Tafsir Surat Al Kahfi (21)

23 Mar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Tafsir Surat Al Kahfi (21)

Segala puji yang disertai pengagungan seagung-agungnya hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dan perendahan diri kita yang serendah-rendahnyanya hanya kita berikan kepadaNya Robbul ‘Alamin yang telah menurunkan Al Qur’an sebagai petunjuk. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam, istri-istri Beliau, Keluarganya, para Sahabatnya dan ummat Beliau yang senantiasa meniti jalannya dengan baik hingga hari kiamat.

[Tafsir Surat Al Kahfi ayat 26]

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman,

قُلِ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا لَبِثُوا لَهُ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَبْصِرْ بِهِ وَأَسْمِع مَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا يُشْرِكُ فِي حُكْمِهِ أَحَدًا

“Katakanlah, “Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); kepunyaan-Nya-lah semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah tajam penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tak ada seorang pelindungpun bagi mereka selain dari pada-Nya; dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan”. (QS. Al Kahfi [18] : 26).

Makna Asmaul Husna, Al Kholiq, Al Baari dan Al Mushowwir

20 Mar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Makna Asmaul Husna, Al Kholiq, Al Baari dan Al Mushowwir

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Kembali kita melanjutkan artikel seputar penjelasan ringkas makna dari Asma’ul Husna Allah ‘Azza wa Jalla. Pada kesempatan kali ini kita telah sampai pada makna  Al Kholiq, Al Baari dan Al Mushowwir.

Berwudhu Dengan Air Yang Sudah Tersimpan Lama

18 Mar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Berwudhu Dengan Air Yang Sudah Tersimpan Lama

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Ketika anda melakukan safar dalam waktu yang relatif lama. Setibanya di rumah anda baru dapat mengerjakan sholat jama’ karena mendapatkan udzur safar. Namun waktu sholat ketika itu hendak habis sedangkan air yang ada adalah air yang berada di bak mandi sebelum anda safar. Bolehkah anda menggunakan air yang sudah lama ditinggal di bak mandi tersebut untuk wudhu ?

Simak tanya jawab berikut, mudah-mudahan dapat mendekatkan pada kondisi di atas.

Beberapa Adab Kepada Orang Tua (3)

13 Mar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Beberapa Adab Kepada Orang Tua (3)

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Melanjutkan adab-adab sebelumnya kepada kedua orang tua. Adab berikutnya adalah tidak duduk sementara orang tua berdiri.

Syaikh Musthofa Al ‘Adawiy Hafizhahullah mengatakan[1],

Sholatmu Membersihkan Dosamu

9 Mar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sholatmu Membersihkan Dosamu

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Setiap manusia tentu suka, cinta dengan bersih dan kebersihan. Kita tentu sangat tidak sedap melihat orang yang kucel, dakian, gak pernah mandi selama berhari-hari. Tak satu pun dari kita suka berlama-lama dengan orang yang kondisinya demikian.

Itulah gambaran pentingnya kebersihan diri bagi pandangan orang lain. Namun terkadang kita lupa menjaga kebersihan hal yang bersifat ukhrowi, kebersihan dari dosa-dosa.

Penuntut Ilmu Membusungkan Dada

6 Mar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Penuntut Ilmu Membusungkan Dada

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Layaknya padi, semakin berisi semakin merunduk. Demikianlah ilmu jika dituntut dengan niat yang benar. Seorang yang berilmu semakin lama akan semakin merasakan bahwa ilmu yang ada pada dirinya belum ada apa-apanya. Namun sebaliknya ketika seorang yang menuntut ilmu namun niatnya masih salah maka dia akan seperti air yang dangkal beriak namun tak dalam. Ucapannya, komentarnya lebih banyak dibandingkan ilmunya. Dia pun sangat ingin dianggap orang sebagai ustadz, orang yang berilmu. Keberadaan dirinya selalu ingin mendapatkan pengakuan dari orang lain. Rasa hatinya dialah yang lebih berilmu dibandingkan orang lain.

Nah, berikut ada sebuah untaian ringkas dari Syaikh Muhammad  bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah seputar penuntut ilmu yang membusungkan dadanya.

 

Ucapkan Salam Ketika Masuk Rumah

1 Mar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ucapkan Salam Ketika Masuk Rumah

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Sejauh mana pun kita berjalan tentu akhirnya kita ingin kembali menginjakkan kedua kaki di rumah kita, walaupun rumah kita hanya berupa gubuk nan reot. Di saat yang bersamaan pula, setiap muslim dan muslimah tentu tidak ingin syaithon menyertainya ketika itu. Namun tak sedikit dari kita yang belum mengetahui sebab-sebab agar syaithon tidak menyertai anda ketika anda dan keluarga anda sedang bercengkarama dengan penuh kehangatan di rumah.

Untuk itu mari simak beberapa potong kalimat berikut ini.