Meninggalkan Puasa Selama Bertahun-tahun

31 May

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Meninggalkan Puasa Selama Bertahun-tahun

Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.

Mungkin diantara kita ada yang dahulunya, ketika masih anak muda sering tidak puasa tanpa adanya udzur syar’i. Mungkin juga ada yang dulunya puasa waktu di rumah saja, ketika di luar maka sudah tidak puasa lagi. Atau yang agak mendingan puasanya hanya di awal dan akhir Bulan Romadhon saja. Lantas setelah mendapat hidayah dari Allah Tabaroka wa Ta’ala kembali ke jalan Allah. Namun dirundung kebingungan apakah harus mengganti seluruh puasa yang ditinggalkannya tanpa udzur tersebut, apakah harus membayar fidyah atau bagaimana ?

Mari simak tanya jawab berikut.

Meninggalkan Puasa Selama Bertahun-tahun 1

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah pernah ditanya[1],

“Bagaimana hukumnya, seorang muslim yang telah melalui Bulan Romadhon selama bertahun-tahun, dia tidak mengerjakan kewajiban puasa padahal dia tidak memiliki alasan yang menghalanginya secara sya’i, namun masih mengerjakan kewajiban lainnya. Lantas apakah dia wajib menggantinya jika dia telah bertaubat dari meninggalkan puasa Romadhon ?”

Beliau Rohimahullah menjawab,

Meninggalkan Puasa Selama Bertahun-tahun 2

Pendapat yang tepat/benar bahwa jika dia telah benar-benar bertaubat maka tidak wajib mengganti puasa yang dia tinggalkan. Karena seluruh ibadah yang terkait waktu tertentu jika seseorang meninggalkannya dengan sengaja dari waktu pelaksanaan semestinya tanpa adanya udzur syar’i maka Allah tidak akan menerima ibadah yang dia kerjakan tersebut. Berdasarkan hal ini maka tidak ada gunanya mengganti puasa tersebut. Namun orang tersebut wajib bertaubat kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan memperbanyak beramal sholeh.

Barangsiapa yang berusaha bertaubat maka Allah akan menerima taubatnya”.

Kesimpulannya :

  1. Orang yang meninggalkan puasa tanpa udzur syar’i (berdasarkan pendapat yang lebih tepat) tidak boleh/tidak dapat mengganti puasa yang dia tinggalkan dan tidak boleh juga membayar fidyah.

  2. Apabila dia nekat mengganti puasanya maka tidak bermanfaat baginya ibadah tersebut karena dia bukan termasuk orang yang mendapatkan udzur syar’i.

  3. Kewajiban orang yang meninggalkan puasa tanpa ada udzur adalah bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan taubat yang benar.

  4. Kewajiban taubat jauh lebih berat daripada mengganti puasa atau bayar fidyah. Karena diterima atau tidaknya taubat seseorang merupakan hak Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

Allahu a’lam.

Diterjemahkan setelah Subuh, 9 Sya’ban 1436 H, 27 Mei 2015 M

Aditya Budiman bin Usman bin Jubir

[1] Lihat Majmuu’ Fataawaa Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah hal. 87/XIX terbitan Dar Tsuroya, Riyadh, KSA.

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply