Sebelum Menyesal di Kemudian Hari

16 Jun

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sebelum Menyesal di Kemudian Hari

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Pertama

Setiap muslim dan muslimah pasti menyakini Al Qur’an merupakan sebuah mukjizat yang tidak ada keraguan padanya. Allah Subhana wa Ta’ala berfirman,

الم (1) ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (2)

“Alif Laam Miim. Itulah Kitab (Al Qur’an) yang tiada keraguan sedikit pun padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa”. (QS. Al Baqoroh [2] : 1-2)

Wajib bagi setiap muslim untuk meyakini semua yang ada di dalam Al Qur’an merupakan kebenaran mutlak yang tak terbantahkan.

Kedua

Allah ‘Azza wa Jalla juga berfirman dalam surat yang sama,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (183) أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu”. (QS. Al Baqoroh [2] : 183-184)

Saudaraku, Allah Ta’ala telah mengingatkan kita bahwasannya Bulan Romadhon merupakan bulan yang jumlah bilangan harinya terbatas. Jika tidak 29 hari maka 30 hari. Dan pada saat ini kita telah berada di bagian penghujung jumlah bilangan bulan yang penuh keberkahan ini. Artinya beberapa saat lagi bulan ini akan meninggalkan kita dan tanpa kita tahu apakah dia masih akan menyapa kita di tahun berikutnya.

 

Ketiga

Saudaraku, Allah Tabaroka wa Ta’ala, Robb ku dan Robb Seluruh Alam telah berfirman pada Kitab Nya,

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (99) لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا

(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu) “Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, maka dia berkata, “Ya Robb ku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang sholeh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja”. (QS. Al Mukminun [23] : 99-100)

Syaikh ‘Abdur Rohman bin Nashir As Sa’di Rohimahullah mengatakan[1],

“Allah Ta’ala mengabarkan tentang keadaan orang yang melampau batas dan zholim ketika maut mendatanginya. Bahwasanya dia akan menyesal pada saat itu. Yaitu saat dimana dia telah melihat tempat kembali mereka (neraka) dan menyaksikan betapa buruknya amal-amalnya. Maka dia akan meminta dikembalikan ke dunia. Namun bukan untuk bersenang-senang di dunia dan memenuhi syahwatnya bahkan dia meminta dikembalikan di dunia dengan mengatakan, “agar aku berbuat amal yang sholeh terhadap yang telah aku tinggalkan” yaitu berupa amal sholeh di sisi Allah yang aku lalai terhadapnya. (Allah berfirman), “Sekali-kali tidak”. Yaitu dia tidak akan dikembalikan dan itu tidak mungkin terjadi. Allah telah memutuskan bahwasanya mereka tidak akan dikembalikan ke dunia. Sesungguhnya ucapan yang dia bayangkan itu (berupa kembali ke dunia) hanyalah ucapan yang sekedar gerakan lisan (omongan belaka). Tidak akan bermanfaat bagi orang yang mengucapkan bahkan itu adalah kesedihan dan penyesalan belaka. Dia ketika mengucapkan itu juga tidak benar-benar jujur sebab seandainya dia dikembalikan lagi ke dunia maka sungguh dia akan kembali mengulang perbuatan yang dilarang”.

 

Mari manfaatkan sebaik-baiknya atas apa yang telah Allah Subhana wa Ta’ala berikan kepada kita saat ini berupa kenikmatan beragama Islam, masih adanya iman dan masih berada dalam Bulan Romadhon agar kita tidak menjadi orang-orang yang merugi, orang-orang yang meminta sesuatu yang telah luput darinya serta orang-orang yang menyesal ketika maut mendatanginya.

 

Sigambal, 21 Romadhon 1438 H / 16 Juni 2017 M.

 

 

Aditya Budiman bin Usman

[1] Lihat Taisir Karimir Rohman hal. 1146/V terbitan Dar Ibnul Jauziy, Riyadh, KSA.

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply