Menunggu Makmum Lain Atau … ?

4 May

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Menunggu Makmum Lain Atau … ?

Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.

Pernah anda masbuq ? Jika tidak maka alhamdulillah wa barakallah fik. Jika pernah, maka apakah anda pernah mendapati imam sudah duduk tasyahud akhir. Lantas apa yang anda lakukan ? Menuggu imam bangkit atau langsung setelah takbir mengikuti gerakan imam ?

Mari simak penjelasan berikut.

Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah pernah ditanya[1],

Menunggu Imam Bangkit Atau 1

Fadhilatusy Syaikh Rohimahullah pernah ditanya tentang seorang yang hendak masuk melakasanakan sholat jama’ah sedangkan imam sudah dalam keadaan tasyahud akhir. Apakah dia langsung ikut gerakan imam atau menunggu jama’ah lainnya ? Berikanlah fatwa anda kepada kami, Jazakumullah khoir.

Beliau Rohimahullah menjawab,

Menunggu Imam Bangkit Atau 2

“Jika seseorang hendak ikut sholat berjama’ah sedangkan imam sudah dalam keadaan tasyahud akhir . (Ada dua kemungkinan –pen.), apabila masih ada harapan kuat adanya orang lain yang tidak mendapatkan jama’ah seperti anda atau jika tidak ada harapan kuat adanya orang lain seperti anda keadaannya. Karena menurut pendapat yang lebih tepat bahwa tidak terhitung mendapatkan sholat jama’ah kecuali mendapatkan satu roka’at bersama imam berdasarkan keumuman hadits Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam,

مَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الصَّلاَةِ فَقَدْ أَدْرَكَ الصَّلاَةَ

“Barangsiapa yang mendapatkan 1 roka’at dari sholat (jama’ah dan jum’at -pen.) maka berarti dia terhitung mendapatkan sholat itu”[2].

Sebagaimana sholat Jum’at tidak terhitung mendapatkannya kecuali mendapatkan 1 roka’at maka demikian juga sholat jama’ah. Jika anda mendapati imam dalam keadaan tasyahud akhir maka anda tidak terhitung mendapatkan sholat jama’ah. Maka (jika ada harapan kuat adanya orang lain semisal anda akan datang –pen.) maka anda hendaknya menunggunya agar anda dapat sholat jama’ah bersamanya. Namun apabila tidak ada harapan demikian maka hendaklah anda masuk mengikuti imam agar anda mendapatkan gerakan imam yang tersisa berupa tasyahud akhir dan itu lebih baik daripada anda berpaling sama sekali”.

 

Setelah Subuh, 14 Rojab 1436 H, 3 Mei 2015 M

Aditya Budiman bin Usman bin Jubir

[1] Lihat Majmuu’ Fataawaa Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah hal. 89/XV terbitan Dar Tsuroya, Riyadh, KSA.

[2] HR. Bukhori no. 580, Muslim no. 607.

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply