Pelipatgandaan Ganjaran Puasa Romadhon

29 May

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Pelipatgandaan Ganjaran Puasa Romadhon

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Rasa syukur beriring pujian kita haturkan kepada Allah sebab kita masih dapat berjumpa dengan Bulan Romadhon, bulan yang penuh keberkahan.

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ

“Telah datang kepada kalian Bulan Romadhon, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan bagi kalian puasa pada bulan tesebut”[1].

Share

Syrup dan Romadhon

25 May

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Syrup dan Romadhon

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Eh udah mau Romadhon aja ya, udah banyak yang jual dan iklan syrup dan kurma’. Ungkapan ini mungkin pernah meluncur dari lisan kita atau pernah kita dengar. Sekilas ini ungkapan biasa aja sih, namun kalau kita dalami lagi dan tarik pada diri kita masing-masing, berujung pada betapa lalainya kita dari persiapan menjelang Romadhon. Hal ini juga menunjukkan betapa jauhnya kita dari iman dan amal para salafus sholeh Rodhiyallahu ‘anhum.

Share

Perbedaan Waktu Negara Terkait Puasa dan Berbuka (Hari Raya)

19 May

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Perbedaan Waktu Negara Terkait Puasa dan Berbuka (Hari Raya)

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Seseorang muslim bertempat tinggal di sebuah negara. Penetapan 1 Romadhon sudah di tetapkan di negaranya. Dia pun berpuasa mengikuti ketetapan pemerintahannya tersebut. Selang beberapa hari puasa dia pun berpindah (mungkin kerja atau yang lainnya) ke negara muslim lainnya. Dia negara kedua ini penetapan puasanya lebih lambat sehari dari negara sebelumnya. Lantas bagaimanakah dia harus bersikap terkait jumlah bilangan hari puasanya dan hari rayanya ?

Mari simak tanya jawab berikut ini.

Share

Orang Yang Mendengar Kabar Hilal Sudah Tampak, Apa Do’anya

8 May

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Orang Yang Mendengar Kabar Hilal Sudah Tampak, Apa Do’anya

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Alhamdulillah kita sudah memasuki Bulan Sya’ban. Artinya dalam beberapa hari ke depan insya Allah akan terdengar kabar di media sosial, elektronik maupun cetak tentang hilal Bulan Romadhon. Jika para pembaca ingin melihat bagaimana penetapan awal puasa apakah dengan hilal atau dengan hisab silakan klik link berikut.

Pada artikel sederhana kali ini, kita akan hadirkan fatwa salah seorang ulama yang tersohor di zaman kita hidup seputar apakah ada do’a bagi orang yang melihat langsung hilal ? Jika ada, apakah orang yang hanya mendengar berita atau kabar bahwa hilal telah terlihat juga disyari’atkan membacanya ?

Mari simak berikut ini.

Pertanyaan :

Fadhilatusy Syaikh Rohimahullah pernah ditanya, “Apakah ada riwayat dari Rosul Shollallahu ‘alaihi wa Sallam do’a khusus bagi orang yang melihat hilal ? Apakah boleh orang yang mendengar kabar terlihatnya hilal namun dia tidak melihatnya mengucapkan do’a tersebut ?”

Share

Taqwa, Wasiat Allah, Rosul dan Orang-orang Yang Utama

2 Apr

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Taqwa, Wasiat Allah, Rosul dan Orang-orang Yang Utama

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Wasiat merupakan sebuah kata yang spesial buat kita. Terutama jika wasiat itu berasal dari orang-orang yang spesial, mempunyai tempat dan kedudukan di hati kita. Misalnya seorang orang tua yang hendak menemui malaikat maut, berwasiat kepada anaknya. Maka wasiat itu biasanya akan sangat menghujam di hati seorang anak. Bahkan terkadang tidak peduli halal dan haram asalkan wasiat tersebut ditunaikan. Alasannya biasanya adalah takut durhaka atau kualat sama orang tua.

Share

Mensyukuri Yang Sedikit Dahulu

30 Mar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Mensyukuri Yang Sedikit Dahulu

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Sering kita mengucapkan, ‘Ah, kalau saya punya mobil kan enak bisa berangkat kajian kalau hujan’. Terkadang juga kita mengatakan, ‘Ah, enaknya si Fulan. Banyak uang bisa infaq. Kalau saya punya duit segitu, saya akan infaq lebih banyak dari dia’. Masih banyak ucapan semisal yang mungkin sering terbetik di benak kita.

Kami katakan ucapan tersebut tidak salah sepenuhnya. Bahkan jauh lebih baik dari ucapan orang yang mengatakan, ‘Kalau saya punya banyak uang, maka saya akan main judi di Macau, atau saya akan dirikan tempat hiburan malam’.

Namun terkadang kita manusia biasa ini sering lupa membaca diri. Kita mengucapkan ucapan yang pada dasarnya tidak ada masalah namun niat di hati kita adalah kedengkian, hasad kepada orang yang diberi nikmat tersebut yang dapat berkonsekwensi pada buruk sangka terhadap pemberi nikmat yaitu Allah ‘Azza wa Jalla. Ucapan demikian meluncur dari lisan kita seolah-olah kita pasti lebih baik dari orang tersebut jika dapat nikmat seperti apa yang ada padanya. Atau menghakimi seseorang yang semestinya bisa berangkat kajian ketika hujan namun dia tidak berangkat padahal ada mobil. Demikian seterusnya.

Share

Berwudhu Dengan Air Yang Sudah Tersimpan Lama

18 Mar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Berwudhu Dengan Air Yang Sudah Tersimpan Lama

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Ketika anda melakukan safar dalam waktu yang relatif lama. Setibanya di rumah anda baru dapat mengerjakan sholat jama’ karena mendapatkan udzur safar. Namun waktu sholat ketika itu hendak habis sedangkan air yang ada adalah air yang berada di bak mandi sebelum anda safar. Bolehkah anda menggunakan air yang sudah lama ditinggal di bak mandi tersebut untuk wudhu ?

Simak tanya jawab berikut, mudah-mudahan dapat mendekatkan pada kondisi di atas.

Share