberikan  dengannya dapat memberikan petunujuk serta memiliki sifat – sifat yang lain yang tidak tergambarkan. Maka kaidah – kaidah dan dasar – dasar ini akan dapat membukakan kepada seorang hamba metode – metode untuk mahami tafsir terhadap apa yang Allah inginkan. Dan dapat membantu dalam memahami kitab – kitab tafsir yang banyak pad saat sekarang ini dengan pembahasan yang bermanfaat.

Aku memohon kepada Allah agar aku dapat menyelesaikan tujuanku dan memberikan ilham kepadaku perbendaharaan kebaikanNya dan keutamaanNya yang dapat mengantarkan kepada sebabnya yang mendasar terhadap ilmu yang bermanfaat dan petunujuk yang sempurna.

Ketauhilah bahwasanya ilmu tafsir sangat agung secara mutlak, yang paling afdhol, yang paling wajib dan yang paling dicintai oleh Allah. Karena Allah memerintahkan untuk mentadabburi KitabNya dan merenungkan maknanya, mencari petunjuk dengan ayat-ayat Al Qur’an, memuji orang-orang yang melaksanakan hal ini dengan hal itu, menjadikan mereka pada kedudukan yang tertinggi dan menjanjikan kepada mereka pemberian yang paling mulia. Maka sekiranya seorang hamba memberikan masa mudanya dalam ilmu ini maka hal tersebut belumlah terlalu besar jika dibandingkan dengan apa yang dicari dan ilmu yang dia dapatkan karena ilmu tentang Al Qur’an adalah dasarnya dari dasar ilmu dan landasan dari landasan agama serta baiknya urusan agama dunia dan akhirat. Dan dengan hal tersebut jadilah kehidupan seorang hamba itu  penuh dengan petunjuk, kebaikan, rahmat, hidup yang menyenangkan, dan senantiasa dalam dalam amal soleh.

Maka kita akan mulai dengan menyebutkan qowaid ( kaidah – kaidah ) dan dowabid ( pembatasan pengertian )[2] dalam bentuk yang ringkas yang akan membawa kita ke tujuan. Karena jika seorang hamba telah dibukakan baginya pintu untuk memahami qowaid dan dowabid dan telah terlatih menerapkan nya dengan berbagai contoh yang menjelaskannya. Maka jika telah demikian maka orang tersebut tidak membutuhkan penjesan yang panjang lebar.

Maka kita memohon kepada Allah agar memberikan kepada kami perrtolongannya, kelembutannya dan taufiqnya serta menjadikan kita menjadi orang-orang yang mengamalkan ilmunya dan yang menyebarkan ilmu[3] dengan anugrahNya dan kemurahanNya.

!!!


[1] Dalam terjemahan ini kami banyak mengambil faidah dari kajian kitab ini bersama guru kami Fadhilatul Ustadz Aris Munandar –hafidzahullah-. Kitab yang kami terjemahkan adalah Al Qowa’idul Hissan Al Muta’alliqotu bi Tafsiril Qur’an karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’diyRohimahullah- dengan tahqiq dari Syaikh Kholid bin ‘Utsman As Sabt, terbitan Dar Ibnul Jauzy, Riyadh cetakan ke dua tahun 1421 H. Insya Allah tulisan ini akan kami terbitkan setiap pekan. Mudah-mudahan Allah ‘Azza wa Jalla memudahkannya.

[2] Sebagian ulama membedakan pengertian qowaid dan dowabid. Mereka mengatakan qowaid adalah suatu pengertian yang luas cakupan maknanya dan dowabid adalah suatu yang tidak luas cakupannya.

[3] Maka inilah ciri orang yang terbebas dari ancaman kerugian yang terdapat dalam surat Al Ashr.

Tulisan Terkait

Leave a Reply