Status Sholat Orang Yang Isbal

24 Dec

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Status Sholat Orang Yang Isbal

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Allah Subhana wa Ta’ala memerintahkan kita untuk menggunakan pakaian terbaik kita ketika hendak melaksanakan sholat. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

يَا بَنِي آَدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ

“Wahai anak keturunan Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid”. (QS. Al A’rof [7] :31).

Bagaimana jika pakaian yang digunakan tersebut isbal[1] ? Bagaimana status sholat orang tersebut, sahkah atau tidak ?

Maka mari simak tanya jawab berikut.

Pertanyaan

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah pernah ditanya[2],

Status Sholat Orang Yang Isbal 1

“Jika pakaian atau celana seseorang panjang hingga melebihi kedua mata kaki, apakah sholatnya sah ?”

Jawaban :

Status Sholat Orang Yang Isbal 2

Jika celana tersebut panjangnya melebihi kedua mata kaki maka hukumnya haram berdasarkan sabda Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam,

مَا أَسْفَلَ مِنْ الْكَعْبَيْنِ مِنْ الْإِزَارِ فَفِي النَّارِ

“Pakaian yang melebihi kedua mata kaki maka tempatnya di neraka”[3].

Berdasarkan ini seseorang wajib mengangkat celana panjangnya dan pakaian jenis lainnya di atas kedua mata kakinya. Jika dia sholat dalam keadaan pakaian berada di bawah kedua mata kaki maka para ulama berbeda pendapat tentang keabsahan (sah atau tidak) sholatnya. Diantara mereka ada yang berpendapat bahwa sholatnya sah karena orang tersebut telah melaksanakan salah satu kewajiban sholat berupa menutup aurot. Diantara mereka ada yang berpendapat bahwa sholatnya tidak sah. Karena dia menutup aurotnya dengan pakaian yang haram. Ulama yang berpendapat ini berpandangan bahwa syarat menutup aurot adalah menutupnya dengan pakaian yang mubah (tidak haram).

Seseorang yang sholat dalam keadaan pakaiannya isbal berada dalam kondisi yang berbahaya. Maka wajib baginya untuk bertaqwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan mengangkat pakaiannya hingga berada di atas kedua mata kakinya”.

 

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin

* * *

Kesimpulannya :

Jangan pertaruhkan keabsahan ibadah anda. Allahu a’lam.

 

Setelah Isya, 10 Robi’ul Awwal 1437 H, 20 Desember 2015 M

Aditya Budiman bin Usman bin Zubir

[1] Tentang masalah isbal silakan lihat tulisan seorang senior sekaligus guru kami di sini.

[2] Lihat Fatawa Al Islamiyah hal. 301/I Terbitan Darul Wathon, Riyadh, KSA.

[3] HR. Bukhori no. 5787.

 

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply