Makna Asmaul Husna, Al Hayyu dan Al Qoyyum

9 Nov

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Makna Asmaul Husna, Al Hayyu dan Al Qoyyum

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Kembali kita melanjutkan artikel seputar penjelasan ringkas makna dari Asma’ul Husna Allah ‘Azza wa Jalla. Pada kesempatan kali ini kita telah sampai pada makna  Al Hayyu dan Al Qoyyum. Kedua nama ini beberapa kali disebutkan pada satu kesempatan di dalam Al Qur’an.

Share

Tafsir Surat Al Kahfi (19)

3 Nov

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Tafsir Surat Al Kahfi (19)

 

Segala puji yang disertai pengagungan seagung-agungnya hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dan perendahan diri kita yang serendah-rendahnyanya hanya kita berikan kepadaNya Robbul ‘Alamin yang telah menurunkan Al Qur’an sebagai petunjuk. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam, istri-istri Beliau, Keluarganya, para Sahabatnya dan ummat Beliau yang senantiasa meniti jalannya dengan baik hingga hari kiamat.

[Tafsir Surat Al Kahfi ayat 23-24]

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman,

وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَدًا (23) إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَى أَنْ يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَذَا رَشَدًا (24)

“Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu, “Sesungguhnya aku mengerjakan ini besok pagi. Kecuali (dengan menyebut), ‘Insya Allah’. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah, “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini”. (QS. Al Kahfi [18] : 23-24).

Share

Tafsir Surat Al Kahfi (18)

20 Oct

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Tafsir Surat Al Kahfi (18)

 

Segala puji yang disertai pengagungan seagung-agungnya hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dan perendahan diri kita yang serendah-rendahnyanya hanya kita berikan kepadaNya Robbul ‘Alamin yang telah menurunkan Al Qur’an sebagai petunjuk. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam, istri-istri Beliau, Keluarganya, para Sahabatnya dan ummat Beliau yang senantiasa meniti jalannya dengan baik hingga hari kiamat.

Kembali kita melanjutkan tafsir ringkas Surat Al Kahfi setelah lebih setahun tidak diupdated di web ini. Mudah-mudahan Allah Tabaroka wa Ta’ala menganugrahkan kepada kami hidayah dan keistiqomahan untuk menyelesaikan tafsir ini. Amin

[Tafsir Surat Al Kahfi ayat 22]

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman,

سَيَقُولُونَ ثَلَاثَةٌ رَابِعُهُمْ كَلْبُهُمْ وَيَقُولُونَ خَمْسَةٌ سَادِسُهُمْ كَلْبُهُمْ رَجْمًا بِالْغَيْبِ وَيَقُولُونَ سَبْعَةٌ وَثَامِنُهُمْ كَلْبُهُمْ قُلْ رَبِّي أَعْلَمُ بِعِدَّتِهِمْ مَا يَعْلَمُهُمْ إِلَّا قَلِيلٌ فَلَا تُمَارِ فِيهِمْ إِلَّا مِرَاءً ظَاهِرًا وَلَا تَسْتَفْتِ فِيهِمْ مِنْهُمْ أَحَدًا

“Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, (yang lain) mengatakan, “(jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjing nya”, sebagai terkaan terhadap barang yang ghaib. Dan (yang lain lagi) mengatakan, “(jumlah mereka) tujuh orang, yang ke delapan adalah anjingnya”. Katakanlah, “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka, tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit”. Karena itu janganlah engkau (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorangpun di antara mereka”. (QS. Al Kahfi [18] : 22).

Share

Makna Asmaul Husna, Ar Rohman dan Ar Rohim

13 Oct

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Makna Asmaul Husna, Ar Rohman dan Ar Rohim

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Kembali kita melanjutkan artikel seputar penjelasan ringkas makna dari Asma’ul Husna Allah ‘Azza wa Jalla. Pada kesempatan kali ini kita telah sampai pada makna Ar Rohman dan Ar Rohim. Kedua Nama ini merupakan nama yang banyak sekali disebutkan dalam Al Qur’an. Bahkan dengan kedua nama inilah Al Qur’an dibuka, lebih lagi penyebutan nama ini diulang dalam satu surat yang sama dan yang sangat mulia yaitu Al Fatihah.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (1) الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (2) الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (3)

 “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Robb semesta alam. Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang ”. (QS. Al Fatihah [1] : 1-3)

Share

Ciri Utama Wali Allah

5 Oct

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ciri Utama Wali Allah

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Beberapa hari belakangan ini ummat Islam di negeri kita ini tersibukkan dengan fenomena orang yang mampu mengklaim dirinya atau diklaim oleh pengikutnya mampu ‘mengadakan /menggandakan uang’. Orang tersebut dianggap sebagai seorang kanjeng, wali atau raja yang mampu memberikan solusi berbagai masalah.

Kami tergerak untuk memberikan sumbangsih pencerahan kepada saudara muslim lainnya agar tidak terkecoh dengan orang yang demikan di saat ini maupun di masa yang akan datang. Kalau sekarang masyarakat diiming-imingi pelipangandaan uangnya, boleh jadi kelak akan diiming-imingi jabatan, kesehatan, keturunan dan lain sebagainya.

Kami sadar kami bukanlah siapa-siapa, namun pada kesempatan ini kami hanya menukilkan sebuah kaidah besar yang Allah ‘Azza wa Jalla tetapkan dalam Kitab Nya sebagai barometer utama untuk menilai apakah si fulan benar-benar wali Allah. Kaidah ini pun telah dijelaskan Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam dalam haditsnya dan disederhanakan oleh para ulama Rohimahumullah.

Share

Pencintalah Yang Layak Dicinta

17 Sep

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Pencintalah Yang Layak Dicinta

  Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah. Setiap muslim tentu tidak akan ragu mengatakan bahwa dia mencintai Allah ‘Azza wa Jalla. Bahkan mungkin orang munafiq, nashrani dan yahudi pun demikian adanya. Allah Ta’ala mengabadikan ucapan mereka,

وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى نَحْنُ أَبْنَاءُ اللَّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan : “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih Nya”. (QS. Al Maidah [5] : 18)

Namun apakah klaim tersebut hanya mengalir begitu saja ?

Share

Betapa Lemahnya Akal Terhadap Shifat Allah

23 Aug

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Betapa Lemahnya Akal Terhadap Shifat Allah

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Sebagian kaum muslimin ketika mendengar bahwa Allah Subhana wa Ta’ala memiliki shifat tertentu yang dikhabarkan oleh Al Qur’an dan Sunnah Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam merasa alergi atau minimal aneh. Lebih parah lagi tak sedikit pula menggelari orang yang menyampaikan shifat tersebut sebagai ‘Wahhabi’. Digambarkan seolah-olah ‘Wahhabi’ ini ingin menyamakan Allah ‘Azza wa Jalla dengan makhluk Nya. Sehingga jadilah sebagian ummat Islam marah dan mengecam keyakinan tersebut. Padahal apa yang disampaikan itu hanyalah sebuah turuan dari tafsiran Firman Allah Subhana wa Ta’ala,

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia lah yang Maha Mendengar dan Melihat”. (QS. Asy Syuro  [42] : 11)

Share