Hal-Hal yang Wajib Bagi Setiap Muslim Dalam Sholatnya (2)

7 Nov

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Hal-Hal yang Wajib Bagi Setiap Muslim Dalam Sholatnya (2)

Segala puji yang disertai pengagungan seagung-agungnya hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dan perendahan diri kita yang serendah-rendahnyanya hanya kita berikan kepadaNya Robbul ‘Alamin. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam.

Melanjutkan artikel sebelumnya.

[4]. Menjauhi banyak tertawa karena hal tersebut akan mematikan hati dan kekhusyukan

Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam,

وَلَا تُكْثِرْ الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ

“Janganlah banyak tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati”[1].

[5]. Tidak menyibukkan diri dengan perkara dunia yang berlebihan

Karena hal ini akan memperbanyak hisab di hari qiyamat. Hendaklah anda mengambil bagian dunia kebutuhan anda, istri dan anak-anak anda. Karena terlalu menyibukkan diri dengan dunia akan membuat pikiran anda bercabang, melalaikan anda dari menunaikan Robbmu ‘Azza wa Jalla, menelantarkan hak-hak jiwa anda, istri dan keluarga anda[2].

[6]. Memperbanyak membaca Al Qur’an Al Karim, dzikir dan do’a yang diriwayatkan dari Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam

Karena hal tersebut mampu melembutkan hati dan menjauhkan diri anda dari syaithon.

[7]. Berusaha menghadiri sholat sebelum adzan dikumandangkan

Karena hal tersebut mampu mencegah diri anda dari mendatangi sholat dalam keadaan hati tersibukkan mengejar roka’at. Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan dari Qotadah Rodhiyallahu ‘anhu. Dia berkata, ‘Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

إِذَا أَتَيْتُمُ الصَّلاَةَ فَعَلَيْكُمُ السَّكِينَةُ فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا سَبَقَكُمْ فَأَتِمُّوا

“Jika kalian mendatangi sholat maka datangilah dengan tenang. Apa yang kalian dapati imam ketika itu makan hendaklah kalian sholat mengikutinya. Sedangkan roka’at yang kalian terluput darinya maka sempurnakanlah”.[3]

Demikian juga diriwayatkan dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu. Berkata bahwa Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

إِذَا ثُوِّبَ لِلصَّلاَةِ فَلاَ تَأْتُوهَا وَأَنْتُمْ تَسْعَوْنَ وَأْتُوهَا وَعَلَيْكُمُ السَّكِينَةُ فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا كَانَ يَعْمِدُ إِلَى الصَّلاَةِ فَهُوَ فِى صَلاَةٍ

“Jika sholat telah ditegakkan maka janganlah kalian mendatanginya dengan berlari. Namun datangilah dengan tenang. Apa yang kalian dapati imam ketika itu makan hendaklah kalian sholat mengikutinya. Sedangkan roka’at yang kalian terluput darinya maka sempurnakanlah. Karena bila salah seorang dari kalian mendatangi sholat maka ketika itu dia sudah dinilai dalam sholat”.[4]

[8]. Meluruskan dan merapatkan shaf

Dalilnya adalah hadits dari Abu Mas’ud Rodhiyallahu ‘anhu, dia berkata, ‘Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

اسْتَوُوا وَلاَ تَخْتَلِفُوا فَتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ

“Luruskanlah (shoh kalian) dan janganlah berselisih sehingga hati-hati kalian akan berselisih”.[5]

Juga,

لَتُسَوُّنَّ صُفُوفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللَّهُ بَيْنَ وُجُوهِكُمْ

“Hendaklah kalian meluruskan shof atau Allah akan menjadikan wajah kalian berselisih”.[6]

Tidak lurusnya shof menyebabkan perselisihan antara wajah dan hati, kurangnya kesempurnaan iman dan membunuh kekhusyukan. Sebagaimana lurus dan rapatnya shof memberikan pengaruh pada kesempurnaan sholat. Oleh sebab itulah Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ

“Karena susungguhnya lurusnya shof merupakan kesempurnaan sholat”.[7]

dalam lafadz yang lain,

فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ حُسْنِ الصَّلاَةِ

“Karena susungguhnya lurusnya shof merupakan kebaikan, bagusnya sholat”.[8]

 

Bersambung….

Mudah-mudah bermanfaat. [aditya budiman bin usman]

Terisnpirasi dari Kitab Ash Sholat Atsaruha fii Jiyadati Al Iman wa Tahzibun Nafsi oleh Syaikh Husain Al Uwaysyah hal. 17-21 terbitan Maktabah Islamiyah, Kairo, Mesir.

[1] HR. Ahmad no. 8081, Tirmidzi no. 2035, Ibnu Majah no. 4217. Hadits ini dinilai oleh hasan Al Albani Rohimahullah dalam Ash Shohihah no. 930.

[2] Hak-hak ukhrowi mereka. (pen)

[3] HR. Muslim no. 603.

[4] HR. Muslim no. 602.

[5] HR. Muslim no. 432.

[6] HR. Bukhori no. 717, Muslim no. 436.

[7] HR. Muslim no. 433.

[8] HR. Bukhori no. 722, Muslim no. 435.

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply