Salah Satu Tanda Puasa Romadhon Anda Diterima

7 Aug

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Salah Satu Tanda Puasa Romadhon Anda Diterima

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Bulan Romadhon telah berlalu,namun tentu ada kekhawatiran seorang mukmin apakah puasa Romadhonnya diterima Allah Subhana wa Ta’ala. Do’apun telah dimohonkan, namun adakah tandanya puasa Romadhon kali ini diterima ?!

Inilah yang akan kita ketengahkan pada kesempatan kali ini. Ibnu Rojab Al Hambaliy Rohimahullah mengatakan,

وَ فِيْ مُعَاوَدَةِ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ فَوَائِدُ عَدِيْدَةٌ : …….

مِنْهَا : أَنَّ مُعَاوَدَةَ الصِّيَامِ بَعْدَ صِيَامِ رَمَضَانَ عَلَامَةٌ عَلَى قَبُوْلِ صَوْمِ رَمَضَانَ؛ فَإِنَّ اللهَ إِذَا تَقَبَّلَ عَمَلَ عْبْدٍ وَفَّقَهُ لِعَمَل صَالِحٍ بَعْدَهُ, كَمَا قَالَ بَعْضُهُمْ : ثَوَابُ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا, فَمَنْ عَمِلَ حَسَنَةً ثُمَّ اتَّبَعَ بِحَسَنَةٍ بَعْدَهَا كَانَ ذَلِكَ عَلَامَةً عَلَى قَبُوْلِ الحَسَنَةِ الْأُوْلَى. كَمَا أَنَّ مَنْ عَمِلَ حَسَنَةً ثُمَّ اْتَّبَعَهَا بِسَيِّئَةٍ كَانَ ذَلِكَ عَلَامَةَ رَدِّ الحَسَنَةِ وَ عَدَمِ قَبُوْلِهَا.

“Membiasakan puasa setelah puasa Romadhon terdapat beragam faidah : …….

Diantaranya bahwa sesungguhnya membiasakan puasa setelah puasa Romadhon merupakan tanda diterimanya puasa Romadhon. Karena sesungguhnya Allah Subhana wa Ta’ala jika menerima amalan seorang hamba maka Allah Tabaroka wa Ta’ala akan memberikan hidayah untuk beramal sholeh setelahnya. Sebagaimana yang dikatakan sebagian ulama : Ganjaran sebuah amal kebaikan adalah amal kebaikan setelahnya. Maka barangsiapa yang beramal dengan sebuah amal kebaikan kemudian mengiringinya dengan amal kebaikan setelahnya merupakan tanda diterimanya amal kebaikan sebelumnya. Demikian juga barangsiapa yang beramal kebaikan kemudian mengiringinya dengan amal keburukan setelahnya maka hal itu merupakan tanda ditolaknya dan tidak diterimanya amal kabaikan sebelumnya”[1].

Maka pada saat ini kita sedang berada dalam bulan yang mulia yaitu bulan Syawal, kami mengajakan diri kami sendiri kemudian pembaca sekalian untuk mari iringilah puasa Romadhon kita yang telah lalu dengan mengerjakan puasa 6 hari di Bulan Syawal (untuk rincian seputar puasa ini silakan klik di sini).

Namun sebuah hal yang perlu diingat adalah apa yang disampaikan Ibnu Rojab Rohimahullah di atas merupakan sebagian tanda, dan tanda bukanlah menunjukkan sebuah kepastian. Dapat saja sesuatu sesuai tanda yang disampaikan namun dapat juga tidak sesuai tanda dengan yang disampaikan. Namun sangat besar harapan bahwa sesuatu yang sesuai dengan tanda merupakan sesuatu dimaksudkan, Allahu a’lam.

 

Mudah-mudahan amalam kita diterima, Amin

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ

Sigambal, setelah subuh bersama Syifa.

11 Syawal 1435 H / 7 Agustus 2014 M / Aditya Budiman bin Usman

 

[1]Lihat Lathooif Al Ma’arif oleh Ibnu Rojab Rohimahullah dengan Tahqiq Syaikh Thoriq ‘Awadallah hal. 388 terbitan Makatab Islamiy, Beirut.

 

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply