Sakit Ketika Bulan Puasa

30 Apr

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sakit Ketika Bulan Puasa

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Bulan suci Romadhon telah di pelupuk mata. Mudah-mudahan Allah ‘Azza wa Jalla menjadikan kita termasuk orang yang mendapatinya dalam keadaan sehat sehingga mampu berpuasa sebulan penuh.

Namun demikian, tak jarang kondisi fisik seseorang melemah ketika mendapati bulan Romadhon. Sehingga berujung pada sakit dan ini mungkin menimpa setiap kita. Untuk itu sangat penting bagi kita untuk memahami bagaimana fiqh orang yang sakit di bulan Romadhon.

Puasa Sunnah Ala Nabi

10 Apr

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Puasa Sunnah Ala Nabi

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Puasa merupakan sebuah amalan yang sangat dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana termaktub dalam hadits qudsi,

قَالَ اللهُ عَزَّ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ، إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

 Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Setiap amalan anak keturunan Adam untuknya kecuali puasa. Karena sesungguhnya puasa itu hanya untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan memberikan ganjarannya”[1].

Betapa agungnya puasa, Allah ‘Azza wa Jalla sendirilah yang akan menentukan besaran pahala yang didapatkan orang yang berpuasa.

Berpuasa di Bulan Orang Lalai (Sya’ban)

2 Apr

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Berpuasa di Bulan Orang Lalai (Sya’ban)

Waktu demikian cepat berlalu. Rasa-rasanya baru kemaren kita lulus SMA. Rasa-rasanya baru kemaren kita menikah. Rasa-rasanya baru kemaren kita menimang putra-putri pertama kita. Suka atau tidak suka demikianlah waktu meninggalkan kita. Ketika waktu itu berlalu dan banyak kebaikan yang terluput dari kita maka penyesalan pun tak terbendungkan lagi.

Demikian pula, tak terasa kita akan bertemu kembali dengan Bulan Sya’ban. Bulan dimana Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam demikian memperbanyak puasa padanya. Ibunda kita, ‘Aisyah Rodhiyallahu ‘anha menuturkan,

وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ

“Aku tidak pernah melihat Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasa selama sebulan penuh selain pada Bulan Romadhon. Akupun tidak pernah melihat beliau demikian banyak berpuasa dalam satu bulan melainkan pada Bulan Sya’ban”[1].

Salah Satu Faidah Syari’at Istighfar Setelah Sholat

11 Mar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Salah Satu Faidah Syari’at Istighfar Setelah Sholat

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Tak ragu lagi seluruh syari’at Islam itu pada hakikatnya manfaat serta hikmahnya kembali kepada para hamba. Namun tidak setiap kita paham dan mengerti hikmah di balik pensyariatan suatu syari’at.

Salah satu sunnah Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam adalah mengucapkan istighfar setelah salam ketika sholat. Dalilnya adalah apa yang dilakukan Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana diceritakan oleh Tsauban Rodhiyallahu ‘anhu,

عَنْ ثَوْبَانَ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا

Dari Tsauban Rodhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Dahulu Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bila telah selesai dari sholatnya beliau beristighfar sebanyak 3x”[1].

Penisbatan Yang Salah

28 Feb

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Penisbatan Yang Salah

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Sekitar setahun yang lalu ada seorang yang kondang, mengatakan bahwa kita umat Islam di Indonesia ini bermadzhab ini dan beraqidahkan itu. Beliau ini –semoga Allah senantiasa menambahkan hidayahnya kepada saya dan beliau- mengatakan demikian dengan tegasnya. Framingnya, seolah-olah jika tidak demikian maka mengambil jalan yang menyelisihi jama’ah kaum muslimin di negeri ini.

Orang yang Mendapat Nikmat Sesungguhnya

19 Feb

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Orang yang Mendapat Nikmat Sesungguhnya

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Tak sedikit dari kita yang mengira bahwa nikmat Allah Subhahu wa Ta’ala itu terbatas pada nikmat sehat, rezki yang halal dan lain-lain yang terlihat dan nyata dirasakan. Namun ada suatu nikmat sesungguhnya yang kita sering memintanya bahkan berulang-ulang dalam sehari semalam. Tetapi sayang kita sering tidak merasa memintanya kepada Allah apatah lagi mensyukuri dan menjaga nikmat tersebut agar lestari pada diri kita.

Muroqobah, Adab Pertama Bagi Penuntu Ilmu

17 Jan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Muroqobah, Adab Pertama Bagi Penuntu Ilmu

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Tidak perlu diragukan lagi, ilmu merupakan sebuah pembeda yang nyata baik dalam urusan dunia, pun demikian urusan akhirat. Misalnya saja seorang sarjana tentu memiliki gaji yang berbeda dengan seorang yang lulusan SD. Dalam urusan agama pun, nuansa ilmu sangat berpengaruh dalam penetapan hukum. Lihatlah, hasil buruan hewan terlatih berbeda dengan yang tidak terlatih. Yang satu halal sedang yang lainnya tidak.

Melangkah lebih jauh lagi, penuntut ilmu pun terbedakan dengan orang yang hanya datang ke majelis ilmu untuk sekedar mengisi kekosongan waktu. Pembeda tersebut adalah bagaimana mereka para penuntut ilmu demikian menghargai ilmu yang dia cari. Salah satunya adalah dengan melihat bagaimana adab mereka.