Berpuasalah Bersama Penguasa

30 Jun

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Berpuasalah Bersama Penguasa

 

Segala puji hanya milik Allah ‘Azza wa Jalla. Dzat yang telah mewajibkan puasa bagi hamba-hambaNya. Sholawat serta salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi was sallam kepada istri-istri beliau dan seluruh sahabatnya Ridwanullah alaihim ajma’in.

Telah berlalu penjelasan mengenai bagaimana menentukan awal Romadhon. Mungkin ada diantara kita yang bertanya bagaimana jika sebagaian ormas/kelompok telah menetapkan 1 Romadhon dengan hisab sedangkan ketetapan pemerintah melalui departemen terkait (setelah sebelumnya melihat hilal) memutuskan tanggal 1 Romadhon berbeda dengan yang ditetapkan ormas, lalu manakah yang diikuti? Maka untuk menjawab hal tersebut kami bawakan hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi was sallam mengenai hal ini.

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar rodhiyallahu ‘anhuma,

تَرَاءَى النَّاسُ الْهِلاَلَ فَأَخْبَرْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنِّى رَأَيْتُهُ ، فَصَامَ وَأَمَرَ النَّاسَ بِالصِّيَامِ

“Orang-orang sedang melihat hilal. Aku (Ibnu ‘Umar) pun mengabarkan berita itu kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi was sallam bahwa akupun telah melihatnya. Nabipun berpuasa dan memerintahkan orang-orang untuk berpuasa”[1].

Dari hadits ini terlihat bahwa ketika melihat hilal salah satu tuntunan selain orang tersebut berpuasa setelah melihatnya ia juga memiliki keharusan untuk memberitahukan penguasa bahwa hilal telah terlihat. Kemudian penguasalah yang mengumumkan bahwa hilal telah terlihat dan memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa, lalu kaum muslimin pun secara umum berpuasa.

Kemudian hadits ke dua dari Sahabat Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu,

الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَالأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ

“Hari puasa adalah hari kalian (kaum muslimin) berpuasa dan hari raya (‘idul fitri) adalah kalian (kaum muslimin) berbuka serta hari raya (‘idul adha) adalah hari (kaum muslimin) menyembelih hewan kurban”[2].

Dari hadits ini juga dapat terlihat bahwa hari berpuasa bagi kaum muslimin adalah hari dimana seluruh kaum muslimin berpuasa bukan hari dimana sebagian kaum muslimin (ormas tertentu) berpuasa. Demikian juga halnya untuk ‘idul fitri/lebaran. Kemudian dari hadits sebelumnya terlihat bahwa yang mengumumkan 1 Romadhon adalah pemerintah/penguasa[3], demikian juga dengan 1 Syawal. Allahu a’lam.

Mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan Allah jadikan kaum muslimin (terutama di negeri kita) berpuasa dan berhari raya pada hari yang sama, Amin.

Sigambal, 29 Juni 2011

 

 

 

Aditya Budiman bin Usman


[1] HR. Abu Dawud no. 2342, Darimi no. 1744, Ibnu Hibban no. 3447 dinilai shohih oleh Syaikh Al Albani di Al Irwa’ no. 908 dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan shohih sesuai syarat Muslim.

[2] HR. At Tirmidzi no. 697, At Tirmidzi mengatakan, “Hadits hasan ghorib”. Hadits ini dinilai shohih oleh Syaikh Al Albani di Al Irwa’ no. 905.

[3] Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam dalam masalah ini adalah penguasa ketika itu.

Tulisan Terkait

Leave a Reply