Hukum Membaca Al Qur’an dengan Keras Ketika Ada Orang Sholat

11 Mar

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Hukum Membaca Al Qur’an dengan Keras Ketika Ada Orang Sholat

Segala puji hanya kembali dan milik Allah Tabaroka wa Ta’ala, hidup kita, mati kita hanya untuk menghambakan diri kita kepada  Dzat yang tidak membutuhkan sesuatu apapun dari hambanya. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah, Muhammad bin Abdillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam, beserta keluarga dan para sahabat beliau radhiyallahu ‘anhum.

Pertanyaan :

وَسُئِلَ – رَحِمَهُ اللَّهُ – :

فِيْ مَنْ يَجْهَرُ بِالْقِرَاءَةِ وَ النَّاسُ يُصَلُّوْنَ فِيْ المَسْجِدِ السُّنَّةَ أَوْ التَّحِيَةَ. فَيَحْصُلُ لَهُمْ بِقِرَاءَتِهِ جَهْرًا أَذًى, فَهَلْ يُكْرَهُ جَهْرُ هَذَا بِالْقِرَاءَةِ أَمْ لَا ؟  

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rohimahullah pernah ditanya,

“Tentang orang yang membaca Al Qur’an di mesjid dengan menjahrkannya/mengeraskan suaranya sedangkan pada saat itu ada orang yang sedang sholat sunnah di mesjid atau tahiyatul mesjid. Sehingga orang yang sedang sholat tersebut merasa terganggu dengan bacaan yang dijahrkan tersebut. Maka apakah membaca Al Qur’an ketika keadaan seperti ini dengan menjahrkan makruh/dibenci hukumnya atau tidak ?”

Jawab :

فَأَجَابَ :

لَيْسَ لِأَحَدِ أَنْ يَجْهَرَ بِالْقِرَاءَةِ لَا فِي الصَّلَاةِ وَلَا فِي غَيْرِ الصَّلَاةِ إذَا كَانَ غَيْرُهُ يُصَلِّي فِي الْمَسْجِدِ وَهُوَ يُؤْذِيهِمْ بِجَهْرِهِ ؛ بَلْ قَدْ { خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى النَّاسِ وَهُمْ يُصَلُّونَ فِي رَمَضَانَ وَيَجْهَرُونَ بِالْقِرَاءَةِ . فَقَالَ : أَيُّهَا النَّاسُ كُلُّكُمْ يُنَاجِي رَبَّهُ فَلَا يَجْهَرْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الْقِرَاءَةِ } .

Beliau Rohimahullah menjawab,

“Tidak boleh bagi seseorang menjahrkan/mengeraskan bacaan Al Qur’annya baik itu di dalam sholatnya ataupun di luar sholatnya jika orang selain dirinya yang sedang sholat di mesjid merasa terganggu dengan bacaan Al Qur’annya yang dijahrkan. Bahkan Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam telah menegur orang yang ketika itu dia sholat dengan mengeraskan bacaannya di Bulan Romadhon. Beliau Shollallahu ‘alaihi wa Sallam mengatakan,

أَيُّهَا النَّاسُ كُلُّكُمْ يُنَاجِي رَبَّهُ فَلَا يَجْهَرْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الْقِرَاءَةِ

“Wahai manusia sekalian. Sesungguhnya seluruh kalian sedang bermunajat kepada Robb nya maka janganlah sebagian kalian mengeraskan suaranya atas orang selainnya”[1].

 

 

[Diterjemahkan dari Majmu’ Fatawa hal. 64/XXIII].

Setelah Subuh,

9 Jumadil ‘Ulaa 1435 H/ 11 Maret 2014 M

Aditya Budiman bin Usman

-yang mengharap ampunan Robbnya-



[1] HR. Ahmad no. 5349, Sunan Abu Dawud no. 1148. Hadits ini dishohihkan Syaikh Al Albani Rohimahullah.

Tulisan Terkait

Leave a Reply