Sebab Orang Ngalap Berkah Di Kuburan

7 Nov

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sebab Orang Ngalap Berkah Di Kuburan

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Pada sebagian waktu tak jarang kita melihat banyak orang berbondong-bondong, bahkan sampai menyewa bus pariwisata untuk mendatangi kubur tuan guru fulan dalam rangka ngalap berkah. Peristiwa ini bukan hanya di daerah tertentu saja, bahkan hampir merata di seluruh penjuru negeri.

Lantas apa penyebab hal ini marak terjadi ? Mari simak penuturan Syaikh DR. Sholeh Al Fauzan Hafizhahullah berikut ini.

“Fadhilatu Syaikh, apa penyebab sebagian orang demikian terikat dengan kuburan, sehingga dia meminta berbagai pertolongan (atas berbagai kesusahan mereka -pen) dan kesembuhan dari penyakit. Apakah yang menjadi penyebabnya wahai syaikh ?”

Beliau Hafizhahullah menjawab,

“Penyebab hal tersebut terjadi :

Pertama : adanya taklid buta (hanya mengekor terhadap suatu pendapat tanpa tahu pendapat tersebut berdasarkan dalil atau bukan -pen). Karena mereka menemukan bahwa banyak orang melakukan perbuatan yang demikian. Lantas mereka pun mengekor kepada mereka.

Kedua : diamnya para ulama (orang-orang berilmu), mereka tidak melarang ummat dari hal ini. Ini termasuk bagian dari menyembunyikan ilmu. Ini pun termasuk kelalaian mereka (ulama) dari tugas utama menyeru/ berdakwah kepada manusia menuju Allah ‘Azza wa Jalla. Padahal kelak mereka akan dimintai pertanggungjawaban akan hal ini.

Ketiga : adanya da’i – da’i yang buruk. Da’i – da’i penyeru kesesatan ini melariskan bentuk kemusyrikan dan kebid’ahan ini dan mereka menilai baik hal ini baik dalam ceramah maupun tulisan-tulisan mereka. Maka seluruh perkara ini menetaskan celah besar dalam permasalahan aqidah di tengah-tengah ummat”.

 

[Diterjemahkan dari Silsilah Syarh Rosail hal. 103/I terbitan Dar Imam Ahmad, Kairo, Mesir]

Sungguh benar apa yang beliau sampaikan terutama bila kita benar-benar terjun dalam dunia dakwah. Allahu a’lam.

Hasbunallah wa ni’mal Wakil

 

 

 

Sigambal Setelah subuh, 27 Shofar 1440 H / 7 Nopember 2018

 

Aditya Budiman bin Usman Bin Zubir

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply