Mengangkat Tangan Dalam Sholat Menurut Imam Syafi’i

30 Sep

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Mengangkat Tangan Dalam Sholat Menurut Imam Syafi’i

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Imam Syafi’i (Wafat Tahun 204 H) Rohimahullah memiliki kedudukan yang sangat mulia di hati kaum muslimin di Indonesia. Beliaulah anutan, imam dan tonggak pendapat mayoritas ummat Islam di negeri ini. Bahkan sebagian besar masyarakat kita memberikan nama anaknya dengan Syafi’i walaupun nama sang Imam adalah Muhammad bin Idris. Demikianlah gambaran kecintaan penduduk muslim negara ini terhadap beliau.

Pada kesempatan kali ini kami mencoba menukil perkataan beliau dari kitab karya beliau sendiri yaitu Al Umm. Tujuan kami adalah agar kita lebih dekat dengan beliau lewat tulisan beliau langsung dan menambah khasanah keilmuan terutama dalam masalah fiqh.

Disebutkan dalam Kitab Al Umm[1],

“Bab Mengangkat Kedua Tangan Ketika Takbir dalam Sholat

Ar Robi’ telah mengabarkan kepada kami. Dia berkata, Telah mengabarkan kepada kami Asy Syafi’i. Beliau berkata, Sufyan bin ‘Uyaynah telah mengabarkan kepada kami dari Az Zuhri dari Salim bin ‘Abdullah dari ayahnya. Beliau (‘Abdullah bin ‘Umar) berkata, “Aku melihat Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam jika memulai sholat, beliau mengangkat kedua tangannya hingga setentang/sejajar kedua bahunya, ketika ingin ruku’, setelah mengangkat kepalanya dari posisi ruku’ dan beliau tidak mengangkatnya pada saat diantara dua sujud”[2].

Disebutkan juga,

“Asy Syafi’i Rohimahullah mengatakan, “Dengan ini kami berpendapat, kami memerintahkan setiap orang yang sholat baik imam, makmum, orang yang sholat sendirian, laki-laki ataupun perempuan agar mengangkat kedua tangannya ketika memulai sholat, ketika takbir hendak ruku’ dan ketika mengangkat kepalanya dari ruku’. Hendaklah dia mengangkatnya pada setiap tempat dari 3 tempat tersebut sejajar kedua bahunya. Tetap mengangkat keduanya hingga selesai dari takbir bersamaan dengan memulai takbir dan menurunkan kedua tangannya ketika menyelesaikannya (takbir). Kami tidak memerintahkan untuk mengangkat kedua tangan pada bagian apapun dalam dzikir (atau bacaan yang dibaca ketika sholat) pada sholat yang ada padanya ruku’ dan sujud kecuali pada 3 tempat yang disebutkan ini[3].

 

Ringkasnya tempat mengangkat kedua tangan menurut Imam Syafi’i Rohimahullah adalah ada pada tiga kesempatan :

[1]. Ketika takbir untuk memulai sholat (takbirotul ihrom);

[2]. Ketika takbir hendak ruku’;

[3]. Ketika bangkit dari ruku’.

Adapun caranya mengangkat kedua tangan bersamaan dengan takbir dan tetap mengangkat tangan hingga selesai takbir kemudian menurunkan keduanya.

Allahu a’lam.

 

اللهم آتِ نفوسنا تقواها ، زكِّها أنت خير من زكاها ، أنت وليُّها ومولاها ، اللهم إنا نسألك الهدى والتقى والعفة والغنى

Sigambal, 8 Muharrom 1439 H / 29 September 2017 M.

Menunggu Usamah Bangun Pagi

Aditya Budiman bin Usman

Telah dimuroja’ah oleh Guru Kami Ustadz Aris Munandar hafizhahullah

 

[1] Lihat Al Umm hal. 234/II dengan tahqiq DR. Rif’at Fauzi ‘Abdul Muthollib terbitan Darul Wafa dan Dar Ibnu Hazm Beirut.

[2] HR. Bukhori no. 738 dan Muslim no. 390. Redaksi ini milik Muslim.

[3] Lihat Al Umm hal. 238/II.

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply