Seputar Sahur -1

13 Jul

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Seputar Sahur -1

Segala puji hanya milik Allah ‘Azza wa Jalla. Dzat yang telah mewajibkan puasa bagi hamba-hambaNya. Sholawat serta salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi was sallam kepada istri-istri beliau dan seluruh sahabatnya Ridwanullah alaihim ajma’in.

[Pengertian Sahur]

Sahur merupakan kata serapan yang berasal dari bahasa arab. Syaikh Abdullah bin Abdurrohman Alu Bassam rohimahullah mengatakan,

“Sahur dengan huruf sin difathah (سَحُوْرٌ) artinya sesuatu yang digunakan untuk makan sahur (objek/kata benda). Sedangkan jika dengan huruf sin didommah (سُحُوْرٌ) artinya perbuatan makan sahur (prediket/kata kerja)[1].

[Sahur Merupakan Pembeda Puasa Kaum Muslimin dan Selain Mereka]

Nabi shollallahu ‘alaihi was sallam mengatakan,

فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ

“Pembeda puasa kalian dan puasa ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) adalah makan sahur”[2].

Maka salah satu hikmah terbesar dari makan sahur adalah mengikuti bagaimana puasanya Nabi shollallahu ‘alaihi was sallam disamping terdapat hikmah-hikmah lainnya.

[Berkah Ada di Makan Sahur]

Nabi shollallahu ‘alaihi was sallam mengatakan,

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً

“Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya pada perbuatan makan sahur dan makanan yang kalian gunakan untuk makan sahur terdapat berkah”[3].

Berdasarkan apa yang disampaikan syaikh Abdullah bin Abdurrohman Alu Bassam di atas makan keberkahan makan sahur ada pada makanannya dan perbuatan makan sahurnya. Hal ini juga sebelumnya disampaikan Al Imam An Nawawi[4] dan Ibnu Hajar Al Asqolani rohimahumallah.

Fairuz Abadi rohimahullah mengatakan,

“Sahur itu adalah (waktu yang sangat dekat dengan waktu) subuh (والسَّحَرُ قُبَيْلَ الصُّبْحِ)”[5].

Oleh karena itu maka keberkahan sahur juga ada dalam waktu makan sahur (beberapa saat sebelum subuh). Nabi shollallahu ‘alaihi was sallam pun mengatakan,

فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

“Karena sesungguhnya Allah dan Malaikatnya bersholawat untuk orang-orang yang melaksanakan sahur”[6].

Makna sholawat Allah kepada hambaNya adalah pujian kepada mereka dari al Mala’ul A’la[7].

Disamping itu masih banyak sekali faidah diniyah dan duniawiyah yang di dapat dari makan sahur namun jika dijelaskan di tempat ini maka pembahasan kita akan panjang sekali. Namun demikian marilah kita manfaatkan waktu sahur sebaik-baiknya.

Mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan Allah jadikan kaum muslimin (terutama di negeri kita) Amin.

Menjelang Tidur,

Sigambal, 12 Juli 2011

 

 

 

Aditya Budiman bin Usman



[1] Lihat Taisirul ‘Alam Syarh ‘Umdatul Ahkam hal. 368, cetakan Maktabah Ar Rusyd, Riyadh.

[2] HR. Muslim no. 1096.

[3] HR. Bukhori no. 1923 dan Muslim no. 1095.

[4] Lihat Al Minhaj Syarh Shohih Muslim dengan tahqiq oleh Syaikh Kholil Ma’mun Syiha’  hal. IV/206 terbitan Darul Ma’rifah, Beirut.

[5] Lihat Al Qomus Al Muhith oleh Fairuz Abadi hal. I/421, Asy Syamilah.

[6] HR. Ahmad no. 11414, Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan, “Hadits Shohih namun lemah dengan sanad yang (dibawakan Imam Ahmad) disebabkan adanya perowi yang bernama Abdurrohman bin Zaid sedang perowi selainnya adalah perowi yang tsiqoh.

[7] Lihat Syarh Al Aqidah Al Wasithiyah oleh Syaikh Ibnu Utsaimin hal. 31 terbitan Dar Ibnul Jauziy, Riyadh.

 

Tulisan Terkait

3 Comments ( ikut berdiskusi? )

  1. anonim
    Jul 21, 2012 @ 08:34:36

    ijin share y bg admin

    Reply

Leave a Reply