Berdo’a Ketika Tasyahud Awal Atau Akhir?

7 Apr

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Berdo’a Ketika Tasyahud Awal Atau Akhir?

Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.

Tidak jauh dengan tema sebelumnya, artikel kali ini masih membahas seputar masalah variasi dalam beribadah. Jika pada tulisan yang lalu kita ketengahkan tentang membaca surat lain selain surat Al Fatihah pada roka’at ketiga dan keempat. Maka kali ini kita akan ketengahkan seputar berdo’a setelah tasyahud.

Sebuah hal yang mungkin sudah kita ketahui bersama bahwa Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam mengajarkan kepada kita untuk berdo’a pada saat sebelum salam setelah tasyahud akhir.

Dalilnya adalah sabda Rosulullah Shollalahu ‘alaihi wa Sallam dari Shahabat Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu,

إِذَا فَرَغَ أَحَدُكُمْ مِنَ التَّشَهُّدِ الآخِرِ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Jika salah seorang dari kalian telah selesai mengucapkan tasyahud akhir maka hendaklah dia memohon perlindungan kepada Allah dari 4 hal yaitu dari adzab Jahannam, adzab Qubur, fitnah kehidupan dan kematian dan dari keburukan Al Masih Ad Dajjal[1].

Dalam riwayat lain[2] terdapat tambahan lafazh yang diriwayatkan dari ‘Aisyah Rodhiyallahu ‘anha,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada Mu dari perbuatan dosa dan hutang”.

Dalil lain dianjurkannya berdo’a setelah tahiyat akhir sebelum salam adalah hadits Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam yang diriwayatkan dari Shahabat Abu Bakr Rodhiyallahu ‘anhu ketika beliau meminta Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam mengajarkan do’a yang diucapkan dalam sholatnya,

اللَّهُمَّ إنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْماً كَثِيرَاً . وَلا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إلاَّ أَنْتَ . فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ . وَارْحَمْنِي , إنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzholimi diriku dengan kezholiman yang amat besar. Tidak ada yang mampu mengampuni dosa melainkan Engakau maka ampunilah aku dengan pengampunan dari sisi Mu, sayangilah aku seseungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Pengampun dan Penyayang”[3].

Sedangkan dalil yang menunjukan dianjurkannya berdo’a setelah tahiyat yang pertama adalah hadits Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam yang diriwayatkan dari Shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud Rodhiyallahu ‘anhu,

إِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّلاَمُ فَإِذَا قَعَدَ أَحَدُكُمْ فِى الصَّلاَةِ فَلْيَقُلِ التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ فَإِذَا قَالَهَا أَصَابَتْ كُلَّ عَبْدٍ لِلَّهِ صَالِحٍ فِى السَّمَاءِ وَالأَرْضِ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ثُمَّ يَتَخَيَّرُ مِنَ الْمَسْأَلَةِ مَا شَاءَ

“Sesungghunya Allah adalah As Salaam. Jika kalian duduk untuk tasyahud dalam sholat kalian maka ucapkanlah (التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ) ‘Segala ucapan penghormatan, sholat/do’a dan karunia hanya milik Allah. Semoga keselamatan tercurah untukmu wahai Nabi. Bergitu pula rahmat Allah dan karunia Nya serta keselamatan semoga diberikan kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang sholeh’. “Jikalau seseorang mengucapkan ini maka akan mencakup seluruh hamba Allah yang sholeh baik di langit maupun di bumi”. ‘(أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ) ‘Aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba Nya dan utusan Nya’. Kemudian hendaklah dia berdo’a dengan do’a yang inginkan”[4].

Dalam riwayat lain disebutkan,

إِذَا قَعَدْتُمْ فِي كُلِّ رَكْعَتَيْنِ فَقُولُوا التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ……… ثُمَّ لِيَتَخَيَّرْ أَحَدُكُمْ مِنْ الدُّعَاءِ أَعْجَبَهُ إِلَيْهِ فَلْيَدْعُ بِهِ رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ.

“Jika kalian duduk untuk tasyahud pada setiap dua roka’at maka ucapkanlah (التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ….) ‘Segala ucapan penghormatan, sholat/do’a dan karunia hanya milik Allah’…. kemudian hendaklah dia memilih dari do’a-do’a yang dia ingin diijabah untuknya dan berdo’a dengannya kepada Robbnya ‘Azza wa Jalla[5].

 

Kesimpulannya

Disunnahkan berdo’a setelah tasyahud baik tasyahud awal maupun akhir atau setelah keduanya. Allahu A’lam.

Mari meningkatkan kualitas amal dan menambah khasanah keilmuan.

 

Sebelum Subuh 15 Jumadits Tsaniy 1436 H/6 April 2015 M.

Aditya Budiman bin Usman

[1] HR. Bukhori no. 832 dan Muslim no. 589

[2] HR. Muslim no. 589.

[3] HR. Bukhori no. 799 dan Muslim no. 2705. Penulis ‘Umdatul Ahkaam Rohimahullah membuat judul bab ‘Bab ad Du’a Ba’da At Tasyahud Al Akhiir’ Bab Dianjurkan Berdo’a Setelah Tasyahud Akhir’. Lihat Taisir ‘Alaam hal. 241 terbitan Maktabah Ar Rusyd, Riyadh, KSA.

[4] HR. Bukhori no. 800 dan Muslim no. 924

[5] HR. Ahmad no. 4160 dan lain-lain. Syaikh Syu’aib Al Arnauth Rohimahullah mengatakan, ‘Sanadnya shohih sesuai syarat Muslim’.

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply