Malaikat Melakukan Kemusyrikan ?

9 Aug

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Malaikat Melakukan Kemusyrikan ?

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Sebagian kita mungkin terkena syubhat pihak yang tidak bertanggung jawab. Ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآَدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam”. Maka sujudlah mereka kecuali Iblis”. (QS. Al Baqoroh [2] : 34)

Lantas mereka mengatakan, ‘Nah tu liat, Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan malaikat untuk berbuat kemusyrikan. Malah yang bertauhid cuma iblis ?’

Sepintas mungkin ada yang bingung. Ketahuilah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala di atas tidak berhenti sampai disitu. Melainkan lengkapnya adalah

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآَدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam”. Maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia enggan dan takabbur. Dia termasuk golongan orang-orang yang kafir”. (QS. Al Baqoroh [2] : 34)

Firman Allah ‘Azza wa Jalla ini saja sudah cukup untuk membantah syubhat demikian. Di akhir ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala menetapkan iblis termasuk mahkhluk yang kufur, ingkar dengan perintah Robbnya.

Selanjutnya tafsir firman Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut menurut ahli tafsir tersohor bukanlah demikian. Ibnu Katsir Rohimahullah mengatakan,

Malaikat Melakukan Kemusyrikan

Qotadah Rohimahullah mengatakan Firman Allah Subhana wa Ta’ala (وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآَدَمَ) ‘Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam’ sebagai bentuk keta’atan kepada Allah. Malaikat diperintahkan untuk sujud kepada Adam ini merupakan bentuk pemuliaan Allah atas Adam. Qotadah Rohimahullah juga mengatakan tentang firman Allah Ta’ala (فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ) ‘’. Musuh Allah (Iblis) hasad kepada Adam ‘alaihissalam atas kemuliaan yang Allah berikan kepada Adam[1].

Sujud yang dilakukan malaikat kepada Adam ‘alaihissalam bukanlah kemusyrikan bahkan ketauhidan karena yang memerintahkannya adalah Allah ‘Azza wa Jalla. Kemudian sujud malaikat tersebut bukanlah sebagai bentuk ibadah kepada Adam melainkan ibadah kepada Allah dalam rangka memuliakan perintahNya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ دَابَّةٍ وَالْمَلَائِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ (49) يَخَافُونَ رَبَّهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ (50

“Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. Mereka takut kepada Robb mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan Robbnya (kepada mereka)”. (QS. An Nahl [16] : 49-50)

Demikian juga,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan Robb Nya”. (QS. At Tahrim [66] : 6)

 

Intinya sujud malaikat kepada Adam bukanlah kemusyrikan karena itu merupakan perintah Allah ‘Azza wa Jalla.

24 Syawwal 1436 H / 9 Agustus 2015 M

Aditya Budiman bin Usman

[1] Lihat Tafsir Al Qur’anil ‘Azhim oleh Ibnu Katsir Rohimahullah hal. 231/I terbitan Dar Thoyyibah, Riyadh, KSA.

 

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply