Sunnah Mengangkat Tangan dalam Sholat dan Tempatnya

11 Apr

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sunnah Mengangkat Tangan dalam Sholat dan Tempatnya

Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.

Masih seputar tema sebelumnya, artikel kali ini masih membahas seputar masalah variasi dalam beribadah. Jika pada tulisan yang lalu kita ketengahkan tentang berdo’a ketika tasyahud awal dan akhir. Maka kali ini kita akan ketengahkan seputar mengangkat tangan dalam sholat.

Salah satu dalil pokok tentang hal ini adalah sebuah hadits yang diriwayatkan dari Nafi’ Rohimahullah, beliau mengatakan,

أَنَّ ابْنَ عُمَرَ كَانَ إِذَا دَخَلَ فِى الصَّلاَةِ كَبَّرَ ، وَرَفَعَ يَدَيْهِ وَإِذَا رَكَعَ رَفَعَ يَدَيْهِ ، وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَفَعَ يَدَيْهِ ، وَإِذَا قَامَ مِنَ الرَّكْعَتَيْنِ رَفَعَ يَدَيْهِ

“Sesungguhnya Ibnu ‘Umar Rodhiyallahu ‘anhuma biasanya jika hendak memulai sholatnya beliau bertakbir dan mengangkat kedua tangannya. Jika hendak ruku’ juga mengangkat kedua tangannya. Jika beliau mengucapkan Samiallahu Liman Hamidah juga mengangkat kedua tangannya. Jika berdiri dari roka’at kedua juga mengangkat kedua tangannya”[1].

Riwayat ini memiliki jalur yang marfu’ sampai Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam sebagaimana juga dalam Shohih Bukhori, beliau mengatakan, “Hammad bin Salamah meriwayatkan dari Ayyub dari Nafi’ dari Ibnu ‘Umar dari Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam[2].

Syaikh Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim Hafidzahullah mengatakan[3],

Sunnah Mengangkat Tangan dalam Sholat dan Tempatnya 1

Inilah 4 tempat dimana sangat disunnahkan mengangkat kedua tangan. Namun disunnahkan juga kadang-kadang mengangkat kedua tangan pada setiap pada setiap hendak bangkit dan akan turun. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Malik bin Al Huwairits Rodhiyallahu ‘anhu sesungguhnya,

أَنَّهُ رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَفَعَ يَدَيْهِ فِي صَلَاتِهِ وَإِذَا رَكَعَ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ وَإِذَا سَجَدَ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ السُّجُودِ حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا فُرُوعَ أُذُنَيْهِ

“Sesungguhnya beliau pernah melihat Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam sholat dengan mengangkat kedua tangannya setiap kali hendak bangkit dan akan turun, ketika bangkit dari ruku’, ketika hendak sujud dan bangkit dari sujud. Beliau Shollalahu ‘alaihi wa Sallam mengangkat kedua tangannya hingga setentang kedua telinganya”[4].

Beliau Hafidzahullah melanjutkan,

Sunnah Mengangkat Tangan dalam Sholat dan Tempatnya 2

Tempat dan Tata Cara mengangkat kedua tangan :

Telah shahih dari Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam bahwa sesungguhnya beliau mengangkat kedua tangannya terkadang bersamaan dengan takbir, terkadang setelah takbir dan terkadang sebelum takbir. Kemudian disunnahkan juga mengangkat kedua tangan dengan menegakkan jari jemari tangan setentang bahu sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Qotadah[5] Rodhiyallahu ‘anhu atau setentang telinganya sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Wail bin Hujr[6]”.

Kesimpulannya

Sangat disunnahkan mengangkat kedua tangan dalam sholat pada 4 keadaan :

  1. Ketika hendak memulai sholat,
  2. Ketika hendak ruku’,
  3. Ketika mengucapkan ‘Sami’ Allahu Liman Hamidah’,
  4. Ketika hendak berdiri dari roka’at kedua.

Namun disunnahkan juga kadang-kadang mengangkat kedua tangan pada setiap hendak bangkit dan turun[7].

 

Setelah Subuh 17 Jumadits Tsaniy 1436 H/ 7 April 2015 M.

Aditya Budiman bin Usman

[1] HR. Bukhori no. 739 dan Muslim no. 390.

[2] Idem.

[3] Lihat Shohih Fiqh Sunnah oleh Syaikh Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim hal. 343-344/I terbitan Maktabah Tauqifiyah, Mesir.

[4] HR. An Nasa’i no. 672 dan Ahmad no. 493. Penulis Shohih Fiqh Sunnah menilai shohih hadits ini.

[5] HR. Bukhori.

[6] HR. Muslim (pen.).

[7] Jika hadits yang dijadikan dalil dalam masalah ini shohih. Karena sebagian ulama menilai haditsnya lemah. Allahu a’lam.

 

Tulisan Terkait

3 Comments ( ikut berdiskusi? )

  1. Rudy
    Jan 24, 2017 @ 19:28:23

    Assalamualaikum…
    Terima kasih untuk ulasannya…

    Reply

  2. RSMLI AMIM
    Mar 23, 2017 @ 21:19:48

    Assalamualaikum Ustaz,
    Terima kasih tuan atas penjelasan ini. Ini kerana ada katib yang menegur perbuatan saya mengangkat tangan selepas bangun dari sujud pada rakaat yg pertama adalah salah, katanya, ini tidak pernah di buat oleh nabi (sae) dan apa yg saya lakukan adalah tidak betul dan saya sepatutnya tidak melakukan demikian. Tambahnya lagi tidaklah sampai membatalkan dolat
    Assalamualaikum

    Reply

Leave a Reply