Makna Dzikr

29 Aug

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku[i], maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (QS : Thaha [20] : 124)

Beliau Rohimahullah mengatakan makna وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي : “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, adalah dari adz dzikr yang diturunkannya. Kata ذِكْرِ Adz dzikr dalam ayat ini merupakan mashdar (kata benda yang dibentuk dari kata kerja) yang disandarkan kepada fa’il (pelaku suatu kata kerja), seperti قِيَامِيْ (berdiriku) dan bukanlah penyandaran kepada maf’ul (objek suatu kata kerja) sehingga maknanya bukanlah “Barangsiapa yang berpaling dari berdzikir kepadaku”.

Penjelasan yang paling baik tentang makna Kata ذِكْرِ Adz dzikr dalam ayat ini adalah idhofah/penyandaran kepada nama/asma’ dan bukannlah makna idhofah mashdar kepada objek-objeknya/ma’mulaatnya, sehingga maknanya adalah : “Barangsiapa yang berpaling dari Kitabku dan tidak mengikutinya”, karena Al Qur’an disebut sebagai adz dzikr sebagaimana firman Allah ‘Azza wa Jalla :

وَهَذَا ذِكْرٌ مُبَارَكٌ أَنْزَلْنَاهُ

“Dan Al Quran ini adalah suatu kitab (adz dzikr/peringatan) yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan.”. (QS : Al Anbiya [21] : 50)

Sehingga jelaslah bagi kita tafsir tentang apa yang yang dimaksud oleh kata adz dzikr dalam surat Thaha ayat 124 bukanlah sekadar berpaling dari berdzikir kepada Allah akan tetapi maknanya dan konsekwensinya jadi lebih luas lagi yaitu Kitabullah dan ittiba’ kepadanya[ii].

Al Faaqir ilaa Maghfiroti Robbih

Abu Halim Budi bin Usman As Sijambali


[i] Akan datang penjelasan maknanya di bawah ini, kami tuliskan demikian agar bisa dibandingkan dengan penjelasan Ibnul Qoyyim Rohimahullah.

[ii] Penjelasan ini diringkas dari Miftah Daris Sa’adah wa Mansyur Walayata Ahlil ‘Ilmi wal Irodah hal. 204-205 Dar Ibnu ‘Affan, Kairo, Mesir, Cet. Pertama 1425 H [2004 M]. Allahu A’lam bish Showab.

Tulisan Terkait

Leave a Reply