Mengapa Sulit Menghayati Al Qur’an

8 Jan

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Mengapa Sulit Menghayati Al Qur’an

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Setiap muslim tentu yakin bahwa Al Qur’an merupakan petunjuk bagi orang yang membacanya. Demikian pula dia tidak akan pernah ragu bahwa apa yang ada di Al Qur’an tidak ada sedikitpun keraguan di dalamnya. Allah Subhana wa Ta’ala berfirman,

ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

“Itulah Kitab (Al Qur’an) yang tiada keraguan sedikitpun padanya sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa”. (QS. Al Baqoroh [2] : 2).

Lantas mengapa kita sulit menghayati dan mengambil manfaat dari ayat Al Qur’an yang kita baca ? Mari simak penuturan Ibnu Qoyyim Rohimahullah berikut.

 

Ibnul Qoyyim Rohimahullah menuturkan[1],

“Jika engkau ingin mendapatkan manfaat, menghayati Al Qur’an maka kumpulkanlah (himpunlah) hatimu ketika membaca dan mendengarnya, simaklah dengan penuh perhatian dan hadirkanlah kehadiran Dzat yang mengajakmu berkomunikasi dengan Al Qur’an[2].Karena sesungguhnya Al Qur’an merupakan pembicaraan dari Nya kepadamu melalui lisan Rosul Nya Shollallahu ‘alaihi wa Sallam. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ

 “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya”. (QS. Qof [50] : 37).

“Hal itu maksudnya adalah sesungguhnya kesempurnaan pengaruh/efek yang membekas sesuai kadar pengaruh yang telah terlaksana, wadah penerima, syarat agar pengaruh itu terklasana serta tidak adanya faktor penghalang yang menghalangi pengaruh. Ayat tersebut terkandung padanya penjelasan tentang hal itu dengan redaksi yang ringkas, jelas dan paling akurat penyampaikan untuk menyampaikan tujuan”.

“Firman Allah (إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى) ‘Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan merupakan sebuah isyarat untuk apa yang telah disampaikan pada awal Surat ini (Qof) hingga pada ayat ini yaitu akibat, pengaruh atau efek.

Firman Allah (لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ) ‘bagi orang-orang yang mempunyai hati’. Inilah wadah penerima (peringatan)[3]. Wadah yang dimaksudkan adalah hati yang hidup, yaitu hati yang mampu memikirkan apa yang berasal dari Allah[4] sebagaimana firman Allah Ta’ala,

إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآَنٌ مُبِينٌ (69) لِيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا

 “Al Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penjelasan. Supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya)”. (QS. Yaasiin [36] : 69-70).

Yaitu hati yang masih hidup”.

“Firman Allah (أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ) ‘atau yang menggunakan pendengarannya’ yaitu memasang, mengarahkan dan memfokuskan indra pendengarannya pada apa yang dikatakan kepadanya. Ini merupakan syarat pengaruh atas ucapan.

Firman Allah (وَهُوَ شَهِيدٌ) ‘sedang dia menyaksikan yaitu benar-benar hadirnya persaksian hati”.

“Jika terdapat sesuatu yang mempengaruhi (dalam hal ini adalah Al Qur’an), adanya wadah penerima (dalam hal ini hati yang masih hidup), adanya syarat (dalam hal ini pendengaran) dan sirnanya faktor penghalang (dalam hal ini kesibukan, lalainya hati dari makna yang dibicarakan atau terpalingkan perhatiannya oleh hal lainnya) terwujudlah efek/pengaruh yaitu bermanfaatnya peringatan”.

 

Kesimpulannya :

Faktor yang mempengaruhi penghayatan seseorang terhadap Peringatan yang ada dalam Al Qur’an adalah :

  1. Adanya hati yang masih sehat
  2. Menggunakan dan memfokuskan pendengaran
  3. Tidak tersibukkannya hati dengan selain Al Qur’an, artinya hatinya benar-benar hadir ketika mendengar atau membaca Al Qur’an.

 

 

Setelah Zhuhur, 10 Robi’ul Akhir 1438 H

 

 

Aditya Budiman bin Usman bin Zubir

[1] Dalam Fawaidul Fawaid hal. 104-105 terbitan Dar Ibnul Jauziy, Riyadh, KSA.

[2] Yaitu Dari Allah Subhana wa Ta’ala kepada orang yang diajak berkomunikasi dengan Kalam Nya (Al Qur’an).

[3] Yaitu penerima atas penghayatan dari apa yang dibaca dan didengar. (Pent)

[4] Yaitu berupa peringatan dan lain sebagainya (Pent).

 

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply