Nabi Muhammad Shollalahu ‘alaihi wa Sallam Kholilullah Atau Habibullah ?

13 Mar

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Nabi Muhammad Shollalahu ‘alaihi wa Sallam Kholilullah Atau Habibullah ?

Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.

Sering kita dapati seseorang mengatakan Habibullah, yang dimaksudkan adalah Nabi Muhammad Shollalahu ‘alaihi wa Sallam. Atau dengan istilah lain Habibur Rohman. Nah, ketika ada yang menyebut Nabi Muhammad Shollalahu ‘alaihi wa Sallam dengan sebutan Kholilullah atau Kholilur Rohman maka dahi sebagian orang akan mengkerut. Mengkerut karena heran, aneh dan menganggap ini sebutan baru. Bahkan yang lebih parah menyangka bahwa jika disebut demikian maka itu merupakan bentuk tidak mengagungkan beliau Shollalahu ‘alaihi wa Sallam sesuai kedudukannya sebagai kekasih Allah Jalla wa ‘Alaa. Maka mari kita tilik kedua istilah ini.

Istilah Habibullah dan Kholilullah merupakan bentuk kata dengan susunan mudhof dan mudhof ilaih. Yang pokok katanya adalah cinta. Cinta dalam Bahasa Arab diungkapkan dalam banyak kata dan istilah. Diantaranya adalah Mahabbah dan Khullah. Habib berasal dari mahabbah sedangkan Kholil berasal dari Khullah. Sehingga akar permasalahannya adalah manakah yang lebih sesuai Sunnah dalam penyebutan Nabi Muhammad Shollalahu ‘alaihi wa Sallam, Habibullah atau Kholilullah.

Kita sepakat bahwa manusia yang paling dicintai Allah ‘Azza wa Jalla adalah Nabi Muhammad Shollalahu ‘alaihi wa Sallam. Nah, jika demikian maka derajat cinta manakah yang lebih tinggi Mahabbah ataukah Khullah ?

Ibnul Qoyyim Rohimahullah mengatakan[1],

Nabi Muhammad Shollalahu 'alaihi wa Sallam Kholilullah Atau Habibullah 1

“Khullah (الخُلَّةُ) mengandung makna kesempurnaan cinta dan puncaknya. Dimana dalam hati orang yang mencintai tidak tersisa ruang untuk selain yang dicintainya. Cinta yang demikian tidak menerima semua bentuk penduaan (pensyarikatan) dengan selainnya sama sekali. Cinta seperti ini merupakan sebuah kekhususan bagi dua kekasih Allah Shollalahu ‘alaihima wa Sallam yaitu Nabi Ibrohim dan Nabi Muhammad. Sebagaimana sabda Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam,

فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَدِ اتَّخَذَنِى خَلِيلاً كَمَا اتَّخَذَ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلاً

“Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menjadikanku sebegai kekasih Nya sebagaimana dia juga menjadikan Ibrohim sebagai kekasih Nya”[2].

 

“Disebutkan juga dalam Shohih Bukhori dan Shohih Muslim,

لَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا مِنْ أَهْلِ الأَرْضِ خَلِيلاً لاَتَّخَذْتُ ابْنَ أَبِى قُحَافَةَ خَلِيلاً وَلَكِنْ صَاحِبُكُمْ خَلِيلُ اللَّهِ

“Seandainya aku boleh menjadikan seorang kekasih (Kholil) dari penduduk bumi niscaya aku akan menjadikan Abu Bakr sebagai kekasihku. Namun aku hanyalah shahabat kalian dan kekasih Allah (Kholilullah)”[3].

Beliau Rohimahullah juga mengatakan[4],Nabi Muhammad Shollalahu 'alaihi wa Sallam Kholilullah Atau Habibullah 2

“Adapun apa yang disangka sebagian orang yang keliru, bahwa mahabbah lebih sempurna dibandingkan khullah dan Nabi Ibrohim adalah Kholilullah dan Nabi Muhammad Shollalahu ‘alaihi wa Sallam adalah Habibullah merupakan sebuah ketidaktahuan. Karena sesungguhnya Mahabbah adalah kecintaan yang bersifat umum sedangkan Khullah kecintaan yang bersifat khusus serta Khullah merupakan puncak dari Mahabbah.

Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam telah mengabarkan bahwasanya Allah Ta’ala telah menjadikannya sebagai Kholilullah sebagaimana Allah ‘Azza wa Jalla juga telah menjadikan Ibrohim sebagai Kholilullah. Beliau juga meniadakan bagi dirinya kholil selain Robb nya Subhana wa Ta’ala. Walaupun beliau pernah menyatakan kecintaanya terhadap ‘Aisyah, ayahnya –yaitu Abu Bakr- dan Umar bin Al Khothtob serta shahabat lainnya”.

Sedangkan untuk Mahabbah, kita temukan banyak sekali ayat yang disana Allah ‘Azza wa Jalla menyatakan bahwa mereka yang memiliki sifat tertentu akan menjadi Habibullah. Diantaranya adalah,

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri”. (QS. Al Baqoroh [2] : 222)

وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

“Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar”. (QS. Ali ‘Imron [3] : 146)

Dan masih banyak lagi sifat yang Allah Subhana wa Ta’ala sebutkan dalam Al Qur’an.

Kesimpulannya adalah sebagaimana yang dikatakan Ibnul Qoyyim Rohimahullah berikut[5],

Nabi Muhammad Shollalahu 'alaihi wa Sallam Kholilullah Atau Habibullah 3

“(Sehingga –pen.) Pemuda yang bertaubat merupakan Habibullah. Sedangkan Kholilullah khusus untuk dua orang (Nabi Muhammad dan Ibrohim Shollalahu ‘alaihima wa Sallam– pen).

Anggapan (bahwa Habibullah lebih mulia dari Kholilullah –pen) muncul dari kurangnya ilmu dan pemahaman tentang Allah Subhana wa Ta’ala dan Rosul Nya Shollalahu ‘alaihi wa Sallam”.

Allahu a’lam.

 

Sigambal, Setelah Subuh,

Sebelum Subuh 17 Jumadil Ullaa 1436 H/8 Maret 2015 M.

Aditya Budiman bin Usman

[1] Lihat Ad Da’u wa Ad Dawa’u oleh Ibnul Qoyyim tahqiq Syaikh ‘Ali Al Halabiy hal. 271-272 terbitan Dar Ibnul Jauziy, Riyadh KSA tahun 1429 H.

[2] HR. Muslim no. 532 dari shahabat Jundub Rodhiyallahu ‘anhu.

[3] HR. Bukhori no. 3656 dan Muslim 2383.

[4] [4] Lihat Ad Da’u wa Ad Dawa’u hal. 272-273.

[5] Idem hal. 273.

 

 

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply