Tadabbur Ayat Istiwa’

29 Jul

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Tadabbur Ayat Istiwa’

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Diantara keyakinan Ahlu Sunnah wal Jama’ah dari zaman dahulu hingga sekarang adalah Allah Subhana wa Ta’ala berada di atas langit beristiwa’ di atas ‘Arsy Nya. Untuk lebih lanjut mengenai hal ini silakan klik tautan berikut (klik di sini).

Yang ingin kita sampaikan di sini adalah sebuah renungan pada ayat-ayat Allah yang menjadi dalil bahwasanya Allah ‘Azza wa Jalla beristiwa’ di atas ‘Arsy Nya. Diantara adalah firman Allah Subhana wa Ta’ala,

هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Kemudian Dia bersemayam di atas ´Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya,  apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”.

(QS. Al Hadiid [57] : 4)

Syaikh Prof. DR. ‘Abdur Rozzaq Hafizhahullah mengatakan[1] ketika memberikan keterangan ringkas untuk kitab Syarh Sunnah karya Imam Al Muzaniy (salah seorang murid utama Imam Syafi’i Rohimahullah) pada potongan ucapan beliau,

(Allah) tinggi di atas ‘Arsy Nya, namun Dia dekat dengan ilmu Nya dari para makhluk Nya”.

Beliau Hafizhahullah mengatakan,

“Ungkapan beliau (Al Muzaniy) (وَهُوَ دَانٍ بِعِلْمِهِ مِنْ خَلْقِهِ) Allah menggabungkan antara shifat istiwa’ dan kedekatan Nya dalam hal shifat ilmu Nya dengan para makhluk Nya. Hal ini Allah sebutkan kepada kita pada banyak ayat. Bahkan ketujuh ayat yang Allah menyebutkan bahwa Dia beristiwa di atas ‘Arsy Nya diakhiri secara umum dengan adanya penyebutan shifat ilmu. Misalnya pada Surat Al Hadiid.

هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Kemudian Dia bersemayam di atas ´Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya,  apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”.

(QS. Al Hadiid [57] : 4)

Demikian juga pada Surat Thoha,

الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى (5) لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمَا تَحْتَ الثَّرَى (6) وَإِنْ تَجْهَرْ بِالْقَوْلِ فَإِنَّهُ يَعْلَمُ السِّرَّ وَأَخْفَى

“Robb Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas ‘Arsy. Kepunyaan Nya lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, seluruh yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah. Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi”.

(QS. Thoohaa [20] : 5-7)

Setelah Allah menyebutkan shifat istiwa’ Nya di atas ‘Arsy, Allah mengakhirinya dengan penyebutan bahwa ilmu Nya meliputi seluruh makhluknya. Demikian juga pada Surat Ar Ro’du ketika Allah menyebutkan shifat istiwa’, Dia pun menyebutkan shifat ilmu atas hal-hal jauh dari Dzat Nya. Allah Ta’ala berfirman,

اللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَحْمِلُ كُلُّ أُنْثَى وَمَا تَغِيضُ الْأَرْحَامُ وَمَا تَزْدَادُ وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِمِقْدَارٍ

“Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi Nya ada ukurannya”. (QS. Ar Ro’du  [13] : 8)

“Oleh sebab itulah penulis Syarh Sunnah (Al Muzaniy) setelah menyebutkan shifat istiwa’ Allah di atas ‘Arsy Nya beliau menjelaskan bahwa sesungguhnya Dia (Allah) dekat dengan ilmu Nya dari para hamba Nya. Imam Malik Rohimahullah mengatakan,

Allah berada di atas langit, ilmu Nya berada di setiap tempat. Tidak ada satu tempat pun yang terluput dari ilmu Nya[2].

 

Kesimpulannya :

Apabila seseorang benar-benar teliti menelaah ayat-ayat yang menyebutkan keberadaan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang beristiwa’ atau bersemayam di atas ‘Arsy Nya maka dia akan temukan bahwasanya Dzat Allah ‘Azza wa Jalla berada di atas ‘Arsy Nya namun demikian ilmu Nya meliputi para hamba Nya siapapun dia, apapun dia, dimana pun dia dan seterusnya.

Selanjutnya orang yang benar-benar meneliti dengan benar niscaya akan menemukan bahwasanya aqidah Allah tidak di langit, berada dimana-mana, bersama para makhluk Nya, atau bahkan menyakini bertanya tentang keberadaan Allah merupakan bid’ah yang mengada-ada merupakan sebuah kesalahan besar.

Terakhir, bacalah secara lengkap ayat-ayat yang dibawakan orang-orang yang mengingkari Allah berada di atas ‘Arsy Nya atau Allah dimana-mana maka anda akan temukan bantahan buat mereka ada pada ayat yang mereka kira itu dalil atas pernyataan mereka. Bahkan yang benar, ayat-ayat tersebut merupakan dalil nyata yang membantah dengan sendirinya keyakinan bathil mereka. Allahu a’lam.

 

#mariberaqidahyangbenar

#awastertipuretorikayangmemukau

 

Sabtu,  6 Dzul Qo’dah 1438 H, 29 Juli 2017 M

Aditya Budiman bin Usman bin Zubir

[1] Lihat Ta’liqoh ‘Alaa Syarh Sunnah lil Muzaniy hal. 59-60.

[2] Lihat Al Hujjiyatu fi Bayanil Muhajjah hal. 144/I.

 

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply