Gelas-Gelas Kaca

19 Mar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Gelas-Gelas Kaca

Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.

Pernahkah anda memecahkan sebuah gelas ? Gelas tersebut pecah boleh jadi karena anda tidak konsentrasi ketika memegangnya, terisi air yang sangat panas atau dingin. Mungkin juga karena anda membantingnya.

Pembicaraan kita kali ini bukanlah sebuah hal yang mudah, namun juga bukan suatu hal mustahil. Jika anda seorang suami atau calon suami maka mari perhatikan hadits Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam berikut dari shahabat Anas bin Malik Rodhiyallahu ‘anhu,

أَتَى النَّبِيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ عَلَى بَعْضِ نِسَائِهِ وَمَعَهُنَّ أُمُّ سُلَيْمٍ فَقَالَ: وَيْحَكَ  ارْفَقْ يَا أَنْجَشَةُ رُوَيْدَكَ سَوْقًا بِالقَوَارِيْرِ

Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam mendatangi sebagian istri beliau dan ketika itu Ummu Sulaim bersama mereka. Kemudian Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Celakalah engkau wahai Anjasyah, lemah lembutlah, berjalanlah, giringlah dengan pelan-pelan bersama gelas-gelas kaca”[1].

Redaksi hadits ini beragam, yang jika kita kumpulkan maka maknanya adalah berlemah lembutlah, pelan-pelanlah jangan engkau memecahkan gelas-gelas kaca.

Ibnu Hajar Rohimahullah mengatakan,

Gelas-Gelas Kaca 1

Abu Qilabah mengatakan yang dimaksud dengan (القَوَارِيْرِ) adalah para wanita.

Qotadah mengatakan yang dimaksud dengan (القَوَارِيْرِ) adalah para wanita lemah”[2].

Ibnu Hajar Rohimahullah melanjutkan,

Gelas-Gelas Kaca 2

Romahurmuziy mengatakan, “Para wanita diumpamakan dengan gelas kaca karena lemah, lembutnya, dan tidak mampu bergerak gesit. Para wanita disamakan dengan gelas kaca karena lemah, halus dan tubuhnya yang lemah”.

Ulama lain berpendapat, “Para wanita disamakan dengan gelas kaca karena cepatnya mereka berubah dari ridho menjadi tidak ridho, mudah fikirannya berubah. Layaknya gelas kaca mereka sangat cepat pecah dan tidak dapat menerima perlakuan kasar dan keras[3].

 

Maka lihatlah wahai para lelaki, lihatlah wahai para suami !!!

Ibumu, Istrimu bagaikan gelas-gelas kaca…

Janganlah berlaku kasar pada mereka…

Janganlah engkau remukkan hatinya..

Janganlah engkau pecahkan dirinya…

Janganlah engkau lepaskan mereka…

Peganglah dia, genggamlah dia dengan penuh kelembutan dan perhatian…

 

Lihatlah betapa cepat mereka berubah…

Janganlah rentannya mereka berubah,

membuatmu menyerah membimbing mereka….

Janganlah terlalu bersikap dingin dengan mereka..

Jangan pula bersikap keras dan kaku terhadap mereka….

 

 

Selesai ‘Isya, 18 Jumadil Ulaa 1436 H, 8 Maret 2015 M

Al Faaqir ilaa Maghfiroti Robbihi,

 

Aditya Budiman bin Usman.

[1] HR. Bukhori no. 6149, Muslim no. 6180.

[2] Lihat Fathul Baari oleh Ibnu Hajar Rohimahullah hal. 18/XIV terbitan Dar Thoyyibah, Riyadh, KSA.

[3] Idem hal. 18-19/XIV.

Tulisan Terkait

One Comment ( ikut berdiskusi? )

  1. Nandang Therapist
    Sep 22, 2018 @ 10:09:06

    Sangat bermanfaat tulisan ini, terima kasih

    Reply

Leave a Reply