Bolehkah Menyetubuhi Istri Yang Selesai Haidh Namun Belum Bersuci ?

16 Mar

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Bolehkah Menyetubuhi Istri Yang Selesai Haidh Namun Belum Bersuci ?

Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.

Judul di atas merupakan sebuah pertanyaan yang mungkin menggelitik sebagian kita. Namun tak sedikit orang yang tidak mengetahuinya. Untuk itu kita nukilkan penjelasan Syaikh Mushthofa Al Adawiy Hafidzahullah. Beliau mengatakan[1],

Bolehkah Menyetubuhi Istri Yang Selesai Haidh Namun Belum Bersuci 1

‘Abdur Rozaq meriwayatkan (1272) dari ‘Umar Hubaib dari Mujahid tentang tafsir Firman Allah Ta’ala,

وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ ….

“Dan janganlah kamu mendekati mereka hingga mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang ………………”. (QS. Al Baqoroh [2] :222 )

Beliau Rohimahullah mengatakan,

“Bagi wanita ada dua kesucian, kesucian pertama terdapat dalam firman Allah,

حَتَّى يَطْهُرْنَ

Hingga mereka suci”.

Yaitu jika mereka telah mandi wajib. Sehingga suaminya tidak halal menyetubuhinya hingga dia telah mandi wajib. Allah Subhana wa Ta’ala berfirman,

فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ

“Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu”. (QS. Al

Baqoroh [2] :222 )

Yaitu di tempat keluarnya darah haidh. Sehingga jika suami tidak menyetubuhi istrinya di tempat tersebut maka dia tidak termasuk orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan diri”.Riwayat ini shohih merupakan perkataan Mujahid Rohimahullah.

Dalil lainnya adalah

Bolehkah Menyetubuhi Istri Yang Selesai Haidh Namun Belum Bersuci 2

‘Abdur Rozzaq Rohimahullah (1274) mengeluarkan riwayat dari Malik dari ‘Abdullah bin Abu Bakr, sesungguhnya Salim bin ‘Abdullah dan Sulaiman bin Yasar keduanya bertanya tentang seorang wanita yang haidh, ‘Apakah boleh suaminya menyetubuhinya jika wanita tersebut telah suci namun belum mandi wajib ? Beliau menjawab, ‘Tidak boleh hingga dia mandi wajib’.

Riwayat ini shohih dari Salim dan Sulaiman[2].

Bolehkah Menyetubuhi Istri Yang Selesai Haidh Namun Belum Bersuci 3

‘Abdur Rozzaq Rohimahullah (1274) mengeluarkan riwayat dari Ibnu Juraij, dia mengatakan, ‘Seseorang bertanya kepada ‘Atho, ‘Seorang wanita yang haid terlihat telah suci dari haidhnya namun belum mandi wajib, apakah halal bagi suaminya menyetubuhinya ?’ Beliau menjawab, ‘Tidak hingga wanita tersebut telah mandi wajib’.

Riwayat ini shohih dari ‘Atho[3].

Kemudian Syaikh Mushtofa Al ‘Adawiy Hafidzahullah menyampaikan pendapat para ulama. Di akhir pembahasan ini beliau mengatakan,

Bolehkah Menyetubuhi Istri Yang Selesai Haidh Namun Belum Bersuci 4

“Aku berpendapat, “Pendapatnya Abu Hanifah Rohimahullah merupakan pendapat yang jauh dari dalil. Pendapat yang benar adalah wanita tersebut wajib mandi wajib jika suaminya ingin menyetubuhinya. Allahu a’lam”[4].

 

Sebelum Zhuhur, 21 Jumadil Ulaa 1436 H, 12 Maret 2015 M

Al Faaqir ilaa Maghfiroti Robbihi,

 

Aditya Budiman bin Usman.

[1] Lihat Jaami’ Ahkaam An Nisaa’ hal. 145/I terbitan Dar Sunnah, Kairo, Mesir.

[2] Idem hal. 146/I.

[3] Idem.

[4] Idem hal. 150/I.

 

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply