Jual Beli Jabatan, Itu Kezholiman

11 Jan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Jual Beli Jabatan, Itu Kezholiman

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Kezholiman tentu tak seorang pun diantara kita yang menginginkannya. Pun demikian halnya dengan orang lain. Namun terkadang kita lupa bahwa 1 kezholiman kita akan berdampak buruk yang meluas bagi orang lain, walaupun terkadang tanpa kita sadari. Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa kezholiman itu merupakan kegelapan yang sangat gelap di hari qiyamat. Beliau Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اتَّقُوا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Bertaqwalah (takutlah) kalian berbuat kezholiman. Karena sesungguhnya kezholiman itu adalah kegelapan-kegelan di hari qiyamat”[1].

Jika kita perhatian dengan seksama susunan hadits di atas secara bahasa, kita dapati bahwa kezholiman Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam sebutkan dengan bentuk jama’/ plural. Bisa dibayangkan betapa mengerikannya itu, di hari yang semua manusia sibuk dan butuh petunjuk jalan, kita malah mendapati berbagai kegelapan. Allahul Musta’an.

Share

Masih Berfikir Merayakan Tahun Baru ?

30 Dec

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 Masih Berfikir Merayakan Tahun Baru ?

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah

Beberapa waktu yang lalu bangsa didera berbagai macam musibah. Musibah ini hampir menyita seluruh nusantara bahkan menjadi salah satu pusat perhatian dunia. Ini merupakan momentum bagi ummat untuk kembali memuhasabah diri. Sebab kita ummat Islam yakin bahwa sebab utama terjadinya berbagai musibah adalah maksiat. Allah Taala berfirman,

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar, taubat)”. (QS. Ar Ruum [30] : 41)

Sudah bukan rahasia lagi bahwa pada hampir setiap kesempatan semisal sekarang ini berkumpul berbagai kemaksiatan. Event akbar kemaksiatan tersebut sudah di pelupuk mata. Jika anda masih punya niatan untuk merayakannya maka mari simak beberapa point berikut ini :

Share

Mencela Pemimpin (lagi) ? Berarti Engkau Menolong Syaithon

8 Dec

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Mencela Pemimpin (lagi) ? Berarti Engkau Menolong Syaithon

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Lama tak menulis sebab lagi banyak kesibukan kantor yang menyita waktu belakangan ini. Bingung sebenarnya mau nulis apa, tapi judul di atas sepertinya urgen untuk disampaikan sebagai bentuk nasihat/menginginkan kebaikan kepada kaum muslimin. Sebab demikianlah wasiat Sayyidunnas Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam. Dari shahabat Tamin bin Aus Ad Daari Rodhiyallahu ‘anhu,

أنَّ النَّبيّ – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : الدِّينُ النَّصِيحةُ قلنا : لِمَنْ ؟ قَالَ : لِلهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلأئِمَّةِ المُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ

Sesungguhnya Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama adalah nashihat”. Lalu kamu bertanya, “Kepada siapa wahai Rosulullah ?” Beliau menjawab, “Kepada Allah, Kitab-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan masyarakat muslim secara umum”[1].

Share

Dzikir Dengan Hati, Lisan dan Anggota Badan

9 Aug

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dzikir Dengan Hati, Lisan dan Anggota Badan

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Sekitar 9 tahun yang lalu kami pernah memposting makna dzikr dalam Firman Allah Subhana wa Ta’ala Surat Thoha ayat : 124. Ibnul Qoyyim Rohimahullah memberikan tafsiran makna yang sangat luas terkait makna dzikir dalam ayat ini yang intinya adalah ittiba’ kepada Kitabullah (silakan klik di sini).

Hal yang intinya hampir sama namun lebih mudah dipahami insya Allah sebagaimana yang dikemukan oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah berikut ini[1],

Share

Rendah Hatinya Syaikh ‘Abdur Rozzaq

2 Aug

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Rendah Hatinya Syaikh ‘Abdur Rozzaq

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Kaum muslimin di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir sangat akrab dengan salah seorang ulama yang berasal dari Kota Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam, Madinah An Nabawiyah. Beliau adalah Syaikh Prof. DR. ‘Abdur Rozzaq bin Abdul Muhsin Al Badr Hafizhahullah. Salah satu faktornya adalah banyak putra Indonesia yang belajar kepada beliau di Universitas Islam Madinah.

Share

Secercah Kesaksian Tentang Syaikh As Sa’di

25 Jul

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Secercah Kesaksian Tentang Syaikh As Sa’di

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Tak pelak lagi bahwa para ulama memiliki kedudukan yang tinggi di dalam agama Islam. Sampai-sampai Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa mereka adalah pewaris para Nabi ‘alaihimussalam. Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda sebagaimana diriwayatkan melalui shahabat dari Abu Darda’ Rodhiyallahu ‘anhu. Berikut cuplikannya.

إنَّ العُلَمَاءَ وَرَثَةُ الأنْبِيَاءِ

“Sesungguhnya para ulama merupakan ahli waris para nabi”[1].

Saking agungnya kedudukan para ulama Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan bahwa merekalah pewaris para nabi. Tidak usahkan para nabi, seandainya ada orang yang mengatakan, dikatakan, disebutkan bahwa dia adalah pewaris tahta sebuah kerajaan, tentulah dia memiliki kedudukan spesial di mata orang lain. Bahkan tak jarang orang akan berbondong-bondong ingin melihatnya. Lihatlah betapa orang-orang heboh ketika salah seorang pewaris tahta kerajaan inggris menikah ? Demikian luar biasanya animo masyarakat di dalam inggris pun sampai di luar inggris.

Lebih dari itu, inilah kesaksian 2 orang ulama besar di zaman kita Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz dan Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahumullah tentang bagaimana sosok ulama besar di zamannya yaitu Syaikh ‘Abdur Rohman bin Nashir As Sa’di Rohimahullah.

Share

Menuntut Ilmu Menuju Kemuliaan

18 Jul

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Menuntut Ilmu Menuju Kemuliaan

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Tak ragu lagi menuntut ilmu agama merupakan sebuah ibadah yang hendaknya diprioritaskan oleh setiap muslim. Banyak sekali kitab klasik maupun kontemporer, ceramah, kuliah dan kajian yang membahas betapa pentingnya dan mulianya menuntut ilmu agama. Saking seringnya kita sampai hafal ayat ataupun hadits tetang ilmu meskipun kita tidak menyengaja diri untuk menghafalnya.

Diantara dalil yang amat populer itu adalah Firman Allah Subhana wa Ta’ala,

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

 “Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui ?”. (QS. Az Zumar [39] : 9).

Share