Beda Sabar dan Ridho

7 Aug

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Beda Sabar dan Ridho

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Diantara buah keimanan yang benar terhadap takdir Allah (klik di sini) atau dalam bahasa syari’atnya qodho dan qodar Allah adalah adanya keridhoan seorang hamba atas apa yang Allah takdirkan pada dirinya dan kehidupannya.

Lantas apa yang dimaksud dengan ridho ? Dan apa bedanya dengan sabar ?

3 Kelompok Menyimpang Dalam Masalah Takdir

3 Aug

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

3 Kelompok Menyimpang Dalam Masalah Takdir

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Beriman terhadap takdir baik dan buruknya merupakan salah satu bagian dari rukun iman yang enam. Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam pernah ditanya Jibril ‘alaihissalam tentang apa itu iman. Lantas beliau Shollallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab,

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

“Engkau beriman kepada Allah, malaikat Nya, kitab-kitab Nya, para rosul Nya, hati akhir dan engkau beriman terhadap takdir baik serta buruknya”[1].

Lalu Jibril ‘alaihissalam pun membenarkan jawaban beliau.

Tadabbur Ayat Istiwa’

29 Jul

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Tadabbur Ayat Istiwa’

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Diantara keyakinan Ahlu Sunnah wal Jama’ah dari zaman dahulu hingga sekarang adalah Allah Subhana wa Ta’ala berada di atas langit beristiwa’ di atas ‘Arsy Nya. Untuk lebih lanjut mengenai hal ini silakan klik tautan berikut (klik di sini).

Yang ingin kita sampaikan di sini adalah sebuah renungan pada ayat-ayat Allah yang menjadi dalil bahwasanya Allah ‘Azza wa Jalla beristiwa’ di atas ‘Arsy Nya. Diantara adalah firman Allah Subhana wa Ta’ala,

هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Kemudian Dia bersemayam di atas ´Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya,  apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”.

(QS. Al Hadiid [57] : 4)

2 Kiat Bersabar di Atas Sunnah

25 Jul

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

2 Kiat Bersabar di Atas Sunnah

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Berpegang teguh di atas Sunnah Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam merupakan sebuah kenikmatan luar biasa. Tidak setiap muslim mendapatkan nikmat ini. Sunnah yang dimaksud di sini bukanlah sunnah dalam istilah fiqih. Sunnah di sini merupakan sebuah istilah yang dipakai para ulama salaf dalam memberikan judul kitab mereka yang berkaitan dengan permasalahan aqidah dan pokok-pokok agama.

 

Tercelanya Kesombongan

21 Jul

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Tercelanya Kesombongan

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Ada sebuah dosa yang merupakan dosa pertama kepada Allah Ta’ala. Sebuah dosa yang dosa yang digariskan, dicontohkan Iblis kepada para pengikutnya. Dia pun meridhoi dosa tersebut untuk orang-orang yang mengikutinya. Dia akan menempatkan mereka pada posisi kehancuran yang luar biasa, kerusakan besar karena telah mewarisi dosa yang buruk akibatnya ini. Ketahuilah dosa tersebut adalah kesombongan. Inilah dosa dan kemaksiatan yang yang paling buruk. Wajib bagi seorang hamba Allah yang beriman untuk mewaspadainya. Sebab dosa ini akan menghasilkan dosa-dosa lainya dan menggiring pada berbagai keburukan. (لأنه ذنبٌ يوقِع في ذنوب وشرٌ يجر إلى شرور)

Pelajaran Dari Bangun Tidur Part 2

17 Jul

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Pelajaran Dari Bangun Tidur Part 2

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Tidur merupakan sebuah kenikmatan yang patut disyukuri. Bangun dari tidur juga merupakan sebuah kenikmatan lain yang tentu wajib untuk disyukuri juga. Disyukuri dengan memuji Allah ‘Azza wa Jalla atas nikmat ini dan mengingat kembali tujuan utama anda dibangunkan adalah untuk kembali berdzikir, mengingat Allah dan melaksanakan ibadah hanya kepada Nya.

Masih Sinis Liat Orang Celana Cingkrang?!

10 Jul

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Masih Sinis Liat Orang Celana Cingkrang ?!

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Seiring dengan tersebarnya ilmu agama dengan berbagai wasilahnya berdampak pada tersebarnya penerapan berbagai sunnah[1] Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam di berbagai tempat dan kesempatan. Salah satu sunnah tersebut adalah meninggikan pakaian di atas mata kaki atau yang populer dengan istilah cingkrang.