Mencela Pemimpin ? Coba Baca Ini Dulu

28 Oct

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Mencela Pemimpin ? Coba Baca Ini Dulu

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Masa-masa mendekati pemilihan presiden seperti sekarang ini merupakan salah satu saat dimana seseorang akan menyingkap tabir dirinya. Tanpa disuruh pun dia akan menunjukkan siapa dirinya.

Sebenarnya penulis enggan menulis tentang ini, namun makin hari, pilihan nomor seolah menjadi garis pemisah wala’ dan baro’ bagi mereka (yang belum ngerti wala’ dan baro’ mending belajar aja dari pada sibuk gak jelas). Bila kita tidak bicara miring tentang pemimpin yang lama seakan kita dianggap anti Islam, gak mau negara berubah lah atau konotasi miring lainnya. Bahkan tak jarang nama beliau sering dijadikan bahan guyonan oleh orang-orang rendahan ini.

Padahal sejatinya, jika mau membongkar peninggalan ilmiyah para ulama salaf (terlebih lagi Mazhab Syafi’i) insya Allah dia akan menemukan sesuatu yang akan menyumbat mulut besarnya itu.

Tanpa berpanjang lebar, renungkanlah atsar berikut ini.

‘Dari Zaidi/ Ziyad bin Kusaib Al ‘Adawi, dia berkata, “Aku bersama Abu Bakroh berada di mimbar Ibnu ‘Aamir ketika beliau sedang berpidato. Ketika itu beliau mengenakan pakaian yang tipis. Lalu Abu Bilal[1] mengatakan, “Lihatlah pemimpin kita ini, dia memakai pakaian orang-orang fasik”. Lalu Abu Bakroh pun mengatakan, “Diam kau, aku mendengar Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَهَانَ سُلْطَانَ اللهِ فِي الأَرْضِ ، أَهَانَهُ اللَّهُ

Barangsiapa yang menghina pemimpin (sulthon Allah) di dunia maka Allah akan hinakan dia[2].

Jelas sekali dalam atsar ini sikap shahabat Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam Abu Bakroh Rodhiyallahu ‘anhu. Beliau tidak menghardik, berkata miring, mencela bahkan membantah orang yang mencela pemimpinnya. Apa tujuan beliau ? Untuk menjilat kepada pemimpin ? Agar dapat dinar dan dirham ? Sekali-kali tidak wahai kawan. Iman mereka jauh dari apa yang antum bayangkan. Alasan kuat beliau adalah karena beliau pernah mendengar sabda Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana jelas dalam riwayat ini.

Lihatlah kebiasaan mencela pemimpin merupakan kebiasaan yang muncul dari orang-orang khowarij dan kini diwarisi orang-orang yang terinfeksi virus mereka walaupun tak sadar dan tak mau dikatakan telah terjangkiti.

Inilah sikap nabawi terhadap pemimpin yang pada diri mereka ada kekurangan, kesalahan bahkan maksiat yang belum sampai pada kekufuran yang nyata dan jelas menurut timbangan syariat.

Jika anda hinakan mereka walaupun menurut anda mereka memang hina, maka bersiaplah Allah ‘Azza wa Jalla akan hinakan anda kelak. Allahul Musta’an

Hasbunallah wa ni’mal Wakil

 

Sigambal Setelah subuh, 17 Shofar 1440 H / 28 Oktober 2018

 

Aditya Budiman bin Usman Bin Zubir

[1] Syaikh Fauzi Al Atsari Hafizhahullah mengatakan (dalam Al Wardul Maqthuf fi Wujubi Tho’athi Wulati Amril Muslimin hal. 37 terbitan Maktabah Al Furqon, EUA), “Nama aslinya adalah Mirdas bin Udayyah Al Khowarij. Itulah yang dikatan Al Mizzi dalam Tahdzibul Kamal hal. 399/VII terbitan Muasasah Risalah).

[2] HR. Tirmidzi no. 2224, Al Mizzi dalam Tahdzibul Kamal hal. 399/VII. At Tirmidzi Rohimahullah mengatakan, “Hadits ini hasan ghorib”. Syaikh Al Albani dan Syaikh Fauzi Rohimahumallah mengatakan, “Hadits ini hasan”.

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply