Banyaknya Terjadi Gempa Adalah Tanda Qiyamat

18 Oct

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Banyaknya Terjadi Gempa Adalah Tanda Qiyamat

Segala puji hanya kembali dan milik Allah Tabaroka wa Ta’ala, hidup kita, mati kita hanya untuk menghambakan diri kita kepada  Dzat yang tidak membutuhkan sesuatu apapun dari hambanya. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah, Muhammad bin Abdillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam, beserta keluarga dan para sahabat beliau radhiyallahu ‘anhum.

Masih berkaitan dengan tulisan kami sebelumnya (klik disini). Salah satu tanda qiyamat sughro adalah banyaknya terjadi gempa.

Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda sebagaimana yang diriwayatkan dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu,

لَا تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبِضَ الْعِلْمُ وَتَكْثُرَ الزَلَازِلُ

“Tidak akan datang/terjadi hari qiyamat hingga ilmu (agama) dicabut dan terjadi banyak gempa”[1].

Dari Salamah bin Nufail As Saukaniy, dia mengatakan ketika kami duduk bersama Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam beliau bersabda,

بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ مُوتَانٌ شَدِيدٌ وَبَعْدَهُ سَنَوَاتُ الزَّلَازِلِ

“Ketika hari qiyamat sudah dekat akan ada kematian yang sangat banyak dan setelahnya akan datang tahun-tahun dimana terjadi banyak gempa”[2].

Ibnu Hajar Al Asqolaniy Asy Syafi’i Rohimahullah mengatakan,

قوله وتكثر الزلازل قد وقع في كثير من البلاد الشمالية والشرقية والغربية كثير من الزلازل ولكن الذي يظهر ان المراد بكثرتها شمولها ودوامها

“Sabda Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam (تَكْثُرَ الزَلَازِلُ) banyaknya terjadi gempa yang terjadi di banyak negeri baik dibelahan timur dan barat bumi. Akan tetapi yang lebih tepat maksud sabda Nabi (تَكْثُرَ الزَلَازِلُ) adalah banyaknya terjadi gempa di seluruh negeri dan gempa tersebut terjadi terus menerus[3].

Penjelasan di atas didukung oleh hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Haulah Rodhiyallahu ‘anhu,

يَا ابْنَ حَوَالَةَ إِذَا رَأَيْتَ الْخِلَافَةَ قَدْ نَزَلَتْ الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ فَقَدْ دَنَتْ الزَّلَازِلُ وَالْبَلَايَا وَالْأُمُورُ الْعِظَامُ وَالسَّاعَةُ يَوْمَئِذٍ أَقْرَبُ إِلَى النَّاسِ مِنْ يَدَيَّ هَذِهِ مِنْ رَأْسِكَ

“Wahai Ibnu Hawaalah jika engkau telah melihat khilafah tersebar dari Madinah hingga Syam, terjadi gempa-gempa, bala bencana serta hal-hal menggentarkan lainnya. Maka pada saat itu tejadinya hari qiyamat lebih dekat daripada jarak antara tangan dan kepalamu”[4].

 

Mudah-mudahan bermanfaat.

 

[Diterjemahkan dari Kitab Asyroothu As Saa’ah oleh Yusuf bin Abdullah Al Waabil hal. 172 terbitan Dar Ibnu Jauziy cet. 7 tahun 1430 H]

Sigambal, Hari Tasyrik  1434 H

 

Aditya Budiman bin Usman

-yang mengharap ampunan Robbnya-



[1] HR. Bukhori dalam Kitab Fithan (Lihat Fathul Barriy hal. 81-82/XIII).

[2] HR. Ahmad No. 1694.

[3] Lihat Fathul Barriy hal. 87/VII.

[4] HR. Ahmad no. 22487.

Tulisan Terkait

Leave a Reply