Sujud Sahwikah Jika Makmum Lupa ?

20 Jun

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sujud Sahwikah Jika Makmum Lupa ?

Segala puji yang disertai pengagungan seagung-agungnya hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dan perendahan diri kita yang serendah-rendahnyanya hanya kita berikan kepadaNya Robbul ‘Alamin. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam.

Keadaan berikut mungkin sebagian diantara kita pernah mengalaminya. Kami sendiri pernah mengalami dan sempat bertanya-tanya bagaimana hukum masalah ini. Namun alhamdulillah kami telah mendapatkan jawabannya. Maka dalam rangka menyebarkan ilmu dan kebaikan kami kutipkan permasalahan yang kami maksudkan dan jawabannya.

Pertanyaan :

“Jika makmum sholat sejak awal bersama imam namun suatu saat makmum lupa sedangkan imam tidak. Maka apakah makmum wajib melaksanakan sujud sahwi ?”

Jawab :

Makmum tidaklah wajib sujud sahwi kecuali mengikuti imam yang melakukan sujud sahwi sebagai bentuk ittiba’ dengan dengan imamnya, sebagaimana keumuman sabda Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam,

إِنَّمَا جُعِلَ الإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَلاَ تَخْتَلِفُوا عَلَيْهِ

“Sesungguhnya imam diangkat untuk diikuti/diteladani maka janganlah kalian menyelisihinya”[1].

Sujud sahwi adalah wajib sholat namun bukan rukun sholat. Melaksanakan wajib sholat gugur hukum wajibnya bagi makmum demi mengikuti imam. Sebagai contoh seandainya seorang makmum sholat dzuhur berjamaah bersama imam dalam kedaan masbuq dan mendapati imam telah masuk pada rokaat yang kedua. Maka rokaat ketiga bagi imam adalah rokaat kedua bagi makmum. Makmum tidaklah wajib duduk untuk melakukan tasyahud awal yang mana tasyahud awal adalah salah satu wajib sholat dan hal tersebut gugur demi mengikuti imam yang telah masuk rokaat ketiga.

Apabila (melaksanakan) wajib sholat gugur hukum wajibnya bagi makmum dalam rangka mengikuti imam maka kewajiban sujud sahwi pun gugur disebabkan mengikuti imam. Hal ini berlaku jika makmum sholat bersama imam sejak awal.

Demikianlah pembahasan singkat ini, mudah-mudahan bermanfaat. Amin

Disadur dari kitab Sujud Sahwi fi Dhou’is Sunnah al Mutohharoh oleh Syaikh Prof. DR. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath Thoyyar hal. 109 terbitan Madarul Wathon, Riyadh, KSA.

Sigambal,

Setelah ‘Isya,

Aditya Budiman bin Usman

19 Juni 2011 M.


[1] HR. Bukhori No. 689.

 

Tulisan Terkait

3 Comments ( ikut berdiskusi? )

  1. imun
    Jun 20, 2011 @ 04:34:21

    dulu ak liat antm sujud sahwi sendiri wktu shalat jamaah (tarawih),pdhl imamnya ga sujud sahwi? tlg jelasin syaikh

    Reply

    • budi
      Jun 21, 2011 @ 01:52:23

      Jazakallah Khoir atas perhatiannya mas. Ya mas, Tapi itu ketika ana masih belajar sujud sahwi itu wajib walaupun kita lupa dalam sholat sunnah. Nah, alhamdulillah sekarang ana sudah tahu bagaimana rinciannya…kalo antum ana kelonggaran rizki belilah kitab yang ana jadikan rujukan di atas. Pembahasannya lumayan bagus..Allahu A’lam

      Reply

      • budi
        Jun 22, 2011 @ 01:22:34

        buat pembaca yang belum paham maksud akh imun tentang syaikh maka biasanya ikhwan2 di jogja biasa memanggil kawan dengan syaikh yang maksudnya adalah pak tua…bukan ulama seperti yang sering dituliskan sebagai maroji’.

        Reply

Leave a Reply