Metode Dalam Menjaga dan Menyelamatkan Aqidah

7 Jul

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Metode Dalam Menjaga dan Menyelamatkan Aqidah

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Aqidah di masa ini merupakan sebuah harta yang sangat berhara. Bagaimana tidak, aqidah yang benar merupakan syarat bagi seseorang jika dia ingin masuk surga. Terlebih lagi kita hidup di zaman demikian banyak aqidah yang menyimpang dan dianggap itulah aqidah yang benar. Sedangkan aqidah yang benar dianggap sebagai sebuah hal yang baru dan aneh.

Setelah Syaikh DR. Sholeh Al Fauzan Hafizhahullah menyebutkan sebab-sebab yang dapat menyimpangkan aqidah seseorang (klik di sini), beliau pun menyebutkan metode yang dapat kita tempuh untuk menjaga dan memurnikan aqidah kita. Berikut kutipannya[1].

“Metode untuk menjaga diri dan selamat dari penyimpangan aqidah sebagai berikut :

[1]. Kembali kepada Kitabullah ‘Azza wa Jalla dan Sunnah Rosul Nya Shollallahu ‘alaihi wa sallam untuk menemukan aqidah yang benar yang terdapat di dalam keduanya. Sebagaimana para salafus sholeh mengambil aqidah mereka dari keduanya. Tidak akan baik akhir ummat ini (ummat Islam –pen) kecuali dengan apa yang dengannya generasi awal menjadi baik. Disamping juga menelaah aqidah-aqidah yang menyimpang dan syubhat-syubhatnya dalam rangka menangkal dan mewaspadainya. Sebab orang yang tidak mengenal suatu keburukan dikhawatirkan terjerembab di dalamnya”.

“[2]. Perhatian terhadap pelajaran aqidah yang benar (yaitu aqidahnya salafus sholeh) pada berbagai tingkatan pembelajaran. Juga memberikannya porsi yang cukup terkait manhaj/metode serta memberikan perhatian serius pada ketelitian pengujian penguasaan[2] terhadap permasalahan aqidah”[3].

“[3]. Tetap, senantiasa mempelajari kitab-kitab seputar aqidah salaf yang murni dan menjauhkan diri dari kitab-kitab firqoh yang menyimpang, misalnya sufiyah, jahmiyah,mu’tazilah, asy’ariyah, maturidiyah dan selainnya. Kecuali dalam hal sekedar mengetahui dalam rangka membantah, meng-counter kekeliruan yang ada padanya dan mewaspadainya”[4].

“[4]. Menugaskan para da’i yang akan memperbaiki dan memperkenalkan kembali aqidah yang salaf kepada masyarakat dan membantah berbagai kesesatan dan penyimpangan dari aqidah yang benar”[5].

 

Jika kita perhatikan langkah yang beliau sampaikan ini, terlihat sekali bahwa untuk memperbaiki dan menjaga aqidah yang benar di tengah-tengah ummat diperlukan sekali kerjasama antara ustadz, murid, orang tua, pemerintah dan muhsinin yang memiliki kelebihan harta. Mari ambil porsi kita masing-masing dan ingat sekecil apapun usaha anda untuk memperbaiki aqidah ummat ini Allah ‘Azza wa Jalla tidak akan lupa terhadap hal itu.

 

Sigambal, Menuju pajak ngantar istri belanja

16 Syawwal 1439 H, 30 Juni 2018 M

 

 

Aditya Budiman bin Usman Bin Zubir

[1] Lihat Aqidatu Tauhid hal. 16 terbitan Darul Minhaj, KSA

[2] Allahu a’lam mungkin yang beliau maksudkan adalah ketika mempelajari pelajaran aqidah hendaklah seorang guru memberikan ujian yang cukup cermat dan detail terkait masalah aqidah. Agar dia dapat mengetahui dengan benar apakah sang murid sudah benar-benar paham terkait pelajaran yang diberikan.

[3] Lihat Aqidatu Tauhid hal. 16-17.

[4] Idem hal. 17.

[5] Idem.

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply