Hukum Mengangkat Tangan Ketika Khotib Khutbah Jum’at

18 Jan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Hukum Mengangkat Tangan Ketika Khotib Khutbah Jum’at

Segala puji kita haturkan kepada Allah Subhana wa Ta’ala Dzat Yang Maha Hikmah dan ilmuNya meliputi segala sesuatu. Sholawat serta salam semoga senantiasa terhatur kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, kepada, istri-istri, keluarga, sahabat dan umat beliau.

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah pernah ditanya sebuah pertanyaan

Pertanyaan :

ما حكم رفع الأيدي والإمام يخطب يوم الجمعة ؟

Apa Hukumnya Mengangkat Kedua Tangan Pada Saat Imam/Khotib Berkhutbah Jum’at ?

 Jawab :

رفع الأيدي والإمام يخطب يوم الجمعة فإن ذلك ليس بمشروع أيضاً، وقد أنكر الصحابة على بشر بن مروان حين رفع يديه في خطبة الجمعة.

ولكن يستثنى من ذلك الدعاء بالاستسقاء، فإنه ثبت عن النبي عليه الصلاة والسلام أنه رفع يديه يدعو الله تعالى بالغيث وهو في خطبة الجمعة، ورفع الناس أيديهم معه، وما عدا ذلك فإنه لا ينبغي رفع اليدين في حال الدعاء في خطبة يوم الجمعة.

“Mengangkat kedua tangan ketika imam/khotib sedang berkhutbah tidak disyari’atkan. Para sahabat telah mengingkari hal ini ketika terjadi pada Bisyr bin Marwan[1] ketika dia mengangkat tangannya ketika Sholat Jum’at. Akan tetapi dikecualikan do’a istisqo’ karena telah shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bahwa beliau mengangkat kedua tangannya berdo’a kepada Allah Ta’ala agar diturunkan hujan pada saat beliau khutbah Jum’at[2] kemudian para sahabat pun mengikutinya. Adapun selaian hal itu maka tidak sepantasnya mengangkat tangan ketika berdo’a di saat imam/khotib sedang berkhutbah Jum’at”[3].

 

Aditya Budiman bin Usman (Semoga Allah menjauhkan kami dari api neraka)



[1] HR. Muslim no. 874.

[2] HR. Bukhori no. 932 dan Muslim no. 897.

[3] Lihat Fataawaa Arkan Al Islam hal. 392-393 Terbitan Dar Tsuroya.

 

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply