Boleh Jadi Taubat Kita Yang Allah Tunggu

4 Oct

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Boleh Jadi Taubat Kita Yang Allah Tunggu

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Pandemi ini kian hari, kian terasa berat. Banyak pihak sudah mengajukan pendapat dan sisi pandangnya masing-masing. Tanggapan kita sebagai masyarakat pun beragam warnanya. Masing-masing menilai sisi pandangnya yang benar.

Namun tahukah kita, ingatkah kita, atau sadarkah kita bahwa semua musibah, pandemi yang Allah ‘Azza wa Jalla turunkan ini salah satu sebab terbesarnya adalah maksiat yang kita kerjakan di muka bumi. Anda boleh anggap penulis terlalu berpikir kuno, what ever lah apa pendapat yang baca. Toh Allah Tabaroka wa Ta’ala berfirman,

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

 “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar, taubat)”. (QS. Ar Ruum [30] : 41)

(lihat lebih lanjut terkait ayat ini di sini)

Share

Don’t Do These When You’re Fasting

2 May

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Don’t Do These When You’re Fasting

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Mau tidak mau, Romadhon telah menyapa kita di tengah Pandemik Covid-19. Suka tidak suka, demikianlah ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang pasti ada hikmahnya. Sebagai seorang muslim kita dituntut untuk ridho terhadap ketentuan Allah ‘Azza wa Jalla. Salah satu bentuk keridhoan itu adalah dengan tetap melaksanakan berbagai kewajiban yang Allah wajibkan kepada kita yang salah satunya adalah puasa Romadhon.

Share

Pelajaran Buat Diri dari Masker

19 Apr

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Pelajaran Buat Diri dari Masker

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Setiap peristiwa yang terjadi tentu tidak terlepas dari ilmu Allah ‘Azza wa Jalla. Dan setiap  ketentuan Allah pasti ada hikmahnya. Bahkan inilah satu hikmah dari beriman terhadap Qodho dan Qodar Allah. Syaikh DR. Muhammad bin Ibrohim Al Hamd Hafizhahullah mengatakan,

“Beriman terhadap takdir Allah dengan iman yang benar akan mampu membuka cakrawala seseorang atas ketentuan/hikmah Allah ‘Azza wa Jalla terhadap apa yang telah ditakdirkan-Nya baik takdir yang baik maupun yang terasa buruk. Dia akan mengetahui dibalik perenunggannya ada Dzat Yang lebih Agung, Lebih Mengetahui dan Lebih Sempurna Hikmahnya.

Share

Stop Tebar Hoax

16 Mar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Stop Tebar Hoax

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Kemajuan media komunikasi merupakan suatu hal yang patut disyukuri dan dimanfaatkan seluas-luasnya untuk kepentingan Agama dan ummat Islam. Berbagai sarana dan fasilitas tersedia gratis di dunia internet yang sekarang berada dalam genggaman hampir semua kalangan, tua – muda, kaya – miskin, intelektual dan non-intelektual.

Demikian pula sarana untuk berkumpul dalam dunia maya sangat memudahkan untuk berkomunikasi dan menyampaikan hal yang ingin disampaikan. Mulai dari zaman dulu ada BBM, Forum FB, sekarang ada WAG, telegram dan lain-lain.

Namun sayang, tak jarang ditemukan dalam grup-grup tersebut tersebar informasi yang tidak jelas kebenarannya bahkan dapat dipastikan kebohongannya. Mulai dari informasi yang berisi ramuan obat yang antah-berantah, anjuran ibadah ini dan itu, sampai sekarang ini dunia sedang pandemi Covid-19 pun banyak yang nebar hoax, bahkan diakhir broadcast -atau apalah namanya- nyuruh orang untuk ikutan nyebar. Yang sakitnya lagi, orang yang sudah menyebar itu tidak merasa salah telah menyebar hoax.

Share

Kenalkan Anakmu pada Nama dan Shifat Allah

29 Oct

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Kenalkan Anakmu pada Nama dan Shifat Allah

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Baru saja beberapa jam yang lalu, penulis membaca status salah seorang teman Facebook. Status itu berisikan sebuah pembahasan yang selalu menarik untuk dikaji berulang-ulang, yaitu pembahasan terkait Nama dan Shifat Allah ‘Azza wa Jalla. Kitab ringkas tersebut diberi judul oleh penulisnya dengan nama “Liannakallah, Rihlatu ilas Sama’is Sabi’ah. Buah karya Syaikh Ali bin Jabir Al Faifiy Hafizhahullah. Karena dalam status itu terlihat sisi penulisannya unik dan agar sedikit berbeda, lalu kami mencoba menyelami dunia maya untuk mencari file pdf-nya. Siapa tahu ada. Pengen langsung beli sih, namun ongkirnya mahal kalau cuma beli satu aja. Alhamdulillah begitu mencari langsung ketemu di baris pertama. Dan langsung download.

Share

Sibuk, Tidak Sempat Hadir di Majelis Ilmu

8 Oct

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sibuk, Tidak Sempat Hadir di Majelis Ilmu

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah. Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu (agama) wajib bagi setiap muslim”[1].

Semakin butuh seorang muslim akan suatu ilmu yang urgen baginya maka menuntut ilmu tersebut pun menjadi semakin wajib baginya. Misalnya setiap muslim tentu harus sholat. Maka menuntut ilmu agama terkait fikih sholat wajib hukumnya bagi setiap muslim. Misal lainnya, seorang muslim yang berprofesi sebagai pedang, maka wajib baginya menuntut ilmu terkait fikih jual beli. Demikian seterusnya.

Namun terkadang, kita tidak mampu menghadiri langsung kajian agama sebab waktunya pas dengan jadwal kerja atau jadwal kuliah dan sebagainya. Lantas bagaimana ?

Share

Dampak Bergaul Dengan Orang yang Menyia-nyiakan Waktu

26 Jul

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dampak Bergaul Dengan Orang yang Menyia-nyiakan Waktu

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Waktu adalah suatu yang amat berharga. Bahkan sebagian yang mungkin orientasinya dunia mengibaratkan waktu itu adalah uang. Namun rasanya, jika direnungkan maka waktu lebih berharga berlipat-lipat dari uang. Lihatlah ketika momen lebaran, betapa banyak uang, tenaga, fikiran dan lain-lain habis untuk sekedar melewatkan momen lebaran bersama keluarga.

Share