Seputar Lailatul Qodar -1

7 Aug

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Seputar Lailatul Qodar -1

Alhamdulillah kita telah memasuki pertengahan Romadhon yang berarti bahwa malam dimana setiap mukmin ingin mendapatkan malam yang disebut Allah dengan malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Lailatul Qodr adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan”. (QS. Al Qodr [97] : 3).

Ia juga adalah malam dimana Allah Subhana wa Ta’ala menurunkan Al Qur’an, Allah Subhana wa Ta’ala berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ

“Bulan Romadhon yang padanya diturunkan Al Qur’an”. (QS. Al Baqoroh [2] : 185).

Syaikh Musthofa Al Adawi hafidzahullah mengatakan, “………. Adapun Al Qur’an maka sesungguhnya ia diturunkan (secara menyeluruh) dari langit dunia ke baitul ‘izzah yang mana hal ini terjadi pada Bulan Romadhon di malam lailatul qodr”[1].

Nah untuk itu kita perlu mengetahui beberapa hal seputar malam yang mulia ini.

[Waktu Lailatul Qodr / Kapan Terjadinya (?) ][2]

Terdapat riwayat dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bahwa lailatul qodr itu terdapat pada malam ke-21, 23, 25, 27 atau 29 dan malam terakhir Bulan Romadhon.

Pendapat yang paling rojih dalam masalah ini adalah pendapat yang menyebutkan bahwa lailatul qodr itu terjadi pada di malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir di Bulan Romadhon. Hal ini berdasarkan hadits ‘Aisyah Rodhiyallahu ‘anha. Beliau mengatakan,

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يُجَاوِرُ فِيْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِر مِنْ رَمَضَانَ وَيَقُوْلُ ( تَحَرُّوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِيْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ )

“Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam selalu bangun pada malam terakhir pada bulan Romadhon seraya bersabda, “Dapatkanlah/carilah lailatul qodr pada malam ganjil dari sepuluh hari terakhir di Bulan Romadhon[3].

Dalam riwayat lainnya disebutkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

تَحَرُّوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِيْ الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah malam lailatul qodr itu pada malam-malam ganjil di malam sepuluh akhir Romadhon”[4].

Jika seorang hamba tidak mampu maka janganlah sampai ia melewatkan untuk berlomba mengejarnya pada tujuh malam terakhir Bulan Romadhon. Hal ini berdasarkan hadits Ibnu ‘Umar Rodhiyallahu ‘anhuma,

الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ – يَعْنِى لَيْلَةَ الْقَدْرِ – فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِى

“Carilah malam lailatul qodr pada sepuluh hari terakhir di Bulan Romadhon. Jika salah seorang dari kalian itu lemah atau tidak mampu maka janganlah ia sampai ketinggalan mencarinya di tujuh malam tersisa[5].

[Apakah Lailatul Qodr hanya Terjadi pada Bulan Romadhon (?)]

Dari hadits-hadits dan ayat di atas jelas bahwa lalilatul qodr hanya terjadi di bulan Romadhon.

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah mengatakan,

“Lailatul Qodr terjadi pada Bulan Romadhon karena Allah menurunkan Al Qur’an pada lailatul qodr dan mengabarkan bahwa Al Qur’an diturunkan pada Bulan Romadhon. Allah Subhana wa Ta’ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam laliatul qodr”. (QS. Al Qodr [97] : 1).

Dan juga,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ

“Bulan Romadhon yang padanya diturunkan Al Qur’an”. (QS. Al Baqoroh [2] : 185).

Maka dengan ini jelaslah bahwa lailatul qodr terjadi pada Bulan Romadhon dan ia terdapat pada ummat ini hingga hari qiyamat”[6].

[Bagaimana dengan hadits Ubay bin Ka’ab (?)]

Ubay bin Ka’ab mengatakan,

وَاللَّهِ إِنِّى لأَعْلَمُهَا وَأَكْثَرُ عِلْمِى هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ

“Demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar mengetahui bahwa malam yang diperintahkan Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam  perintahkan kepada kami untuk memperbanyak sholat adalah malam ke dua puluh tujuh”[7].

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah mengatakan,

“Lailatul Qodr tidaklah dikhususkan terjadi hanya pada malam tertentu pada setiap tahunnya akan tetapi berpindah-pindah. Maka dapat saja terjadi lalilatul qodr pada malam dua puluh tujuh pada suatu tahun dan tahun yang lain dapat saja terjadi pada malam dua puluh lima tergantung kehendak Allah Subhana wa Ta’ala[8].

 

Sigambal Ba’da Tarawih, malam 17 Romadhon 1433 H/05 Agustus 2012 M

 

[Aditya Budiman bin Usman]



[1] Shohih Tafsir Ibnu Katsir hal. 210/I terbitan Dar Ibnu Rojab, Mesir.

[2] Kami ringkas dari kitab Shifat Shoum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam oleh Syaikh ‘Ali bin Hasan Al Halabi dan Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali hal. 86-91 terbitan Al Maktab Al Islamiyah, Yordania. Namun kami tambahkan dari beberapa sumber lainnya yang akan disebutkan referensinya dalam footnote.

[3] HR. Bukhori no.  1916 dan Muslim no. 2833.

[4] HR. Bukhori no.  1913 dan Muslim no. 1169

[5] HR. Bukhori no. 1917 dan Muslim no. 1165.

[6] Lihat Majalisy Syahri Romadhon hal. 111 terbitan Darul Aqidah, Mesir.

[7] HR. Muslim no. 1822

[8] Lihat Majalisy Syahri Romadhon hal. 112.

Tulisan Terkait

Leave a Reply