Tafsir Surat Al Kahfi (8)

6 Mar

Share

Tafsir Surat Al Kahfi (8)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Segala puji yang disertai pengagungan seagung-agungnya hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dan perendahan diri kita yang serendah-rendahnyanya hanya kita berikan kepadaNya Robbul ‘Alamin yang telah menurunkan Al Qur’an sebagai petunjuk. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam, istri-istri Beliau, Keluarganya, para Sahabatnya dan ummat Beliau yang senantiasa meniti jalannya dengan baik hingga hari kiamat.

Pada edisi kali ini kita akan melanjutkan pembahasan edisi sebelumnya.

[Tafsir Surat Al Kahfi ayat 11]

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman,

 فَضَرَبْنَا عَلَى آَذَانِهِمْ فِي الْكَهْفِ سِنِينَ عَدَدًا (11)

“Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu”. (QS. Al Kahfi [18] : 11)

Firman Allah Ta’ala (فَضَرَبْنَا عَلَى آَذَانِهِمْ) yaitu kami membuat mereka jadi tertidur pulas. Tidur terdiri dari dua jenis :

Pertama : Tidur yang ringan, tidur jenis ini tidak menghalangi pendengaran oleh karena itulah anda tertidur maka pada awal tidur anda akan mendengar suara orang di sekitar anda.

Kedua : Tidur yang pulas, jika anda tertidur pulas maka anda akan tidak mendengar suara orang di sekitar anda.

Oleh karena itulah Firman Allah Ta’ala,

فَضَرَبْنَا عَلَى آَذَانِهِمْ

 “Maka buat mereka tertidur ”. (QS. Al Kahfi [18] : 11)

Yaitu tidur yang tidak dapat mendengar suara di sekitarnya.

فِي الْكَهْفِ سِنِينَ عَدَدًا (11)

“Beberapa tahun dalam gua itu”. (QS. Al Kahfi [18] : 11)

Akan datang penjelasan berapa waktu mereka tertidur dalam firman Allah Subhana wa Ta’ala,

وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلَاثَ مِئَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعًا (25)

“Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi)”. (QS. Al Kahfi [18] : 25)

 

***

[Diringkas dari Kitab Tafsir Surat Al Kahfi oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin hal. 22-23 terbitan Dar Ibnul Jauzi Riyadh, KSA]

 

Aditya Budiman bin Usman

-yang mengharap ampunan Robbnya-

 

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply