Mari Sambut Tamu Agung

17 May

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Mari Sambut Tamu Agung

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Jika rumah kita, keluarga kita atau bahkan kita kedatangan tamu dari keluarga presiden tentu kita akan melaksanakan persiapan serius dan besar-besaran. Fikiran, tenaga dan waktu kita akan tersita olehnya.

Lantas bagaimana jika tamunya adalah ini…..

Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda sebagaimana yang diriwayatkan dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُبَشِّرُ أَصْحَابَهُ قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda dan memberikan kabar gembira kepada para shahabatnya, “Akan datang kepada kalian Bulan Romadhon, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan bagi kalian puasa pada bulan tesebut. Pada bulan tersebut dibukakan pintu surga dan dikunci pintu neraka jahim serta syaithon dibelunggu. Pada malam harinya terdapat sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tercegah mendapatkannya maka sungguh dia telah tercegah (dari berbagai keberkahan –pen)”[1].

Syaikh Prof. DR. ‘Abdur Rozzaq bin ‘Abdul Muhsin Al Badr Hafizhahullah mengatakan,

Mari Sambut Tamu Agung

“Sabda Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam (قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ) ‘Akan datang kepada kalian Bulan Romadhon’ yakni maka persiapkanlah untuk menyambut tamu agung ini. Persiapkan diri kalian untuk memuliakannya dan memenuhi haknya, persiapkanlah diri kalian untuk itu. Karena sesungguhnya Romadhon sebagaimana datangnya cepat perginya pun cepat. Oleh karena itu persiapkanlah diri kalian untuk melaksanakan amal-amal yang mulia dan berbagai keta’atan serta berbagai ibadah yang kalian suka membawanya bila kalian bertemu dengan Robb kalian, Allah Tabaroka wa Ta’ala[2].

Sudahkah kita persiapkan diri kita untuk bertemu dengannya ??!! Mungkin inilah kesempatan terakhir kita untuk menjamu sebagai tamu agung…

Mari persiapkan amal keta’atan kita mulai dari sekarang agar ketika dia datang jiwa kita tidak lagi berat melakukan berbagai keta’atan pada puncaknya …..

Mudah-mudahan kita termasuk orang yang memuliakan Bulan Romadhon.

 

 

Setelah subuh 10 Sya’ban 1437 H, 17 Mei 2016 M

Aditya Budiman bin Usman bin Zubir

[1] HR. Ahmad dan An Nasa’i. Hadits ini dinilai shohih oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth Rohimahullah.

[2] Lihat Wa Ja’a Syahru Romadhon hal. 7 terbitan Darul Fadhilah.

 

 

Tulisan Terkait

One Comment ( ikut berdiskusi? )

  1. wildan salim
    Apr 30, 2019 @ 18:43:18

    Amiin. Baarakallaahu fiikum.

    Reply

Leave a Reply