Penyakit Yang Harus Dijauhi Penuntut Ilmu Part 1

4 Oct

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Penyakit Yang Harus Dijauhi Penuntut Ilmu Part 1

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Menuntut ilmu agama merupakan sebuah ibadah yang bernilai luar biasa. Keutamannya pun demikian dahsyat bahkan dia adalah salah satu tanda bahwasanya Allah Tabaroka wa Ta’ala menginginkan kebaikan (surga) kepada orang yang menuntut ilmu. Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam,

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu maka Allah akan mudahkan baginya untuk menuju surga”[1].

Namun demikian, musuh kita, syaithon tentu tidak akan senang jika kita mendapatkan keutamaan tersebut. Oleh sebab itu dia tentu akan menjadikan seseorang keliru, salah dan terjangkit penyakit yang akan merusak ibadah menuntut ilmu tersebut. Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah membuat sebuah bahasan tersendiri dalam Kitabul Ilmi, ‘Kesalahan-kesalahan yang wajib diwaspadai (penuntut ilmu –pen)’

 

Share

1 Maksiat Melahirkan Maksiat Berikutnya

17 Sep

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

1 Maksiat Melahirkan Maksiat Berikutnya

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Pernahkah kita bertanya, berfikir dan merenungkan keadaan diri kita ? Apakah kita pernah melakukan sebuah kemaksiatan ? Lantas semakin hari kok kemaksiatan kita semakin bertambah banyak ? Apakah penyebabnya ?

Penulis Al Qomush Al Muhith Rohimahullah mengatakan,

“Al ‘Ishyaan (maksiat) adalah kebalikan dari keta’atan”[1].

Share

Beda Sabar dan Ridho

7 Aug

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Beda Sabar dan Ridho

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Diantara buah keimanan yang benar terhadap takdir Allah (klik di sini) atau dalam bahasa syari’atnya qodho dan qodar Allah adalah adanya keridhoan seorang hamba atas apa yang Allah takdirkan pada dirinya dan kehidupannya.

Lantas apa yang dimaksud dengan ridho ? Dan apa bedanya dengan sabar ?

Share

Pelajaran Dari Bangun Tidur Part 2

17 Jul

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Pelajaran Dari Bangun Tidur Part 2

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Tidur merupakan sebuah kenikmatan yang patut disyukuri. Bangun dari tidur juga merupakan sebuah kenikmatan lain yang tentu wajib untuk disyukuri juga. Disyukuri dengan memuji Allah ‘Azza wa Jalla atas nikmat ini dan mengingat kembali tujuan utama anda dibangunkan adalah untuk kembali berdzikir, mengingat Allah dan melaksanakan ibadah hanya kepada Nya.

Share

Syrup dan Romadhon

25 May

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Syrup dan Romadhon

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Eh udah mau Romadhon aja ya, udah banyak yang jual dan iklan syrup dan kurma’. Ungkapan ini mungkin pernah meluncur dari lisan kita atau pernah kita dengar. Sekilas ini ungkapan biasa aja sih, namun kalau kita dalami lagi dan tarik pada diri kita masing-masing, berujung pada betapa lalainya kita dari persiapan menjelang Romadhon. Hal ini juga menunjukkan betapa jauhnya kita dari iman dan amal para salafus sholeh Rodhiyallahu ‘anhum.

Share

Metode Menuntut Ilmu

23 Apr

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Metode Menuntut Ilmu

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Ilmu merupakan sebuah hal yang sangat urgen dalam segala hal. Urusan dunia dapat digapai dengan ilmu. Ilmu dalam urusan agama lebih urgen lagi dibandingkan urusan duniawi. Sebab demikian pentingnya ilmu, maka perlu diketahui bagaimana metode dalam mendapatkan ilmu agama tersebut. Simak penuturan salah seorang ulama tersohor di abad kita ini.

 

Share

Beberapa Adab Kepada Orang Tua (3)

13 Mar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Beberapa Adab Kepada Orang Tua (3)

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Melanjutkan adab-adab sebelumnya kepada kedua orang tua. Adab berikutnya adalah tidak duduk sementara orang tua berdiri.

Syaikh Musthofa Al ‘Adawiy Hafizhahullah mengatakan[1],

Share