Ketika Syaithon Menggoda Kita

7 Oct

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ketika Syaithon Menggoda Kita

Siapa tak pernah mendengar syaithon, iblis ? Menurut kami ini sebuah pertanyaan retorika yang tak perlu jawaban karena hampir semua orang pernah mendengarnya. Bahkan berulang-ulang Allah Subhana wa Ta’ala sebutkan syaithon dan hakikatnya dalam Al Qur’an Al Karim. Diantaranya,

وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaithon sesungguhnya dia adalah musush yang nyata bagi kalian”. (QS. Al Baqoroh [2]  : 168)

Dalam ayat yang lain,

إِنَّهُ عَدُوٌّ مُضِلٌّ مُبِينٌ

“Sesungguhnya syaithon itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya)”. (QS. Al Qoshosh [28]  : 15)

Ibnul Jauziy (wafat tahun 597 H) Rohimahullah mengatakan[1],

Ketika Syaithon Menggoda Kita 1

“Ketahuilah, sesungguhnya manusia ketika diciptakan dititipi hawa nafsu dan dorongan syahwat. Agar dengan itu dia mampu mendatangkan hal yang bermanfaat baginya. Pada dirinya juga diletakkan amarah, dengannya dia mampu menepis hal-hal yang mengganggunya. Demikian pula diberikan akal layaknya pendidik yang dengannya memerintahkan untuk berbuat adil atas apa yang akan dilakukannya ataupun yang ditinggalkanya”.

Ketika Syaithon Menggoda Kita 2

“Sedangkan syaithon diciptakan sebagai penghasut bagi manusia untuk berlebihan ketika melakukan ataupun meninggalkan sesuatu. Maka wajib bagi orang yang berakal untuk waspada terhadap musuh yang telah nyata permusuhannya sejak zaman Nabi Adam ‘alaihissalam.  Sungguh syaithon telah mengerahkan umur dan jiwanya untuk merusak kondisi anak keturuan Adam”.

Ketika syaithon hendak menyimpangkan jalan anda dari keta’atan kepada Allah ‘Azza wa Jalla maka Ibnul Jauzi Rohimahullah telah mengajarkan ucapan nan tajam baginya.

Ketika Syaithon Menggoda Kita 3

“Ketika dia (syaithon) hendak menggoda seorang manusia tentang suatu perkara maka hendaklah orang tersebut waspada dengan kewaspadaan tingkat tinggi. Kemudian hendaklah dia mengatakan ketika syaithon memerintahkannya untuk melakukan keburukan, “Sesungguhnya engkau hanya ingin menasihati aku agar aku menunaikan syahwatku, bagaimana mungkin dinilai benar nasihat kepada orang lain dari seseorang yang tidak dapat menasihati dirinya sendiri  ? Bagaimana mungkin aku percaya terhadap nasihat dari seorang musuhku ? Enyahlah engkau, ucapanmu takkan mempan buatku”[2].

Ketika kita mampu menghujamkan apa yang disebutkan Allah ‘Azza wa Jalla dalam banyak ayatnya bahwa syaithon adalah musuh nyata bagi kita dan penuturan Ibnu Jauzi Rohimahullah di atas. Maka Insya Allah kita akan mampu menampik godaan syaithon kepada kita.

Allahu a’lam, Hanya kepada Allah kita Memohon Perlindungan dan Pertolongan.

 

Menjelang Maghrib, 2 Muharrom 1438 H – 3 Oktober 2016 M

Aditya Budiman bin Usman bin Zubir.

[1] Lihat Al Muntaqo Nafis min Talbis oleh Syaikh Ali bin Hasan Al Halabi Hafizhahullah Iblis hal. 51 terbitan Dar Ibnul Jauzi, Riyadh, KSA.

[2] Idem hal. 53.

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply