Suci Dari Haidh Menjelang Sahur Namun Belum Sempat Mandi

21 Jun

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Suci Dari Haidh Menjelang Sahur Namun Belum Sempat Mandi

Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.

Jika ada seorang wanita yang sudah baligh mengalami haidh. Lantas ketika waktu subuh sebentar lagi tiba, sang perempuan mendapati dirinya sudah dalam keadaan suci. Namun dia belum sempat mandi. Lantas bagaimana status puasanya ? Apakah ada kewajiban menahan diri untuk tidak makan dan minum jika puasanya tidak sah ?

Mari simak tanya jawab berikut.

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah pernah ditanya[1],

Suci Dari Haidh Menjelang Sahur Namun Belum Sempat Mandi 1

“Jika seorang wanita yang haidh telah suci sebelum waktu subuh tiba dan belum sempat mandi wajib kecuali setelah subuh. Bagaimana status hukum puasanya ?”

Beliau Rohimahullah menjawab,

Suci Dari Haidh Menjelang Sahur Namun Belum Sempat Mandi 2

“Jika wanita yang haidh tersebut telah suci sebelum waktu subuh tiba walaupun satu menit namun dia harus yakin telah suci. Apabila hal itu terjadi di Bulan Romadhon maka wajib baginya menahan diri sedangkan puasanya sah. Karena dia berpuasa setelah dalam suci walaupun mandi wajibnya setelah masuk waktu subuh. Sebagaimana seorang laki-laki yang mendapati waktu subuh dalam keadaan junub dari berhubungan dengan istrinya atau mimpi basah namun belum sempat mandi wajib kecuali setelah waktu subuh tiba. Puasanya pun sah”.

Suci Dari Haidh Menjelang Sahur Namun Belum Sempat Mandi 3

“Pada kesempatan ini, saya (Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah -pen) ingin meluruskan dan menambahkan tentang sebuah perkara lain terkait dengan wanita. Perkara tersebut adalah jika seorang wanita mendapatkan haidh setelah dia melaksanakan puasa pada hari itu. Sebagian wanita menyangka jika dia mendapatkan haidh setelah maghrib namun sebelum sholat isya maka puasanya pada hari tersebut batal. Sangkaan ini merupakan sangkaan yang tidak berdasar. Bahkan yang tepat bahwa wanita yang mendapatkan haidh setelah masuk waktu maghrib walaupun sesaat saja, sesungguhnya puasanya telah sempurna dan sah”.

 

Allahu a’lam.

Setelah ‘Ashar, 28 Sya’ban 1436 H, 15 Juni 2015 M

Aditya Budiman bin Usman bin Jubir

[1] Lihat Majmuu’ Fataawaa Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah hal. 105-106/XIX terbitan Dar Tsuroya, Riyadh, KSA.

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply