Jika Jari Telunjuk Seseorang Putus, Bagaimana Cara Isyarat Tasyahudnya ?

18 Jan

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Jika Jari Telunjuk Seseorang Putus, Bagaimana Cara Isyarat Tasyahudnya ?

Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.

Pernah terbersik di benak anda judul di atas ?

Pertanyaan,

Jika Jari Telunjuk Seseorang Putus, Bagaimana Cara Isyarat Tasyahudnya ?

Jawaban,

Syaikh Abu Maalik Kamaal bin Sayyid Saalim Hafidzahullah mengatakan,

Jika Jari Telunjuk Seseorang Putus, Bagaimana Cara Tasyahudnya1

Tidak boleh berisyarat dengan selain jari telunjuk yang kanan. Dari Sa’d bin Abu Waqqos Rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

مَرَّ عَلَىَّ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- وَأَنَا أَدْعُو بِأُصْبُعَىَّ فَقَالَ « أَحِّدْ أَحِّدْ ». وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ.

“Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam melintasi aku sedangkan aku sedang berdo’a dengan kedua jariku”. Maka beliau Shollalahu ‘alaihi wa Sallam, “Satu saja, satu saja. Beliau berisyarat dengan jari telunjuknya”[1].

Beliau Hafidzahullah melanjutkan,

Jika Jari Telunjuk Seseorang Putus, Bagaimana Cara Tasyahudnya2

Jika jari telunjuk seseorang putus/puntung maka pendapat yang rojih/kuat adalah sesungguhnya syari’at berisyarat (ketika tasyahud –pen.) gugur pada keadaan orang ini. Tidaklah disyari’atkan berisyarat (ketika tasyahud –pen.) dengan selain jari telunjuk tangan kanan, Allahu a’lam”.

 

[Diterjemahkan dari Shohih Fiqh Sunnah hal. 347-348/I terbitan Maktabah Tauqifiyah, Kairo, Mesir]

 

Setelah Isya 15 Robi’ul Awwal 1436 H/ 6 Desember 2014 M.

Aditya Budiman bin Usman

[1] HR. Abu Dawud no. 1501 dan Nasa’i no. 1196. Syaikh Al Albani Rohimahullah menyatakan hadits ini adalah hadits yang shohih.

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply