Bolehkah Imam Memperlama Ruku’ Agar Masbuq Mendapatkan Roka’at

1 Apr

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Bolehkah Imam Memperlama Ruku’ Agar Masbuq Mendapatkan Roka’at

Segala puji hanya kembali dan milik Allah Tabaroka wa Ta’ala, hidup kita, mati kita hanya untuk menghambakan diri kita kepada  Dzat yang tidak membutuhkan sesuatu apapun dari hambanya. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah, Muhammad bin Abdillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam, beserta keluarga dan para sahabat beliau radhiyallahu ‘anhum.

 

Pertanyaan :

وَسُئِلَ – رَحِمَهُ اللَّهُ – :

إذا كان الإمام في الركوع وسمع بعض المصلين يسرعون لإدراك الركوع , فهل يجوز له أن ينتظر أم لا ؟

Syaikhul ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz Rohimahullah pernah ditanya,

“Jika Imam dalam keadaan ruku’ dan mendengar sebagian orang yang hendak melaksanakan sholat berjama’ah terburu-buru untuk masuk ke dalam shof agar dapat ruku’ bersama imam, apakah boleh imam menunggu orang tersebut (dengan memperlambat ruku’) atau tidak ?”

Jawab :

فَأَجَابَ :

الأفضل للإمام في هذه الحال ألا يعجل بالرفع , لكن على وجه لا يشق على المأمومين الذين معه , حتى يدرك ن أحس بدخولهم الركوع معه حرصا على إدراكهم الركعة , وقد جاء عن النبي – صلى الله عليه وسلم – ما يدل على استحباب ذلك.

Beliau Rohimahullah menjawab,

“Yang lebih utama bagi imam jika keadaannya demikian adalah tidak terburu-buru bangkit dari ruku’. Namun tentu saja tidak sampai membuat susah (dengan terlalu lama ruku’ -ed) makmum lainnya yang sejak takbirotul ihrom bersamanya. Hingga orang yang berusaha masuk ke dalam shof agar dapat ruku’ bersama imam agar mendapatkan roka’at bersama imam. Terdapat hadits dari Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam yang menunjukkan dianjurkannya hal tersebut”.

[Diterjemahkan dengan penyesuaian redaksi agar lebih mudah dipahami –insya Allah- dari Kitab Majmu’ Fatawa Al ‘Allamah ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz hal. 115/V]

Setelah Subuh,

19 Robi’ul Akhir 1435 H/ 19 Pebruari 2014 M

Aditya Budiman bin Usman

-yang selalu mengharap ampunan Robbnya-

 

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply