Bagaimana Cara Sujud Tilawah ?

27 Jul

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Bagaimana Cara Sujud Tilawah ?

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Pernahkah anda menjadi seorang makmum tiba-tiba imam mengucapkan takbir lantas sujud bukan ruku’ ? Atau pernahkah anda melihat ada orang yang membaca Al Qur’an kemudian sujud ? Apa yang sedang mereka lakukan ?

Temukan jawabannya di tanya jawab berikut[1].

Pertanyaan

Bagaimana Cara Sujud Tilawah 1

“Bagaimana tata cara sujud tilawah ? Berapa kalikah salamnya ? Apa yang dibaca ketika sujud ?”

 

Jawaban :

Bagaimana Cara Sujud Tilawah 2

“Sujud tilawah seperti sujud dalam sholat. Yang paling utama berdiri dahulu kemudian langsung tersungkur sujud atas 7 anggota sujud. Kemudian membaca,

سُبْحَانَ رَبِيَّ الأَعْلَى

“Maha suci Allah Tuhan Yang Maha Tinggi”[2].

sebanyak 3 kali. Kemudian membaca,

اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ وَ عَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

“Ya Allah, hanya kepada Mu aku bersujud, hanya kepada Mu aku beriman, hanya kepada Mu aku menyerahkan diri dan hanya kepada Mu aku bertawakkal. Wajahku bersujudkepada Dzat Yang Menciptakan, membentuknya, membuka pendengaran dan penglihatannya. Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta”[3].

اللَّهُمَّ اكْتُبْ لِي بِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا ، وَضَعْ عَنِّي بِهَا وِزْرًا ، وَاجْعَلْهَا لِي عِنْدَكَ ذُخْرًا ، وَتَقَبَّلْهَا مِنِّي كَمَا تَقَبَّلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ وَ عَلَى نَبِيِّنَا أَفْضَلُ الصَلَاة و السَلَام.

“Ya Allah, tulislah bagiku dengannya pahala di sisi Mu, dengannya gugurkanlah dari dosa-dosa, jadikanlah hal itu sebagai tabungan untuk di sisi Mu, terimalah dariku sebagaimana Engkau menerima dari hamba Mu Daud dan Nabi Kami baginyalah sebaik-baik do’a dan salam”[4].

* * *

Syaikh Ibnu Jibrin.

 

 

Diterjemahkan setelah Isya

23 Syawal 1437 H, 27 Juli 2016 M | Aditya Budiman bin Usman bin Zubir

[1] Lihat Fatawa Islamiyah hal. 330-331/I Terbitan Darul Wathon, Riyadh, KSA.

[2] HR. Muslim no. 722.

[3] HR. Tirmidzi no. 3421, Tirmidzi Rohimahullah mengatakan hadits ini hasan shohih.

[4] HR. Tirmidzi no. 3424, Al Albani Rohimahullah mengatakan hadits ini hasan.

 

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply