Masbuq 2 Roka’at, Niat Roka’at Apa ?

3 Dec

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Masbuq 2 Roka’at, Niat Roka’at Apa ?

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Ketika kita tidak sempat mengikuti takbirotul ihrom imam berarti kita telah masbuq. Nah, jika kita mendapati imam pada rokaat ketiga pada sholat zhuhur misalnya. Artinya kita telah ketinggalan 2 roka’at dari imam. Lantas status roka’at ketika kita sudah takbirotul ihrom dan mengikuti imam roka’at pertama dan kedua bagi kita atau mengikuti roka’at ketiga dan keempat imam ?

Mari simak tanya jawab berikut.

Pertanyaan :

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah pernah ditanya,

Masbuq 2 Roka’at, Niat Roka’at Apa 1

“Jika seorang laki-laki (masbuq) mengikuti imam dan sebelumnya dia telah ketinggalan 2 roka’at pada sholat 4 roka’at. Maka apakah dia berniat pada 2 roka’at terakhir (bersama Imam) sebagai 2 roka’at awal atau 2 roka’at akhir baginya ? Lantas apakah kekurangan roka’at yang akan dilengkapinya (setelah imam salam) dengan niat 2 roka’at yang pertama baginya ?”

Jawaban :

Masbuq 2 Roka’at, Niat Roka’at Apa 2

Pendapat yang benar adalah roka’at yang didapati seorang makmum bersama imam merupakan roka’at awal baginya. Sedangkan roka’at yang akan dilengkapinya (setelah imam salam) adalah roka’at akhir baginya. Jika dia mendapati 2 roka’at bersama imam dan memungkinkan baginya membaca Surat Al Fatihah dan surat lainnya maka hendaknya dia baca. Ketika imam sudah salam maka dia berdiri untuk melengkapi kekurangan roka’atnya dan mencukupkan diri dengan membaca surat Al Fathihah saja. Karena roka’at tersebut merupakan akhir baginya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam,

مَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلَّوْا ، وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا

“Apa saja (keadaan Imam) yang kalian dapati maka sholatlah kalian (dengan mengikutinya). Sedangkan apa yang kalian tertinggal maka sempurnakanlah”[1].

Diterjemahkan dari kitab Fatawa Islamiyah hal. 308/I terbitan Darul Wathon, Riyadh, KSA.

Setelah subuh, 18 Shofar 1437 H, 30 Nopember 2015 M

Aditya Budiman bin Usman bin Zubir

[1] HR. Bukhori no. 635, Muslim no. 603.

 

 

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply