Qubur atau Kuburan ?

25 Jan

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Qubur atau Kuburan ?

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Kita Insya Allah sudah sering berdo’a minta perlindungan dari adzab qubur. Kita juga sering ikut melaksanakan penguburan jenazah saudara kita yang muslim. Lantas apakah tempat penguburan itu sama dengan qubur yang kita memohon perlindungan darinya ?

Mari simak tanya jawab berikut.

Pertanyaan

Qubur atau Kuburan 1

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah pernah ditanya[1],

Apa yang dimaksud dengan qubur, apakah tempat menguburkan mayit atau barzakh ?”

 

Jawaban :

Qubur atau Kuburan 2

Asal/dasarnya qubur itu adalah tempat mengebumikan mayit. Allah Ta’ala berfirman,

ثُمَّ أَمَاتَهُ فَأَقْبَرَهُ

“Kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur”.(QS. ‘Abasa [80] : 21)

Ibnu ‘Abbas Rodhiyallahu ‘anhuma mengatakan maksudnya adalah Allah muliakan dia dengan penguburannya. Namun terkadang yang dimaksud dengan qubur adalah barzakh. Yaitu alam diantara kematian seseorang dan ditegakkannya hari qiyamat walaupun dia tidak dikuburkan ketika wafat. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

“Dan di hadapan mereka ada dinding (barzakh) sampal hari mereka dibangkitkan”. (QS. Al Mukminun [23] : 100)

Yaitu di hadapan mereka ketika mereka telah wafat. Karena awal ayat ini menunjukkan hal tersebut.

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (99) لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia). Agar aku berbuat amal yang sholeh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding (barzakh) sampai hari mereka dibangkitkan”. (QS. Al Mukminun [23] : 99-100)

Qubur atau Kuburan 3

“Namun apakah seorang yang berdo’a (أَعُوذُ بِالله مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ) ‘Aku memohon perlindungan kepada Allah dari adzab qubur’ apakah yang dimaksudkan adalah adzab tempat menguburkan mayit atau adzab barzakh yaitu alam/tempat antara kematiannya dan ditegakkannya hari qiyamat ?”

Qubur atau Kuburan 4

“Jawabnya adalah yang kedua. Karena pada hakikatnya manusia tidak mengetahui apakah dirinya kelak dikembukikan di kuburan atau mati dimakan binatang buas atau terbakat menjadi debu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ

“Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati”. (QS. Luqman [31] : 34)

Maka hadirkanlah ketika anda berdoa memohon perlindungan dari adzab qubur adalah adzab alam dimana seseorang berada diantara setelah kematiannya dan ditegakkanya hari qiyamat”.

 

Setelah Zhuhur, 10 Robi’ul Akhir 1437 H, 20 Januari 2016 M

Aditya Budiman bin Usman bin Zubir

[1] Lihat Majmu’ Fatawa Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah hal. 26-27/II Terbitan Darul Wathon, Riyadh, KSA.

 

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply