Mandi Bagi Orang Yang Baru Masuk Islam

27 Jul

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Mandi Bagi Orang Yang Baru Masuk Islam

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Mendapatkan hidayah memeluk agama Islam merupakan nikmat terbesar bagi seorang hamba. Tak terkecuali bagi orang yang dulunya beragama selain Islam. Perkara ini merupakan sebuah hal yang sudah kita maklumi bersama.

Lantas pernahkah anda mendengar ‘Kalau orang yang dulunya bukan Islam kemudian masuk atau memeluk Islam maka dia wajib mandi’. Benarkah ungkapan tersebut ?

Mari simak keterangan berikut.

Para ulama berbeda pendapat hukum mandi bagi orang yang masuk Islam.

Penulis Shohih Fiqh Sunnah Hafizhahullah mengatakan[1],

Mandi Bagi Orang Yang Baru Masuk Islam 1

“Para ulama memiliki 3 pendapat tentang hukum mandi bagi orang masuk Islam.

Pendapat Pertama, Wajib hukumnya mandi bagi orang yang kafir jika masuk Islam secara muthlak. Ini merupakan pendapat Imam Malik, Ahmad, Abu Tsaur dan Ibnu Hazm. Pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnul Mundzir dan Al Khoththobi Rohimahumullah. Para ulama ini berdalil sebagai berikut :

Hadits Qois bin ‘Aashim rodhiyallahu ‘anhu,

أَنَّهُ لما أَسْلَمَ ، أَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَغْتَسِلَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ

“Sesungguhnya ketika dia (Qois –pen) masuk Islam, Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkannya untuk mandi dengan air dan daun sidr/bidara”[2].

Hadits yang diriwayatkan dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu tentang keislaman Tsumamah bin Utsal rodhiyallahu ‘anhu,

اذْهَبُوا بِهِ إِلَى حَائِطِ بَنِي فُلَانٍ فَمُرُوهُ أَنْ يَغْتَسِلَ

“Pergilah ke kebun bani fulan kemudian suruhlah dia mandi”[3].

Kisah keislaman Asiid bin Hudhoir rodhiyallahu ‘anhu, ketika dia bertanya kepada Mus’ab bin ‘Umair dan As’ad bin Zaroroh rodhiyallahu ‘anhuma. Apa yang kalian lakukan ketika kalian keluar dari agama kalian sebelumnya dan masuk Islam ? Keduanya menjawab, “Engkau mandi, bersuci, membersihkan pakaianmu mengucapkan kalimat syahadat kemudian sholat..”[4].

Mandi Bagi Orang Yang Baru Masuk Islam 2

 

Pendapat Kedua, dianjurkan mandi bagi orang kafir yang masuk Islam kecuali apabila sebelumnya dia dalam keadaan junub maka hukum mandi berubah jadi wajib. ini adalah pendapatnya Imam Syafi’i dan salah satu pendapat dari ulama mazhab Hanafi.

Pendapat Ketiga, tidak wajib mandi secara muthlak. Ini merupakan pendapatnya Abu Hanifah. Dua pendapat terakhir ini beralasan dengan dalil berikut :

Firman Allah Ta’ala,

قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ

“Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu”. (QS. Al Anfal [8] : 38).

Hadits Amr bin Al ‘Ash rodhiyallahu ‘anhu secara marfu’.

أَنَّ الإِسْلاَمَ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ

“Sesungguhnya keislaman menghapus dosa yang ada sebelumnya”[5].

“Berdalil dengan ayat dan hadits di atas terdapat kritikan. Karena yang dimaksud dengan ayat adalah pengampunan dosa. Para ulama sepakat bahwa orang yang masuk Islam seandainya dia punya hutang atau qishosh tidak gugur karena keislamannya. Juga karena kewajiban mandi bukanlah kewajiban yang dibebankan ketika dia masih kafir. Bahkan mandi merupakan salah satu syarat sah sholat dan keislaman. Sesungguhnya dia dalam keadaan junub sedangkan sholat tidak sah jika masih dalam keadaan junub. Keislamannya tidak serta merta mengeluarkannya dari kondisi junub”[6].

 

Para ulama tersebut berpendapat, “Banyak orang yang masuk Islam dan mereka memiliki istri-istri dan anak-anak. Namun Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam tidak memerintahkan mereka mandi. Seandainya mandi ketika masuk Islam wajib maka tentulah Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan mereka”.

“Pada pendapat ini terdapat kritik. Karena zhohirnya adalah wajib hukumnya mandi bagi orang yang baru masuk islam. Karena kaidah perintah bagi sebagian orang berarti adanya penyampaian perintah bagi orang lainnya. Sedangkan klaim bahwa tidak adanya perintah bagi orang selain mereka maka tidak dapat dijadikan pegangan. Karena maksimal pendalil dengan itu adalah ketidakadaan ilmu tentangnya. Bukanlah termasuk ilmu ketidaktahuan tentang ilmu[7].

Pendapat yang paling kuat adalah wajib bagi orang kafir mau masuk Islam –sama saja baik memang kafir atau murtad- jika masuk Islam maka wajib baginya mandi secara muthlak. Sebuah hal yang telah terkenal di kalangan para shahabat bahwa mandi ketika masuk Islam merupakan perkara yang masyhur. Terdapat dalam kisah keislaman ibnunda Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anha.

“Sesungguhnya dia (ibu Abu Huroiroh) mandi dan memakai baju rumahnya”[8].

Mudah-mudahan bermanfaat.

 

Sigambal, 11 Syawwal 1436 H / 27 Juli 2015 M.Aditya Budiman bin Usman

[1] Lihat Shohih Fiqh Sunnah Oleh Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim hal. 166-168/I terbitan Maktabah Tauqifiyah, Mesir.

[2] HR. Abu Dawud no. 355, Tirmidzi no. 605, Nasa’i (109/I).

[3] HR. Ahmad no. 5024, Ibnu Khuzaimah no. 252. Syaikh Abu Malik Hafizhahullah mengatakan, “Ashl hadits ini ada pada shohihain namun tanpa lafazh perintah untuk mandi”.

[4] HR. Thobroni dalam Tarikhnya hal. 560/I dan Ibnu Hisyam dalam Sirohnya hal. 285/II. Syaikh Abu Malik Hafizhahullah mengatakan, “Sanadnya shohih”.

[5] HR. Muslim no. 121.

[6] Al Majmu’ hal. 173/II.

[7] Lihat Nailul Author hal. 281/I.

[8] HR. Muslim 2491 dan Ahmad no. 7911.

 

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply