Dzikir Dengan Hati, Lisan dan Anggota Badan

9 Aug

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dzikir Dengan Hati, Lisan dan Anggota Badan

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Sekitar 9 tahun yang lalu kami pernah memposting makna dzikr dalam Firman Allah Subhana wa Ta’ala Surat Thoha ayat : 124. Ibnul Qoyyim Rohimahullah memberikan tafsiran makna yang sangat luas terkait makna dzikir dalam ayat ini yang intinya adalah ittiba’ kepada Kitabullah (silakan klik di sini).

Hal yang intinya hampir sama namun lebih mudah dipahami insya Allah sebagaimana yang dikemukan oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah berikut ini[1],

Share

Rendah Hatinya Syaikh ‘Abdur Rozzaq

2 Aug

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Rendah Hatinya Syaikh ‘Abdur Rozzaq

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Kaum muslimin di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir sangat akrab dengan salah seorang ulama yang berasal dari Kota Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam, Madinah An Nabawiyah. Beliau adalah Syaikh Prof. DR. ‘Abdur Rozzaq bin Abdul Muhsin Al Badr Hafizhahullah. Salah satu faktornya adalah banyak putra Indonesia yang belajar kepada beliau di Universitas Islam Madinah.

Share

Secercah Kesaksian Tentang Syaikh As Sa’di

25 Jul

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Secercah Kesaksian Tentang Syaikh As Sa’di

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Tak pelak lagi bahwa para ulama memiliki kedudukan yang tinggi di dalam agama Islam. Sampai-sampai Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa mereka adalah pewaris para Nabi ‘alaihimussalam. Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda sebagaimana diriwayatkan melalui shahabat dari Abu Darda’ Rodhiyallahu ‘anhu. Berikut cuplikannya.

إنَّ العُلَمَاءَ وَرَثَةُ الأنْبِيَاءِ

“Sesungguhnya para ulama merupakan ahli waris para nabi”[1].

Saking agungnya kedudukan para ulama Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan bahwa merekalah pewaris para nabi. Tidak usahkan para nabi, seandainya ada orang yang mengatakan, dikatakan, disebutkan bahwa dia adalah pewaris tahta sebuah kerajaan, tentulah dia memiliki kedudukan spesial di mata orang lain. Bahkan tak jarang orang akan berbondong-bondong ingin melihatnya. Lihatlah betapa orang-orang heboh ketika salah seorang pewaris tahta kerajaan inggris menikah ? Demikian luar biasanya animo masyarakat di dalam inggris pun sampai di luar inggris.

Lebih dari itu, inilah kesaksian 2 orang ulama besar di zaman kita Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz dan Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahumullah tentang bagaimana sosok ulama besar di zamannya yaitu Syaikh ‘Abdur Rohman bin Nashir As Sa’di Rohimahullah.

Share

Menuntut Ilmu Menuju Kemuliaan

18 Jul

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Menuntut Ilmu Menuju Kemuliaan

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Tak ragu lagi menuntut ilmu agama merupakan sebuah ibadah yang hendaknya diprioritaskan oleh setiap muslim. Banyak sekali kitab klasik maupun kontemporer, ceramah, kuliah dan kajian yang membahas betapa pentingnya dan mulianya menuntut ilmu agama. Saking seringnya kita sampai hafal ayat ataupun hadits tetang ilmu meskipun kita tidak menyengaja diri untuk menghafalnya.

Diantara dalil yang amat populer itu adalah Firman Allah Subhana wa Ta’ala,

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

 “Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui ?”. (QS. Az Zumar [39] : 9).

Share

Hati Yang Lapang (Defenisi dan Tips Jitu)

12 Jul

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Hati Yang Lapang (Defenisi dan Tips Jitu)

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Sering kita mendengar, “Si Fulan itu baik, orangnya berhati lapang/ lapang dada”. Biasanya kalimat ini ditujukan kepada orang yang emosinya stabil saat dapat musibah atau bisa mengakomodasi semua pendapat. Lantas apakah memang demikian ? Lalu bagaimana caranya agar hati kita lapang atau agar kita menjadi orang yang lapang dada ?

Share

Memanfaatkan Sisa Kesempatan Emas

11 Jun

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Memanfaatkan Sisa Kesempatan Emas

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda sebagaimana diriwayatkan dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu,

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ مَرَدَةُ الْجِنِّ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ ، وَفُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجِنَّانِ فَلَمْ يُغْلَقُ مِنْهَا بَابٌ ، وَنَادَى مُنَادٍ: يَا بَاغِىَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ ، وَيَا بَاغِىَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ.

“Jika telah masuk awal malam di bulan Romadhon, maka syaithon-syaithon akan dibelenggu, jin-jin jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup. Tidak terbuka satu pun. Sendangkan pintu-pintu neraka dibuka tanpa satu pun yang ditutup. (malaikat pun) memanggil, “Wahai orang para pemburu kebaikan terimalah, wahai orang yang pencandu maksiat berhentilah”. Bagi Allah pembebasan para hamba Nya di Bulan Romadhon”. (HR. Tirmidzi no. 682 dan Ibnu Majah no. 1642)

Share

Adab – Adab Puasa Yang Wajib

31 May

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Adab – Adab Puasa Yang Wajib

Alhamdulillah wa sholatu wa s alamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Tidak terasa Bulan Romadhon telah menemui kita. Bulan dimana Allah Subhana wa Ta’ala demikian memudahkan jalan seseorang menuju keridhoan dan surga Nya. Bulan yang merupakan tamu agung bagi para pencari surga.

Syaikh Prof. DR. ‘Abdur Rozzaq Hafizhahullah mengatakan[1],

“Bulan Romadhon merupakan tamu yang mulia nan agung bagi jiwa setiap orang yang beriman. Setiap mukmin tentu akan merasa benar-benar bahagia dengan tamu agung ini. Dia gembira dengan kedatangan tamu dan utusan yang mulia ini. Bagaiamana menurut anda jikalau seseorang yang mulia, senang berbuat derma dengan membagi-bagikan banyak sekali hadiah ketika seorang tamu yang memliliki kedudukan tinggi dan mulia datang menemuinya. Bagaimana persiapannya untuk menyambut tamu yang kedudukannya demikian ? Betapa bahagianya dia, dan bagaiaman kira-kira perlakuannya terhadap sang tamu ?”

Share