Perhatikan Agama Anakmu

19 Jul

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Perhatikan Agama Anakmu

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Anak merupakan anugrah yang teramat besar bagi orang tuanya. Betapa tidak, setelah sepasang suami istri menikah, hal yang menjadi cita-cita pertama mereka adalah memiliki anak. Ini terlihat jelas sejak keduanya mendapati kabar bahwa sang istri telah mengandung. Kebahagian itu pun memuncak ketika sang anak meneriakkan tangisan pertamanya. Masih banyak lagi gambaran dan cerita indah tentang penantian sang buah hati.

Share

Jangan Menyerah, Romadhon Belum Usai

31 May

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Jangan Menyerah, Romadhon Belum Usai

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Hari ini adalah hari ke-26 Romadhon. Artinya nanti malam adalah malam ke-27 Romadhon tahun ini. Kita memuji Allah ‘Azza wa Jalla karena masih mendapatkan hidayah taufiq dan irsyad dalam menjalankan ibadah puasa dan sholat malam.

Hari demi hari bulan penuh ampunan ini telah berlalu. Hari-hari istimewa itu berlalu demikian cepat. Syaikh Prof. DR. Abdur Rozzaq Hafizhahullah mengatakan,

Karena sesungguhnya Romadhon sebagaimana datangnya cepat perginya pun cepat. Oleh karena itu persiapkanlah diri kalian untuk melaksanakan amal-amal yang mulia dan berbagai keta’atan serta berbagai ibadah yang kalian suka membawanya bila kalian bertemu dengan Robb kalian, Allah Tabaroka wa Ta’ala[1].

Share

Muroqobah, Adab Pertama Bagi Penuntu Ilmu

17 Jan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Muroqobah, Adab Pertama Bagi Penuntu Ilmu

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Tidak perlu diragukan lagi, ilmu merupakan sebuah pembeda yang nyata baik dalam urusan dunia, pun demikian urusan akhirat. Misalnya saja seorang sarjana tentu memiliki gaji yang berbeda dengan seorang yang lulusan SD. Dalam urusan agama pun, nuansa ilmu sangat berpengaruh dalam penetapan hukum. Lihatlah, hasil buruan hewan terlatih berbeda dengan yang tidak terlatih. Yang satu halal sedang yang lainnya tidak.

Melangkah lebih jauh lagi, penuntut ilmu pun terbedakan dengan orang yang hanya datang ke majelis ilmu untuk sekedar mengisi kekosongan waktu. Pembeda tersebut adalah bagaimana mereka para penuntut ilmu demikian menghargai ilmu yang dia cari. Salah satunya adalah dengan melihat bagaimana adab mereka.

Share

Ketika Hati Yang Lalai Bersanding Dengan Hawa Nafsu

14 Jan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ketika Hati Yang Lalai Bersanding Dengan Hawa Nafsu

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman untuk memerintahkan kita agar tidak menuruti, mengikuti orang-orang yang lalai hatinya dari mengingat dan mengambil peringatan dari-Nya,

وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

 “Dan Janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu sia-sia”. (QS. Al Kahfi [18] : 28).

Share

Jual Beli Jabatan, Itu Kezholiman

11 Jan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Jual Beli Jabatan, Itu Kezholiman

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Kezholiman tentu tak seorang pun diantara kita yang menginginkannya. Pun demikian halnya dengan orang lain. Namun terkadang kita lupa bahwa 1 kezholiman kita akan berdampak buruk yang meluas bagi orang lain, walaupun terkadang tanpa kita sadari. Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa kezholiman itu merupakan kegelapan yang sangat gelap di hari qiyamat. Beliau Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اتَّقُوا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Bertaqwalah (takutlah) kalian berbuat kezholiman. Karena sesungguhnya kezholiman itu adalah kegelapan-kegelan di hari qiyamat”[1].

Jika kita perhatian dengan seksama susunan hadits di atas secara bahasa, kita dapati bahwa kezholiman Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam sebutkan dengan bentuk jama’/ plural. Bisa dibayangkan betapa mengerikannya itu, di hari yang semua manusia sibuk dan butuh petunjuk jalan, kita malah mendapati berbagai kegelapan. Allahul Musta’an.

Share

Masih Berfikir Merayakan Tahun Baru ?

30 Dec

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 Masih Berfikir Merayakan Tahun Baru ?

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah

Beberapa waktu yang lalu bangsa didera berbagai macam musibah. Musibah ini hampir menyita seluruh nusantara bahkan menjadi salah satu pusat perhatian dunia. Ini merupakan momentum bagi ummat untuk kembali memuhasabah diri. Sebab kita ummat Islam yakin bahwa sebab utama terjadinya berbagai musibah adalah maksiat. Allah Taala berfirman,

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar, taubat)”. (QS. Ar Ruum [30] : 41)

Sudah bukan rahasia lagi bahwa pada hampir setiap kesempatan semisal sekarang ini berkumpul berbagai kemaksiatan. Event akbar kemaksiatan tersebut sudah di pelupuk mata. Jika anda masih punya niatan untuk merayakannya maka mari simak beberapa point berikut ini :

Share

Mencela Pemimpin (lagi) ? Berarti Engkau Menolong Syaithon

8 Dec

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Mencela Pemimpin (lagi) ? Berarti Engkau Menolong Syaithon

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Lama tak menulis sebab lagi banyak kesibukan kantor yang menyita waktu belakangan ini. Bingung sebenarnya mau nulis apa, tapi judul di atas sepertinya urgen untuk disampaikan sebagai bentuk nasihat/menginginkan kebaikan kepada kaum muslimin. Sebab demikianlah wasiat Sayyidunnas Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam. Dari shahabat Tamin bin Aus Ad Daari Rodhiyallahu ‘anhu,

أنَّ النَّبيّ – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : الدِّينُ النَّصِيحةُ قلنا : لِمَنْ ؟ قَالَ : لِلهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلأئِمَّةِ المُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ

Sesungguhnya Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama adalah nashihat”. Lalu kamu bertanya, “Kepada siapa wahai Rosulullah ?” Beliau menjawab, “Kepada Allah, Kitab-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan masyarakat muslim secara umum”[1].

Share