Hati Yang Lapang (Defenisi dan Tips Jitu)

12 Jul

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Hati Yang Lapang (Defenisi dan Tips Jitu)

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Sering kita mendengar, “Si Fulan itu baik, orangnya berhati lapang/ lapang dada”. Biasanya kalimat ini ditujukan kepada orang yang emosinya stabil saat dapat musibah atau bisa mengakomodasi semua pendapat. Lantas apakah memang demikian ? Lalu bagaimana caranya agar hati kita lapang atau agar kita menjadi orang yang lapang dada ?

Share

Diantara Hikmah Mengimani Allah Berada di Atas Langit

27 Feb

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Diantara Hikmah Mengimani Allah Berada di Atas Langit

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Akhir-akhir ini mulai tersebar kembali di sebagian kaum muslimin bahwa keyakinan bahwa Allah Subhana wa Ta’ala berada di atas langit beristiwa di atas ‘Arsy Nya adalah keyakinan batil, salah, menyamakan Allah dengan makhluk, dan keyakinan baru serta keyakinan wahabi. Sehingga ada semacam anggapan bahwa keyakinan ini tidak ada gunanya disampaikan dan dibahas kepada ummat Islam di nusantara. La Hawala wa La Quwwata Illa Billah. Padahal keyakinan ini merupakan keyakinan Para Nabi dan para shahabat serta para Imam Ahlu Sunnah wal Jama’ah dari masa ke masa. Silakan cek sekelumit di sini.

Namun yang akan kita sampaikan pada kesempatan ini adalah sekelumit buah meyakini dan mengimani bahwa Allah Subhana wa Ta’ala berada di atas langit. Agar kita dapat mengetahui bahwa keyakinan ini bukan hanya sebuah keyakinan yang berbuah teori semata namun juga dapat berpengaruh pada amal anggota badan kita. Sehingga amal tesebut lebih berkualitas dan bernilai di sini Allah ‘Azza wa Jalla.

Share

Ayo Baca Tafsir Al Qur’an

22 Jan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ayo Baca Tafsir Al Qur’an

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Anda sudah baca Al Qur’an hari ini ? Jika ya, alhamdulillah. Pujilah Allah dan bersyukurlah kepada Nya karena masih memberikan hidayah taufiq untuk beramal kepada anda. Tak banyak orang di zaman sekarang yang harinya masih terikat dengan bacaan Al Qur’an. Semakin menua umur dunia, keimanan manusianya pun semakin terkikis berbagai kesibukan yang melalaikan dari beribadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla Sang Pemilik dunia dan segala isinya.

Share

Buktikan Cintamu

14 Dec

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Buktikan Cintamu

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Anda cinta Allah ? Sudah benarkah cinta anda ? Bagaimana menyalurkan kecintaan yang benar ? Jika ada yang menyelisihi yang dicintai ?

Pertanyaan-pertanyaan ini mungkin tidak pernah kita tanyakan kepada diri kita sendiri. Mungkin karena kita menganggapnya tidak penting atau kita memang terlalu pede bahwa kita sudah cinta kepada Allah dan Allah pun cinta kepada kita.

Share

Fir’aun Saja Tahu Allah Berada di Atas Langit

26 Nov

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Fir’aun Saja Tahu Allah Berada di Atas Langit

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Telah jelas dan gamblang bahwa salah satu keyakinan Ahlu Sunnah wal Jama’ah ialah Allah Subhana wa Ta’ala berada di atas langit. Silakan search pada blog ini. Kali ini kami ingin sampaikan bahwa keyakinan kita ini juga sebenarnya diketahui oleh Fir’aun manusia yang merupakan simbol kekafiran dan pembangkangan di dunia ini. Ini sangat kontras dengan keyakinan sebagian kaum muslimin tentang dimana Allah ‘Azza wa Jalla. Mudah-mudahan beberapa nukilan berikut dapat membuka hati mereka untuk mau menerima aqidah yang benar ini.

Share

Bertengkar (Saling Laknat) Di Akhirat

1 Nov

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Bertengkar (Saling Laknat) Di Akhirat

Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

قَالَ ادْخُلُوا فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ فِي النَّارِ كُلَّمَا دَخَلَتْ أُمَّةٌ لَعَنَتْ أُخْتَهَا حَتَّى إِذَا ادَّارَكُوا فِيهَا جَمِيعًا قَالَتْ أُخْرَاهُمْ لِأُولَاهُمْ رَبَّنَا هَؤُلَاءِ أَضَلُّونَا فَآَتِهِمْ عَذَابًا ضِعْفًا مِنَ النَّارِ قَالَ لِكُلٍّ ضِعْفٌ وَلَكِنْ لَا تَعْلَمُونَ (38) وَقَالَتْ أُولَاهُمْ لِأُخْرَاهُمْ فَمَا كَانَ لَكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْسِبُونَ (39)

Artinya :

Allah berfirman, “Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya maka orang-orang yang masuk kemudian di antara mereka berkata kepada orang-orang yang masuk terdahulu, “Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka”. Allah berfirman, “Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui. Dan berkata orang-orang yang masuk terdahulu di antara mereka kepada orang-orang yang masuk kemudian, “Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikitpun atas kami, maka rasakanlah siksaan karena perbuatan yang telah kamu lakukan”. (QS. Al A’rof [7] : 38-39).

 

Share

Tafsir Surat Al Ashr Part 1

13 Oct

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Tafsir Surat Al Ashr Part 1

Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.

Surat Al Ashr merupakan salah satu surat yang mayoritas ummat Islam menghafalnya bahkan surat ini mungkin termasuk surat yan sering kita baca atau kita dengar dibacakan imam. Oleh sebab itu sudah selayaknya kita mengetahui dan memahami tafsir surat ini. Kemudian setelah itu dapat kita amalkan isi kandungannya.

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman,

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآَنَ

“Maka apakah mereka tidak mentadabburi Al Qur’an”. (QS. An Nisa [4] : 82).

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman dalam surat Al Ashr,

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

Artinya :

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”. (QS. Al Ashr [103] : 1-3).

 

Share