Penjelasan Seputar Bau Mulut Orang Yang Berpuasa

19 Jul

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Penjelasan Seputar Bau Mulut Orang Yang Berpuasa

 

Segala puji hanya kembali dan milik Allah Tabaroka wa Ta’ala, hidup kita, mati kita hanya untuk menghambakan diri kita kepada Dzat yang tidak membutuhkan sesuatu apapun dari hambanya. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah, Muhammad bin Abdillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam, beserta keluarga dan para sahabat beliau radhiyallahu ‘anhum.

Ada sebuah hadits shohih yang sering diperdengarkan ketika telah memasuki Bulan Romadhon. Hadits tersebut adalah hadits yang diriwayatkan dari sahabat Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu,

….لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ…

“Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah pada hari qiyamat dari pada wangi kasturi”[1].

Sebagian orang yang ingin mendiskreditkan islam dan orang-orang yang berpuasa, mencela islam dan orang yang berpuasa dengan hadits ini. Mereka mencemooh sebuah ibadah yang agung ini karena tidak suka dengan aroma mulut orang yang berpuasa. Seakan-akan bau ini lebih layak untuk dicela dari pada bau mulut orang yang mengkonsumsi suatu yang haram yaitu rokok, Laa Hawla wa Laa Quwwata illa billah.

Untuk itulah kami akan sampaikan dua penjelasan ulama seputar hadits ini agar kita dapat memahami dengan mudah hadits di atas.

[Pertama]

Sesungguhnya orang yang berpuasa sedang melakukan sebuah ibadah yang sangat privasi/rahasia. Sebuah ibadah yang tidak diketahui hamba lainnya di dunia. Allah akan memperlihatkan di akhirat ibadah yang ia rahasiakan antara dirinya dan Allah ketika di dunia, dengan Allah jadikan bau mulutnya lebih wangi dari kasturi. Sehingga orang yang berpuasa ini dikenal karena aroma mulutnya yang wangi. Hal ini sebagai balasan karena di dunia ia telah menyembunyikan puasanya ketika hidup di dunia.

Makhul Rohimahullah mengatakan,

Para penghuni surga memiliki aroma wangi yang bermacam-macam, mereka kemudian bertanya, ‘Wahai Robb kami, belum pernah kami mencium aroma yang lebih wangi dari aroma ini, aroma dari manakah ini ?’ maka dikatakan kepada mereka, ‘Itu adalah aroma dari mulut orang-orang yang berpuasa’.

Yusuf bin Asbath Rohimahullah mengatakan,

‘Allah menurunkan wahyu kepada salah seorang Nabi dari kalangan para Nabi, “Katakanlah kepada kaummu hendaklah mereka menyembunyikan amalan mereka, maka kelak aku akan menampakkan amal mereka di kalangan penghuni surga”.

[Kedua]

Sesungguhnya barangsiapa yang menghambakan dirinya kepada Allah dengan melakukan amal keta’atan, dengan niat mencari ridhonya di dunia. Kemudian ketika itu muncul efek dari amalnya tersebut sesuatu yang dibenci jiwa ketika di dunia. Maka hal itu bukanlah sesuatu yang dibenci Allah bahkan hal itu adalah sesuatu yang dicintai Allah. Karena hal itu merupakan efek dari peribadatan hamba-Nya kepada-Nya yang mencari ridho-Nya.

Inilah penjelasan ringkas yang disampaikan Ibnu Rojab Al Hambali Rohimahullah seputar hadits aroma mulut orang yang berpuasa

[Disadur dari kitab Lathoif Ma’arif karya Ibnu Rojab dengan tahqiq dari Thoriq bin Awwadallah hal. 286-288 terbitan Al Maktab Al Islamiy, Beirut.]

 

 

Aditya Budiman bin Usman

-yang mengharap ampunan Robbnya-



[1] HR. Bukhori no. 1904 dan Muslim no. 1151

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply