Sebab Orang Ngalap Berkah Di Kuburan

7 Nov

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sebab Orang Ngalap Berkah Di Kuburan

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Pada sebagian waktu tak jarang kita melihat banyak orang berbondong-bondong, bahkan sampai menyewa bus pariwisata untuk mendatangi kubur tuan guru fulan dalam rangka ngalap berkah. Peristiwa ini bukan hanya di daerah tertentu saja, bahkan hampir merata di seluruh penjuru negeri.

Lantas apa penyebab hal ini marak terjadi ? Mari simak penuturan Syaikh DR. Sholeh Al Fauzan Hafizhahullah berikut ini.

Share

Mencela Pemimpin ? Coba Baca Ini Dulu

28 Oct

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Mencela Pemimpin ? Coba Baca Ini Dulu

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Masa-masa mendekati pemilihan presiden seperti sekarang ini merupakan salah satu saat dimana seseorang akan menyingkap tabir dirinya. Tanpa disuruh pun dia akan menunjukkan siapa dirinya.

Sebenarnya penulis enggan menulis tentang ini, namun makin hari, pilihan nomor seolah menjadi garis pemisah wala’ dan baro’ bagi mereka (yang belum ngerti wala’ dan baro’ mending belajar aja dari pada sibuk gak jelas). Bila kita tidak bicara miring tentang pemimpin yang lama seakan kita dianggap anti Islam, gak mau negara berubah lah atau konotasi miring lainnya. Bahkan tak jarang nama beliau sering dijadikan bahan guyonan oleh orang-orang rendahan ini.

Padahal sejatinya, jika mau membongkar peninggalan ilmiyah para ulama salaf (terlebih lagi Mazhab Syafi’i) insya Allah dia akan menemukan sesuatu yang akan menyumbat mulut besarnya itu.

Share

Senantiasa Bersama Ahlu Sunnah

14 Oct

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Senantiasa Bersama Ahlu Sunnah

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Beberapa waktu belakangan ini istilah sunnah demikian populer. Di berbagai penjuru negeri ini pun demikian marak kajian sunnah. Berbagai daruroh diadakan, tema yang menarik pun dipilih panita. Yang hadir pun demikian banyak jumlahnya. Namun demikian, tak sedikit pula diantara kita yang kurang paham prinsip-prinsip pokok ahlu sunnah wal jama’ah.

 

Diantara prinsip pokok ahlu sunnah wal jama’ah adalah senantiasa bersatu bersama ahlu sunnah. Al Imam Al Barbahari (wafat Tahun 329 H) Rohimahullah mengatakan,

“Diantara sunnah adalah senantiasa bersama al Jama’ah. Barangsiapa yang tidak suka dan memisahkan diri dari Al Jama’ah berarti dia telah melapaskan tali Islam dari pundaknya. Sehingga dia menjadi tersesat dan menyesatkan orang lain”.

Share

Tafsir Surat Al Kahfi (24)

13 Sep

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Tafsir Surat Al Kahfi (24)

Segala puji yang disertai pengagungan seagung-agungnya hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dan perendahan diri kita yang serendah-rendahnyanya hanya kita berikan kepadaNya Robbul ‘Alamin yang telah menurunkan Al Qur’an sebagai petunjuk. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam, istri-istri Beliau, Keluarganya, para Sahabatnya dan ummat Beliau yang senantiasa meniti jalannya dengan baik hingga hari kiamat.

 

[Tafsir Surat Al Kahfi ayat 29]

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman,

وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا

“Dan katakanlah, ‘Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.” Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zholim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek”. (QS. Al Kahfi [18] : 29).

 

Share

Ketika Diberdirikan di Neraka

10 Sep

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ketika Diberdirikan di  Neraka

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman,

وَلَوْ تَرَى إِذْ وُقِفُوا عَلَى النَّارِ فَقَالُوا يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِآَيَاتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ. بَلْ بَدَا لَهُمْ مَا كَانُوا يُخْفُونَ مِنْ قَبْلُ وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

“Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka diberdirikan ke neraka, lalu mereka berkata, “Sekiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, kami pun akan menjadi orang-orang yang beriman”. “Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka keburukan yang mereka dahulu selalu mereka sembunyikan. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta belaka”. (QS. Al An’am [6] : 27-28)

Share

Makna Asmaul Husna, Al Ahad dan Al Wahid

2 Sep

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Makna Asmaul Husna, Al Ahad dan Al Wahid

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Kembali kita melanjutkan artikel yang sudah sangat lama tidak berlanjut yaitu seputar penjelasan ringkas makna dari Asma’ul Husna Allah ‘Azza wa Jalla. Silakan klik di sini untuk melihat pembahasan sebelumnya. Pada kesempatan kali ini kita telah sampai pada makna Al Ahad dan Al Wahid.

Share

Apakah Berobat Mengurangi Iman ?

26 Aug

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Apakah Berobat Mengurangi Iman ?

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Iman merupakan modal seorang muslim dalam menghadap Allah ‘Azza wa Jalla di hari qiyamat. Mengenai apa itu iman, kami mempersilahkan para pembaca sekalian untuk merujuk ke tulisan kami beberapa tahun yang lalu dengan mengklik di sini.

Dalam hidup dan kehidupannya manusia tentu tak luput dari musibah. Salah satu bentuk musibah yang Allah Subhana wa Ta’ala berikan sebagai ujian kepada para hamba Nya adalah sakit. Beberapa tahun yang lalu juga kami pernah memposting beberapa point agar orang yang sakit dapat lebih bersabar dan berharap pahala dari apa yang sedang menimpanya. (silakan klik di sini).

Lantas apakah berusaha menyembuhkan sakit yang diujikan Allah Subhana wa Ta’ala kepada kita dapat mengurangi kadar pahala yang kita terima, atau malah dapat mengurangi iman kita ? Atau dengan kata lain, apakah berobat dapat mengurangi kadar keimanan seseorang ?

Mari simak tanya jawab berikut ?

Share