Gadis Kecil Sudah Haidh Namun Puasa

13 Jun

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Gadis Kecil Sudah Haidh Namun Puasa

Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.

Remaja merupakan masa peralihan seseorang dari masa anak-anak menuju proses pendewasaan diri. Bagi sebagian orang tua masalah haidh bagi putrinya yang beranjak gadis, mereka sering menganggap penjelasan tentang ini merupakan tanggung jawab guru agama di sekolah sang putri. Sehingga ketika sang putri tidak memperhatikan pelajaran dari gurunya maka dia tidak akan mengetahui bagaimana hukum-hukum seputar haidh. Sang putri malu bertanya, sang ibu pun tidak peduli. Jadilah sang putri kebingunan dan menganggap tidak ada larangan melaksanakan ibadah tertentu baginya ketika itu. Untuk itu, sebagai orang tua ada baiknya kita, seorang ayahpun harus belajar sebagai persiapan.

 

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah pernah ditanya[1],

Gadis Kecil Sudah Haidh Namun Puasa 1

“Seorang gadis kecil telah haidh namun dia tetap berpuasa pada hari-hari haidh karena ketidaktahuan. Apa yang wajib dilakukannya ?”

Beliau Rohimahullah menjawab,

Gadis Kecil Sudah Haidh Namun Puasa 2

Wajib bagi sang gadis mengqodho puasa yang dia kerjakan di masa haidhnya. Karena puasa pada masa haidh tidak diterima dan tidak sah walaupun karena ketidaktahuan. Karena qodho puasa tidak ada batasan waktunya.

Terdapat permasalahan sebaliknya. Seorang gadis kecil mengalami haidh pada umur yang masih tergolong kecil. Kemudian dia malu memberitahukan orang tuanya bahwa dia tidak puasa. Maka pada kasus ini pun wajib baginya mengqodho bulan yang dia tidak dapat berpuasa tersebut. Karena seorang gadis apabila telah mengalami haidh maka dia telah menjadi mukallaf (orang yang terbebani syari’at). Sebab haidh adalah salah satu tanda seorang gadis telah baligh”.

 

Allahu a’lam.

Setelah Maghrib, 25 Sya’ban 1436 H, 11 Juni 2015 M

Aditya Budiman bin Usman bin Jubir

[1] Lihat Majmuu’ Fataawaa Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah hal. 92/XIX terbitan Dar Tsuroya, Riyadh, KSA.

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply