Jika Iqomah dikumandangkan, anda sedang sholat

14 May

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Jika Iqomah dikumandangkan, anda sedang sholat

Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.

Pernahkah anda sholat sunnah, lantas tak lama setelah itu dikumandangkan iqomah. Padahal anda belum selesai melaksanakan sholat sunnah. Apa yang anda lakukan ?

Mari simak tanya jawab berikut.

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah pernah ditanya[1],

Jika Iqomah dikumandangkan, anda sedang sholat 1

Fadhilatusy Syaikh Rohimahullah pernah ditanya, “Jika Iqomah telah dikumandangkan padahal anda baru melaksanakan sholah nafilah/sunnah. Apa yang harus dilakukan ?”

Beliau Rohimahullah menjawab,

Jika Iqomah dikumandangkan, anda sedang sholat 2

“Jika iqomah untuk sholat wajib telah dikumandangkan sedangkan ada seseorang yang sedang melaksanakan sholat nafilah/sunnah.

Maka sebagian ulama berpendapat : Wajib bagi orang ini memutus sholat nafilah/sunnahnya sesegera mungkin. Walaupun pada saat itu dia sedang tasyahud akhir.

Sebagian ulama lainnya berpendapat : Jangan anda putus sholat nafilah/sunnahnya kecuali anda khawatir imam salam sebelum anda takbirotul ihrom (untuk sholat jama’ah –pen). Berdasarkan pendapat terakhir ini berarti anda tetap melaksanakan sholat nafilah/sunnah walaupun anda harus kehilangan semua roka’at sholat wajib[2] selama anda masih mampu takbirotul ihrom sebelum imam salam”.

Jika Iqomah dikumandangkan, anda sedang sholat 3

“Namun kami mengambil pendapat yang pertengahan dalam masalah ini. Jika sholat telah ditegakkan dan orang yang sedang sholat nafilah/sunnah sudah pada roka’at kedua maka hendaklah dia sempurnakan sholatnya dengan segera (misalnya dengan tidak membaca surat yang panjang -pen). Namun apabila sholat telah ditegakkan sedangkan dia masih pada roka’at pertama maka hendaklah ia putus sholatnya. Dalil pendapat ini adalah sabda Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam,

مَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الصَّلاَةِ فَقَدْ أَدْرَكَ الصَّلاَةَ

“Barangsiapa yang memperoleh ruku’ (1 roka’at) dari sholat maka dia telah mendapatkan sholat”[3].

Jika seseorang telah sholat 1 roka’at sebelum iqomah dikumandangkan (sholat ditegakkan) maka dia telah mendapatkan 1 roka’at sebelum adanya larangan. Dan jika dia telah mendapatkan 1 roka’at sebelum adanya larangan maka dia telah mendapatkan sholat. Sehingga sholatnya secara keseluruhan tidak terlarang dan hendaklah dia sempurnakan sholatnya dengan meringankannya. Karena mendapatkan sebagian ibadah fardhu/wajib lebih baik daripada mendapatkan sebagian dari ibadah nafilah/sunnah.

Adapun jika dia masih di roka’at pertama maka ketika itu dia tidak mendapatkan waktu yang diperbolehkan mengerjakan sholat nafilah/sunnah. Karena Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

مَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الصَّلاَةِ

“Barangsiapa yang memperoleh ruku’ (1 roka’at) dari sholat”[4].

Dibangun di atas hal ini maka dia harus memutus sholatnya berdasarkan Sabda Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam yang lain,

إِذَا أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ فَلاَ صَلاَةَ إِلاَّ الْمَكْتُوبَةُ

“Jika iqomah sudah dikumandangkan (sholat telah dimulai) maka tidak ada sholat lagi pada saat itu kecuali sholat wajib”[5].

Ringkasnya :

  1. Jika iqomah telah dikumandangkan sedangkan anda sudah mendapatkan 1 roka’at maka silakan anda teruskan sholat namun dengan meringankannya. Namun dengan catatan anda tidak ketinggalan roka’at bersama imam.

  2. Sedangkan jika iqomah telah dikumandangkan dan anda masih di roka’at pertama maka hendaklah anda memutus sholat sunnah anda dan segera bergabung dengan makmum lain melaksanakan sholat fardhu berjama’ah bersama imam.

Allahu a’lam.

Waktu Dhuha, 22 Rojab 1436 H, 11 Mei 2015 M

Aditya Budiman bin Usman bin Jubir

[1] Lihat Majmuu’ Fataawaa Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah hal. 99-100/XV terbitan Dar Tsuroya, Riyadh, KSA.

[2] Karena tolak ukur anda mendapatkan roka’at bersama imam adalah apakah anda mampu ruku’ bersama imam. Jika tidak maka anda tidak mendapatkan roka’at bersama imam. (pen.)

[3] HR. Bukhori no. 580, Muslim no. 607.

[4] Idem. (artinya karena dia belum mendapatkan 1 roka’at maka dia belum mendapatkan bagian dari sholat –pen).

[5] HR. Muslim no. 710.

 

 

 

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply