Pahala Puasa Tidak Terbatas Bilangan

23 Jul

Share

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Pahala Puasa Tidak Terbatas Bilangan

Alhamdulillah kita telah memasuki R0madhon, bulan yang penuh dengan berkah. Bulan dimana Allah Subhana wa Ta’ala membuka pintu pahala bagi hamba-hambanya yang selebar-lebarnya. Bulan dimana ditawarkan sedemikian mudah untuk beramal dan keutamaan lainnya yang tidak kita temukan di bulan lainnya.

Salah satu keutamaan puasa bahkan kami sebut sebagai keutamaan yang paling utama, bahwa puasa Romadhon Allah ‘Azza wa Jalla sendirilah yang akan menentukan seberapa besar ganjaran bagi orang yang mengerjakannya. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam sebuah hadits qudsi yang diriwayatkan dari sahabat yang mulia Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى

“Seluruh anak keturunan Adam dilipatgandakan sepuluh kebaikan yang semisal, bahkan hingga tujuh ratus kali lipat. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Kecuali puasa, maka sesungguhnya puasa itu milikku/untukku dan aku yang akan membalasnya (dengan besaran yang tidak ditentukan –pent.) karena orang yang berpuasa telah menahan syahwatnya dan makanannya disebabkan Aku”[1].

Al Imam An Nawawi Asyafi’i Rohimahullah mengatakan,

اختلف العلماء في معناه مع كون جميع الطاعات لله تعالى

 فقيل سبب اضافته إلى الله تعالى أنه لم يعبد أحد غير الله تعالى به فلم يعظم الكفار في عصر من الأعصار معبودا لهم بالصيام وان كانوا يعظمونه بصورة الصلاة والسجود والصدقة والذكر وغير ذلك

وقيل لأن الصوم بعيد من الرياء لخفائه بخلاف الصلاة والحج والغزو والصدقة وغيرها من العبادات الظاهرة وقيل لأنه ليس للصائم ونفسه فيه حظ قاله الخطابي

قال وقيل ان الاستغناء عن الطعام من صفات الله تعالى فتقرب الصائم بما يتعلق بهذه الصفة وان كانت صفات الله تعالى لا يشبهها شيء

وقيل معناه أنا المنفرد بعلم مقدار ثوابه أو تضعيف حسناته وغيره من العبادات أظهر سبحانه بعض مخلوقاته على مقدار ثوابها

وقيل هي اضافة تشريف كقوله تعالى ناقة الله مع أن العالم كله لله تعالى

وفي هذا الحديث بيان عظم فضل الصوم والحث إليه

“Para ulama berselisih pendapat seputar makna potongan hadits di atas. Namun mereka sepakat bahwa seluruh ketaatan hanya untuk Allah Ta’ala.

Diantara mereka ada yang berpendapat sebab pelipatgandaan pahalanya disandarkan kepada Allah Ta’ala karena tidaklah ada seorangpun yang beribadah dengan ibadah puasa kecuali hanya kepada Allah. Bahkan orang yang dari masa ke masa tidak ada yang menjadikan semisal puasa sebagai ibadah kepada sesembahan selain Allah. Padahal mereka melakukan ibadah yang bentuknya ada dalam gerakan sholat semisal sujud, demikian juga dalam ibadah lainnya semisal sedekah, dzikir, dan sebagainya kepada selain Allah Subhana wa Ta’ala.

Ada juga yang berpendapat hal itu karena puasa adalah sebuah peribadatan yang jauh dari riya karena ia adalah ibadah yang tersembunyi. Hal ini berbeda dengan sholat, haji, berperang, sedekah dan lainnya yang merupakan macam-macam bentuk ibadah yang dzohir. Demikian yang dikatakan Al Khothobi.

Ada juga yang berpendapat sesungguhnya tidak makan merupakan salah satu dari shifat Allah Ta’ala maka seorang hamba yang berpuasa mendekatkan dirinya kepada Allah dengan shifat tersebut namun tentulah shifat yang Allah Ta’ala miliki tidaklah ada yang menyamainya.

Ada juga yang berpendapat, maknanya adalah Allah sendirilah yang mengetahui kadar/bilangan pahalanya atau kelipatan kebaikan dan lain-lain yang mana pada ibadah yang lainnya Allah beritahukan kepada sebagian hambanya seberapa besar ganjaran pahala dan kelipatannya.

Ada juga yang berpendapat bahwa maknanya adalah sebagai bentuk pemuliaan terhadap ibadah puasa. Sebagaimana firman Allah Ta’ala (ناقة الله) onta Allah padahal seluruh alam semesta adalah milik Allah.

Dalam hadits ini terdapat penjelasan betapa agungnya keutamaan puasa dan motivasi bagi kita untuk mengerjakannya”[2].

Namun mungkin diantara kita ada yang bingung ketika membaca hadits di atas dan firman Allah Subhana wa Ta’ala,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. (QS. Az Zumar [39] : 10)

Dalam ayat ini disebutkan bahwa sabar juga Allah Subhana wa Ta’ala akan ganjar dengan pahala yang tidak ada batasannya. Padahal yang dikecualikan Allah ‘Azza wa Jalla dalam hadits di atas adalah puasa ?

Maka jawabannya adalah sebagaimana keterangan Ibnu Rojab Rohimahullah karena puasa merupakan salah satu bagian dari sabar[3].

 

Sigambal Ba’da Tarawih, 01 Romadhon 1433 H/21 Juli 2012 M

 

 

Aditya Budiman bin Usman



[1] HR. Bukhori no. 1904 dan Muslim no. 1151

[2] Lihat Al Minhaj Syarh Shohih Muslim oleh An Nawawi dengan tahqiq Syikh Kholil Ma’mun Syiha hal. 271/IV terbitan Darul Minhaj, Beirut.

[3] Lihat Lathoif Ma’arif oleh Ibnu Rojab dengan tahqiq Thoriq bin Awadallah hal. 268, terbitan Al Maktab Al Islami Beirut.

Tulisan Terkait

Leave a Reply